FITNESS & HEALTH

Perbedaan antara Vitamin D2 dengan D3: Manakah yang Lebih Baik?

Raka Lestari
Kamis 21 April 2022 / 10:15
Jakarta: Vitamin D merupakan nutrisi penting yang membantumu menyerap kalsium dan menjaga tulang tetap kuat. Tetapi vitamin D memiliki kategori yang berbeda tergantung senyawa kimia yang terkandung di dalamnya. Senyawa vitamin D yang paling umum adalah vitamin D2 dan vitamin D3, yang berasal dari berbagai sumber alami.

Baik manusia dan tumbuhan dapat memproduksi vitamin D ketika mendapatkan paparan sinar matahari. Akan tetapi, hewan akan memproduksi vitamin D3 sedangkan tumbuhan memproduksi vitamin D3.

Dokter umumnya akan meresepkan suplemen vitamin D2 jika seseorang mengalami defisiensi vitamin D, tetapi beberapa ahli menyebut bahwa vitamin D3 lebih mudah diserap oleh tubuh dan lebih baik untuk meningkatkan kesehatan.

Susan Lanham-New, profesor nutrisi manusia dari University of Surrey menyarankan untuk memilih vitamin D3. Vitamin D3 lebih efektif dalam meningkatkan level vitamin D dalam darah.

"Ini karena tubuh manusia memecah vitamin D2 lebih cepat, sehingga lebih cepat hilang dari tubuh," terang Susan.

Meskipun pada umumnya vitamin D bisa didapatkan dari sinar matahari, kita tetap bisa dapat vitamin D melalui makanan yang dikonsumsi. Memang sedikit sumber makanan yang mengandung vitamin D3.

Namun kamu tetap bisa mendapatkannya dari beberapa sumber makanan berikut ini:

- Ikan, terutama jenis ikan trout, salmon, sarden, dan minyak ikan cod.
- Kuning telur.
- Hati sapi.

Sedangkan vitamin D2 dapat ditemukan dalam:

- Jamur, seperti jamur portabella dan shitake atau terutama pada jamur yang mendapatkan sinar cahaya matahari yang cukup tinggi.
- Makanan yang sudah difortifikasi dengan vitamin D seperti susu dan sereal fortifikasi.

Mendapatkan asupan vitamin D yang cukup tidak bisa hanya dari makanan dan sinar matahari saja. Jika kamu ingin mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan level vitamin D, vitamin D3 bisa menjadi pilihan yang lebih baik karena lebih kuat dan memiiliki efek yang lebih lama.

Meskipun memang, kamu sebaiknya tidak berlebihan mengonsumsi vitamin D karena mengonsumsinya secara berlebihan dapat menyebabkan racun, yang dapat mengarah pada mual dan muntah, masalah ginjal, depresi, dan penumpukan kalsium pada pembuluh darah dan organ vital.
(FIR)

MOST SEARCH