WISATA

Bikin Event Auto-Level Up! Intip Sisi Baru Malaysia Pilihan Marriott

Yatin Suleha
Kamis 10 September 2026 / 16:53
Ringkasnya gini..
  • Tren penyelenggara acara bisnis di Asia-Pasifik kini mulai bergeser.
  • Fokusnya tak lagi sekadar agenda formal di dalam ruangan, tetapi juga pengalaman berkesan bagi para peserta.
  • Memanfaatkan momen ini, Marriott International berkolaborasi dengan sejumlah biro konvensi di Malaysia.
Jakarta: Tren penyelenggara acara bisnis di Asia-Pasifik kini mulai bergeser. Fokusnya tak lagi sekadar agenda formal di dalam ruangan, tetapi juga pengalaman berkesan bagi para peserta. 

Memanfaatkan momen ini, Marriott International berkolaborasi dengan sejumlah biro konvensi di Malaysia untuk menghadirkan pengalaman acara yang lebih lengkap dan berkesan.

Bekerja sama dengan Malaysia Convention & Exhibition Bureau (MyCEB), Business Events Sarawak (BESarawak), dan Sabah Convention Bureau, Marriott resmi meluncurkan Destination Convention Malaysia. 

Platform ini menyatukan fasilitas konvensi, akomodasi perhotelan, hingga ragam wisata lokal dalam satu wadah. Hasilnya, para event planner bisa lebih mudah merancang berbagai konsep acara sesuai kebutuhan.
 
Program ini tidak hanya berpusat di satu wilayah. Keunggulan aksesibilitas dan fasilitas modern di Kuala Lumpur dipadukan dengan kekayaan alam, budaya, serta daya tarik incentive travel di Sarawak, Sabah, dan daerah lainnya.

Inisiatif tersebut hadir di tengah makin ketatnya persaingan destinasi MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) di Asia-Pasifik. 

Saat memilih lokasi, penyelenggara kini tidak cuma memperhitungkan kapasitas gedung atau akses transportasi, tetapi juga mencari nilai tambah—seperti personalisasi acara, program wellness, penerapan prinsip sustainability, pemanfaatan teknologi, hingga pengalaman budaya lokal yang autentik.

malaysia (3)
(Marriott resmi menghadirkan Destination Convention Malaysia untuk memudahkan para penyelenggara acara. Foto: Dok. Istimewa)

Bagi Malaysia, kondisi ini menjadi peluang emas untuk menjadikan keberagaman destinasinya sebagai nilai jual utama.

Melalui Destination Convention Malaysia, para penyelenggara acara regional mendapatkan fleksibilitas penuh untuk menentukan lokasi yang paling pas dengan karakter peserta—mulai dari pusat konvensi di tengah kota, resor santai, hingga destinasi bernuansa alam dan budaya.

"Penyelenggara acara regional kini cenderung memilih destinasi dengan infrastruktur kuat yang dapat memberikan pengalaman berkesan bagi para peserta di luar agenda formal," tutur George Varughese, Market Vice President Malaysia, Marriott International. 

"Malaysia mampu memenuhi kedua hal tersebut lewat konektivitas global, fasilitas konvensi, serta kekayaan budaya dan alam. Lewat Destination Convention Malaysia, kami ingin menonjolkan potensi ini secara jelas dan mudah diakses oleh para penyelenggara acara di seluruh Asia Pasifik."

Inisiatif ini resmi diperkenalkan dalam forum industri Malaysia Means Business yang digelar Marriott International di The St. Regis Kuala Lumpur. 

Forum ini mengumpulkan para pemimpin dari sektor business events, destinasi, hingga perhotelan untuk merumuskan strategi Malaysia dalam merebut pasar MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) yang lebih besar di tingkat regional.

 

Strategi memperebutkan pasar MICE Regional


Lewat sesi diskusi panel, perwakilan senior Marriott International, MyCEB, BESarawak, dan Sabah Convention Bureau mengupas tuntas peluang Malaysia di kawasan Asia-Pasifik. 

Diskusi tersebut membahas sejauh mana para event planner regional mengenali keunggulan Malaysia, serta bagaimana keunggulan konektivitas, infrastruktur, dan keberagaman destinasi dapat dimaksimalkan untuk memperkuat posisi negara ini.

Para panelis juga menggarisbawahi pergeseran kebutuhan penyelenggara maupun peserta acara. Kriteria pemilihan lokasi kini tidak lagi terbatas pada aspek teknis—seperti aksesibilitas, akomodasi, atau kapasitas gedung. 

Elemen seperti personalisasi program, konsep wellness, prinsip keberlanjutan, pemanfaatan teknologi, hingga pengalaman budaya lokal kini memegang peranan yang sangat krusial.

“Tingginya minat penyelenggara acara menggelar business event di Malaysia mencerminkan kepercayaan mereka pada kapabilitas kami. Kini, fokus kami adalah meningkatkan kesadaran akan tingginya keberagaman penawaran kami di berbagai wilayah Malaysia,” ujar Tan Mei Phing, CEO MyCEB.

“Lewat Destination Convention Malaysia, kami menyatukan berbagai destinasi demi menonjolkan kekuatan ekosistem business events Malaysia, sekaligus memberikan penawaran yang menarik bagi penyelenggara acara berskala regional maupun internasional.”

Per 30 Juni 2026, MyCEB telah mengamankan 416 acara untuk periode 2026–2030, dengan estimasi menyumbang dampak ekonomi sebesar RM3,98 miliar.
 

Menghubungkan lokasi acara dengan daya tarik destinasi


Dengan portofolio 65 hotel di seluruh Malaysia, Marriott International memudahkan para event planner Asia-Pasifik mengakses akomodasi dan pusat konvensi utama—seperti di Putrajaya, Kuala Lumpur, Desaru Coast, hingga Langkawi.

Penyelenggara dapat memadukan ruang acara dengan kegiatan kuliner, program wellness, dan tur lokal agar agenda tidak kaku dan lebih dinamis bagi peserta.

Lewat Destination Convention Malaysia, Marriott bersama MyCEB, BESarawak, dan Sabah Convention Bureau mempertegas kesiapan Malaysia dalam mendukung beragam format acara regional secara fleksibel.


(Malaysia Truly Asia. Video: Dok. YouTube Malaysia Truly Asia)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH