FAMILY

Teman Makin Jauh setelah Dewasa? Ini Tanda Hubungan Mulai Renggang

A. Firdaus
Sabtu 12 September 2026 / 07:11
Ringkasnya gini..
  • Teman yang dulu dekat kini makin jauh?
  • Kerenggangan dalam hubungan biasanya nggak muncul dalam semalam.
  • Saat mulai sadar hubungan berubah, biasanya ada usaha untuk mendekat lagi.

Jakarta: Pernah nggak sih, tiba-tiba sadar kalau teman yang dulu hampir tiap hari diajak ngobrol sekarang malah jarang muncul? Chat makin lama dibalas, ajakan ketemu susah dicocokkan, sampai obrolan yang dulu bisa ngalor-ngidul sekarang terasa agak canggung.

Kalau pernah ada di posisi ini, bisa jadi hubungan pertemanan kalian memang sedang berubah. Dalam artikel Estrangement Doesn’t Happen All at Once di Psychology Today, Suzanne Degges-White, Ph.D., menjelaskan bahwa kerenggangan dalam hubungan biasanya nggak muncul dalam semalam. Ada perubahan-perubahan kecil yang terjadi dan menumpuk seiring waktu.


kangen
Seseorang mengenang momen bersama sahabat lewat foto. Ilustrasi: AI Generated

 

Komunikasi makin jarang

Coba ingat-ingat, dulu siapa yang paling sering mengirim chat duluan? Kalau sekarang komunikasi terasa makin sepi, ini bisa jadi salah satu perubahan yang mulai terlihat.

Pesan yang biasanya cepat dibalas jadi lebih lama, telepon makin jarang, atau kalian sama-sama nggak lagi punya banyak hal untuk diceritakan. Satu chat yang nggak dibalas tentu bukan berarti pertemanan bermasalah. Tapi kalau terus terjadi dan akhirnya jadi kebiasaan, jaraknya mulai terasa.

 

Makin susah cari waktu

Dulu ngajak ketemu mungkin tinggal bilang, “Weekend ngapain?” Sekarang, mau cari waktu yang cocok saja rasanya susah banget.

Kesibukan memang bisa jadi alasan. Tapi kalau rencana ketemu berkali-kali tertunda, dibatalkan, atau akhirnya nggak pernah kejadian, kedekatan yang dulu terasa natural bisa ikut berubah.

 

Obrolan nggak lagi senyaman dulu

Kalian mungkin masih sering ngobrol, tapi rasanya sudah beda. Topik yang dulu bisa dibahas bebas sekarang malah terasa harus dipikir-pikir dulu.

Bisa juga obrolan jadi lebih singkat dan nggak sedalam sebelumnya. Jadi, kerenggangan bukan cuma soal seberapa sering kalian komunikasi, tetapi juga soal rasa nyaman saat terhubung.

 

Mulai jarang cerita

Dulu sedikit-sedikit cerita ke dia. Sekarang, ada masalah malah memilih diam atau cerita ke orang lain.

Perubahan ini bisa menunjukkan adanya jarak emosional. Bukan berarti salah satu pihak pasti sudah nggak peduli, tetapi hubungan tersebut mungkin sudah nggak ditempatkan di posisi yang sama seperti sebelumnya.

 

Usaha memperbaiki hubungan terasa sia-sia

Saat mulai sadar hubungan berubah, biasanya ada usaha untuk mendekat lagi. Bisa dengan menghubungi lebih dulu, ngajak ketemu, atau mencoba membicarakan apa yang terjadi.

Namun, hubungan nggak selalu bisa kembali seperti dulu. Menurut Degges-White, proses kerenggangan bisa berlangsung perlahan dan naik-turun. Sesuatu yang akhirnya terlihat seperti perpisahan mendadak bisa saja sebenarnya sudah berlangsung cukup lama.

Jadi, kalau teman mulai terasa jauh, jangan auto menganggap pertemanan kalian selesai. Coba lihat polanya. Kalau hubungan itu masih penting, ngobrol secara terbuka mungkin bisa jadi langkah pertama untuk memahami apa yang sebenarnya berubah.

Desi Indasari



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH