FITNESS & HEALTH

AI Permudah Diagnosis Saluran Akar dan Kasus Kompleks Gigi

Elang Riki Yanuar
Kamis 29 Januari 2026 / 16:00
Ringkasnya gini..
  • MEYER DENTAL CBCT 3D Pro Series berbasis AI diluncurkan di Indonesia untuk mendukung diagnosis gigi yang lebih presisi dan efisien.
  • Teknologi CBCT 3D terbaru dengan AI ini menawarkan resolusi tinggi, desain ringkas, dan fitur cerdas untuk perawatan gigi modern.
  • Inovasi ini hadir sebagai solusi radiologi gigi canggih yang mampu menangani kasus kompleks dengan presisi tinggi.
Jakarta: Cobra Dental Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan dunia kedokteran gigi nasional dengan meluncurkan inovasi teknologi radiologi terbaru, MEYER DENTAL CBCT 3D Pro Series. Produk ini diperkenalkan sebagai solusi pencitraan modern yang dirancang untuk menjawab kebutuhan klinik gigi masa kini di Indonesia.

Peluncuran MEYER DENTAL CBCT 3D Pro Series hadir di tengah pesatnya transformasi teknologi medis yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan efisiensi tinggi. Sistem pencitraan tiga dimensi ini telah mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence atau AI untuk membantu dokter gigi memperoleh hasil diagnosis yang lebih akurat dan konsisten.

Salah satu keunggulan utama perangkat ini terletak pada kemampuannya sebagai solusi CBCT yang terjangkau namun tetap bertenaga, khususnya untuk perawatan endodontik. Melalui Endo Mode khusus, sistem ini mampu menghasilkan citra beresolusi ultra tinggi dengan voxel size hingga 70µm pada FOV 3.4x3.4cm, memungkinkan visualisasi detail anatomi mikro dan saluran akar yang sangat kecil.

Kemampuan tersebut dinilai sangat penting dalam meningkatkan tingkat keberhasilan perawatan saluran akar. Dokter gigi dapat melihat struktur yang sebelumnya sulit terdeteksi, sehingga perencanaan tindakan menjadi lebih presisi dan risiko kesalahan dapat diminimalkan.

Fitur Scout View yang disematkan juga memberikan nilai tambah signifikan. Dengan fitur ini, dokter dapat menentukan posisi pemindaian secara akurat sebelum proses rontgen penuh dilakukan. Hasilnya, risiko pengulangan pemindaian dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan pasien.

Dari sisi desain, MEYER DENTAL CBCT 3D Pro Series tampil dengan konsep Compact Design yang efisien. Ukurannya yang ringkas membuat perangkat ini mudah dipasang di berbagai ruang praktik, termasuk klinik dengan keterbatasan lahan, tanpa mengorbankan performa medis.

Meski berdesain kompak, aspek inklusivitas tetap menjadi perhatian. Sistem ini dirancang ramah bagi pengguna kursi roda, sehingga dapat digunakan oleh berbagai kelompok pasien. Presisi diagnosis juga diperkuat melalui teknologi pemindaian 360 derajat yang efektif mengurangi artefak dan noise pada hasil gambar.

Untuk menjaga kestabilan pasien selama proses pemindaian, sistem ini dilengkapi dengan 5 Point Patient Positioning. Dukungan dagu, blok gigitan, hingga klip telinga membantu meminimalkan pergerakan yang berpotensi menurunkan kualitas citra.

Kecanggihan perangkat ini semakin optimal berkat dukungan perangkat lunak MyDentViewer yang diklaim sebagai software 3D paling cerdas secara artifisial. Teknologi AI di dalamnya mampu bertindak sebagai asisten pintar dengan mendeteksi dan menandai saluran saraf serta saluran akar secara otomatis dalam waktu kurang dari 10 detik.

Zico selaku National Sales Manager Cobra Dental, menyampaikan antusiasmenya terhadap kehadiran produk ini di Indonesia. "Kehadiran MEYER DENTAL CBCT 3D Pro Series merupakan tonggak penting bagi Cobra Dental dalam misi kami memajukan ekosistem kesehatan gigi di Indonesia,” ungkap Zico.

Selain itu, teknologi Meyer AAR atau Artefact Reduction berfungsi menghilangkan gangguan visual akibat benda logam seperti implan dan crown. Meyer ANR atau Noise Reduction menjaga tekstur asli gambar tetap alami, sementara algoritma Pure Detail memberikan hasil visual yang lebih tajam dan jernih. Analisis saluran pernapasan dan kepadatan tulang di sekitar implan juga dapat dilakukan hanya dengan satu klik.



Secara keseluruhan, MEYER DENTAL CBCT 3D Pro Series tidak hanya memenuhi kebutuhan rontgen rutin, tetapi juga mampu menangani berbagai kasus kompleks. Mulai dari evaluasi gigi bungsu, deteksi karies, hingga perawatan ortodontik untuk anak dan dewasa melalui pilihan Field of View yang fleksibel. Fitur Model Scan yang tersedia sebagai standar memungkinkan konversi cetakan fisik menjadi model digital secara cepat, mendukung alur kerja digital di klinik gigi.

"Dengan teknologi AI yang sangat intuitif, kami ingin memberikan alat yang tidak hanya canggih, tetapi juga memudahkan pekerjaan para dokter gigi setiap harinya. Harapan kami, melalui teknologi ini, standar perawatan gigi di Indonesia semakin meningkat, memberikan hasil yang lebih presisi bagi pasien, dan mendukung Indonesia menjadi pusat keunggulan kedokteran gigi di Asia Tenggara," tutupnya. 






 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(ELG)

MOST SEARCH