FITNESS & HEALTH
Gunakan 4 Teknologi Next-Gen, MRCCC Siloam Upgrade Cara Deteksi Penyakit
Yatin Suleha
Kamis 30 Juli 2026 / 19:11
- Urusan kanker di Indonesia emang masih jadi PR besar.
- Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, ada sekitar 20 juta kasus baru.
- Dan hampir 9,7 juta kematian akibat kanker secara global setiap tahunnya.
Jakarta: Urusan kanker di Indonesia emang masih jadi PR besar. Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, ada sekitar 20 juta kasus baru dan hampir 9,7 juta kematian akibat kanker secara global setiap tahunnya.
Khusus di Indonesia, angkanya juga enggak kalah tinggi: lebih dari 408 ribu kasus baru dan sekitar 242 ribu kematian per tahun.
Sayangnya, lebih dari 70% pasien di Indonesia baru datang berobat saat sudah memasuki stadium lanjut. Akibatnya? Pilihan terapinya jadi jauh lebih rumit dan peluang sembuhnya pun ikut menurun.
Makanya, deteksi dini dan diagnosis yang akurat sejak awal itu krusial banget. Supaya pasien bisa langsung dapat penanganan yang tepat dan peluang kesembuhannya jauh lebih maksimal.
Di tengah tantangan tersebut, perkembangan teknologi kesehatan berbasis Artificial Intelligence (AI), molecular imaging, dan precision oncology mulai mengubah pendekatan penanganan kanker.
Jika sebelumnya terapi banyak ditentukan berdasarkan jenis kanker, kini dokter dapat memanfaatkan informasi yang lebih lengkap mengenai karakteristik penyakit setiap pasien untuk menentukan terapi yang lebih tepat sasaran.
Menjawab kebutuhan tersebut, MRCCC Siloam Semanggi menghadirkan empat teknologi generasi terbaru, yaitu uMI Panvivo PET/CT, Symbia Pro.specta Q3 SPECT/CT, Spectral CT 7500, dan uAngio AVIVA Intelligent Angiography System.
Keempat teknologi tersebut saling melengkapi dalam mendukung seluruh perjalanan penanganan kanker, mulai dari deteksi dini, diagnosis, penentuan stadium penyakit, perencanaan terapi, tindakan intervensi, hingga evaluasi hasil pengobatan.
Chief Executive Officer MRCCC Siloam Semanggi, Tries Nainggolan, mengatakan bahwa investasi teknologi bukan semata menghadirkan perangkat terbaru, tetapi merupakan upaya memastikan setiap pasien memperoleh diagnosis dan terapi yang semakin akurat sesuai dengan kondisi penyakitnya.
"Perjalanan pasien kanker dimulai dari diagnosis yang tepat. Semakin akurat informasi yang diperoleh dokter sejak proses diagnosis, semakin besar peluang pasien mendapatkan terapi yang sesuai."
"Karena itu, kami terus berinvestasi pada teknologi yang mendukung pengambilan keputusan klinis secara lebih presisi agar setiap inovasi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pasien," ujar Tries Nainggolan.

(CEO MRCCC Siloam Semanggi, Tries Nainggolan, menyatakan investasi teknologi bertujuan memastikan pasien mendapat diagnosis dan terapi yang akurat sesuai kondisi penyakit, bukan sekadar menghadirkan perangkat baru. Foto: Dok. Istimewa)
Keempat teknologi terbaru yang dihadirkan MRCCC Siloam Semanggi memiliki peran saling melengkapi dalam mendukung pendekatan precision oncology.
uMI Panvivo PET/CT merupakan modalitas pencitraan molekuler berperforma tinggi yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menghasilkan kualitas gambar yang lebih jelas dan detail.
Teknologi ini membantu dokter mendeteksi lesi berukuran kecil, menentukan stadium penyakit secara lebih akurat, serta memantau respons pasien terhadap terapi.
Hospital Director MRCCC Siloam Semanggi, dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed, MARS, menjelaskan, “Kehadiran uMI Panvivo PET/CT menjadi langkah penting dalam memperkuat layanan precision oncology di MRCCC Siloam Semanggi."
"Selain menghasilkan pencitraan berkualitas tinggi, uMi Panvivo PET/CT mendukung proses pemeriksaan yang lebih efisien melalui waktu pemindaian yang lebih singkat, sehingga pasien dapat menjalani pemeriksaan dengan lebih nyaman.”
Sementara itu, Symbia Pro.specta SPECT/CT menggabungkan teknologi Single-Photon Emission Computed Tomography (SPECT) dan Computed Tomography (CT) untuk melengkapi pelayanan kedokteran nuklir.
Teknologi ini memungkinkan dokter memberikan gambaran yang lebih menyeluruh, mengevaluasi fungsi organ, mendeteksi penyebaran penyakit, serta mendukung pengambilan keputusan klinis.
Dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed, MARS, menambahkan bahwa layanan kanker modern tidak hanya berfokus pada pengobatan kanker, tetapi juga pada penanganan kondisi penyakit penyerta yang dapat memengaruhi keberhasilan terapi.
"Untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, MRCCC Siloam Semanggi juga memperkuat layanan intervensi melalui uAngio AVIVA Intelligent Angiography System. Teknologi ini mendukung berbagai prosedur secara lebih presisi sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih aman dan komprehensif," ujarnya.
uAngio AVIVA Intelligent Angiography System mendukung berbagai tindakan minimal invasif, baik untuk penanganan penyakit jantung maupun prosedur yang menunjang terapi kanker, seperti pemasangan akses vaskular, biopsi berbasis pencitraan, dan embolisasi.
Dengan dukungan AI, sistem ini meningkatkan akurasi visualisasi selama prosedur, membantu efisiensi tindakan, serta membantu mengurangi paparan radiasi bagi pasien maupun tenaga medis.
Lebih lanjut, Chief Executive Officer MRCCC Siloam Semanggi, Tries Nainggolan, menegaskan bahwa teknologi tidak menggantikan peran tenaga medis, melainkan memperkuat kemampuan dokter dalam mengambil keputusan klinis yang lebih tepat.
"Teknologi merupakan alat bantu bagi dokter untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat. Ketika inovasi dipadukan dengan kompetensi tenaga kesehatan dan kolaborasi multidisiplin, pasien memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan penanganan yang lebih optimal," tutupnya.
Mengusung semangat "Investing in Tomorrow's Cancer Care Today", MRCCC Siloam Semanggi nggak bakal berhenti berinovasi. Mereka terus memperkuat teknologi, mengupgrade skill tenaga medis, ngebut di riset klinis, sampai memperkuat kerja sama antar-spesialis.
Lewat langkah-langkah ini, MRCCC berkomitmen berikan layanan kanker berstandar internasional yang makin presisi dan berfokus penuh ke pasien.
Tujuannya jelas: supaya makin banyak masyarakat Indonesia yang bisa dapet deteksi lebih cepat, penanganan yang pas, dan perawatan berkualitas tanpa harus repot-repot berobat jauh ke luar negeri.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Khusus di Indonesia, angkanya juga enggak kalah tinggi: lebih dari 408 ribu kasus baru dan sekitar 242 ribu kematian per tahun.
Sayangnya, lebih dari 70% pasien di Indonesia baru datang berobat saat sudah memasuki stadium lanjut. Akibatnya? Pilihan terapinya jadi jauh lebih rumit dan peluang sembuhnya pun ikut menurun.
Makanya, deteksi dini dan diagnosis yang akurat sejak awal itu krusial banget. Supaya pasien bisa langsung dapat penanganan yang tepat dan peluang kesembuhannya jauh lebih maksimal.
Di tengah tantangan tersebut, perkembangan teknologi kesehatan berbasis Artificial Intelligence (AI), molecular imaging, dan precision oncology mulai mengubah pendekatan penanganan kanker.
Jika sebelumnya terapi banyak ditentukan berdasarkan jenis kanker, kini dokter dapat memanfaatkan informasi yang lebih lengkap mengenai karakteristik penyakit setiap pasien untuk menentukan terapi yang lebih tepat sasaran.
Menjawab kebutuhan tersebut, MRCCC Siloam Semanggi menghadirkan empat teknologi generasi terbaru, yaitu uMI Panvivo PET/CT, Symbia Pro.specta Q3 SPECT/CT, Spectral CT 7500, dan uAngio AVIVA Intelligent Angiography System.
Keempat teknologi tersebut saling melengkapi dalam mendukung seluruh perjalanan penanganan kanker, mulai dari deteksi dini, diagnosis, penentuan stadium penyakit, perencanaan terapi, tindakan intervensi, hingga evaluasi hasil pengobatan.
Chief Executive Officer MRCCC Siloam Semanggi, Tries Nainggolan, mengatakan bahwa investasi teknologi bukan semata menghadirkan perangkat terbaru, tetapi merupakan upaya memastikan setiap pasien memperoleh diagnosis dan terapi yang semakin akurat sesuai dengan kondisi penyakitnya.
"Perjalanan pasien kanker dimulai dari diagnosis yang tepat. Semakin akurat informasi yang diperoleh dokter sejak proses diagnosis, semakin besar peluang pasien mendapatkan terapi yang sesuai."
"Karena itu, kami terus berinvestasi pada teknologi yang mendukung pengambilan keputusan klinis secara lebih presisi agar setiap inovasi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pasien," ujar Tries Nainggolan.
uMI Panvivo PET/CT: Bantu menemukan kanker lebih dini

(CEO MRCCC Siloam Semanggi, Tries Nainggolan, menyatakan investasi teknologi bertujuan memastikan pasien mendapat diagnosis dan terapi yang akurat sesuai kondisi penyakit, bukan sekadar menghadirkan perangkat baru. Foto: Dok. Istimewa)
Keempat teknologi terbaru yang dihadirkan MRCCC Siloam Semanggi memiliki peran saling melengkapi dalam mendukung pendekatan precision oncology.
uMI Panvivo PET/CT merupakan modalitas pencitraan molekuler berperforma tinggi yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menghasilkan kualitas gambar yang lebih jelas dan detail.
Teknologi ini membantu dokter mendeteksi lesi berukuran kecil, menentukan stadium penyakit secara lebih akurat, serta memantau respons pasien terhadap terapi.
Hospital Director MRCCC Siloam Semanggi, dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed, MARS, menjelaskan, “Kehadiran uMI Panvivo PET/CT menjadi langkah penting dalam memperkuat layanan precision oncology di MRCCC Siloam Semanggi."
"Selain menghasilkan pencitraan berkualitas tinggi, uMi Panvivo PET/CT mendukung proses pemeriksaan yang lebih efisien melalui waktu pemindaian yang lebih singkat, sehingga pasien dapat menjalani pemeriksaan dengan lebih nyaman.”
Symbia Pro.specta SPECT/CT: Evaluasi Fungsi Organ dan Penyebaran Penyakit
Sementara itu, Symbia Pro.specta SPECT/CT menggabungkan teknologi Single-Photon Emission Computed Tomography (SPECT) dan Computed Tomography (CT) untuk melengkapi pelayanan kedokteran nuklir.
Teknologi ini memungkinkan dokter memberikan gambaran yang lebih menyeluruh, mengevaluasi fungsi organ, mendeteksi penyebaran penyakit, serta mendukung pengambilan keputusan klinis.
Dr. Adityawati Ganggaiswari, M.Biomed, MARS, menambahkan bahwa layanan kanker modern tidak hanya berfokus pada pengobatan kanker, tetapi juga pada penanganan kondisi penyakit penyerta yang dapat memengaruhi keberhasilan terapi.
"Untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan yang menyeluruh, MRCCC Siloam Semanggi juga memperkuat layanan intervensi melalui uAngio AVIVA Intelligent Angiography System. Teknologi ini mendukung berbagai prosedur secara lebih presisi sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih aman dan komprehensif," ujarnya.
uAngio AVIVA Intelligent Angiography System mendukung berbagai tindakan minimal invasif, baik untuk penanganan penyakit jantung maupun prosedur yang menunjang terapi kanker, seperti pemasangan akses vaskular, biopsi berbasis pencitraan, dan embolisasi.
Dengan dukungan AI, sistem ini meningkatkan akurasi visualisasi selama prosedur, membantu efisiensi tindakan, serta membantu mengurangi paparan radiasi bagi pasien maupun tenaga medis.
Lebih lanjut, Chief Executive Officer MRCCC Siloam Semanggi, Tries Nainggolan, menegaskan bahwa teknologi tidak menggantikan peran tenaga medis, melainkan memperkuat kemampuan dokter dalam mengambil keputusan klinis yang lebih tepat.
"Teknologi merupakan alat bantu bagi dokter untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat. Ketika inovasi dipadukan dengan kompetensi tenaga kesehatan dan kolaborasi multidisiplin, pasien memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan penanganan yang lebih optimal," tutupnya.
Mengusung semangat "Investing in Tomorrow's Cancer Care Today", MRCCC Siloam Semanggi nggak bakal berhenti berinovasi. Mereka terus memperkuat teknologi, mengupgrade skill tenaga medis, ngebut di riset klinis, sampai memperkuat kerja sama antar-spesialis.
Lewat langkah-langkah ini, MRCCC berkomitmen berikan layanan kanker berstandar internasional yang makin presisi dan berfokus penuh ke pasien.
Tujuannya jelas: supaya makin banyak masyarakat Indonesia yang bisa dapet deteksi lebih cepat, penanganan yang pas, dan perawatan berkualitas tanpa harus repot-repot berobat jauh ke luar negeri.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)