FITNESS & HEALTH
Beberapa Cara Berhenti dari Kecanduan Merokok
Yatin Suleha
Sabtu 22 Januari 2022 / 11:12
Jakarta: Kebiasaan merokok tidak hanya jadi masalah pada orang dewasa tetapi juga marak di kalangan anak-anak dan remaja. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya prevalensi merokok di populasi usia 10-18 tahun.
Dinukil dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) dalam Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menyatakan bahwa terdapat peningkatan prevalensi merokok penduduk umur 10 Tahun dari 28,8 persen pada tahun 2013 menjadi 29,3 persen pada tahun 2018.
Dalam laman yang sama disebutkan pula ada alasan mengapa seseorang yang telah kecanduan rokok menjadi sulit berhenti merokok. Ini karena nikotin yang terkandung dalam tembakau merangsang otak untuk melepas zat yang memberi rasa nyaman atau dopamin.
"Seorang pecandu saat tidak merokok, mengalami gejala putus nikotin seperti, rasa tidak nyaman, sulit konsentrasi, mudah marah. (Dan) untuk mempertahankan rasa nyaman, timbul dorongan untuk merokok kembali, inilah awal dari proses kecanduan," tulis Kemenkes dalam penjelasannya via "Mengapa Perokok Sulit Berhenti Merokok?"
Ada banyak cara untuk berhenti dari kecanduan merokok. Misalnya, dengan cara alami yaitu dengan mencari hobi baru yang sesuai dengan passion kamu dan mensugesti diri untuk tak tergoda akan rokok.
Hal lain yang bisa juga menjadi bentuan agar kamu tak kecantuan rokok yaitu dengan mengonsumsi Acetium. Tablet hisap besutan Sapharma ini memperkenalkan Acetium Lozenge di Indonesia. Ingin membantu perokok untuk mengurangi ketergantungan merokok sekaligus menghentikan kebiasaan tersebut guna hidup lebih sehat.

(Kandungan L-sistein, asam amino alami dalam tablet ini berfungsi mengikat 90 persen asetaldehida dari air liur selama merokok. Foto: Dok. Istimewa)
Produk buatan Biohit, perusahaan asal Finlandia ini hadir untuk berfokus menjadi solusi bagi perokok aktif untuk memulai program berhenti merokok. Cara penggunaan Acetium adalah dengan menghisap satu atau dua tablet selama merokok dan menggunakan Acetium secara berkala yang akan memperbesar persentase kesembuhan dari ketergantungan merokok.
“Kami merasa sangat terhormat mendistribusikan Acetium di Indonesia. Tablet Acetium merupakan tablet untuk mengurangi ketergantungan merokok dari Biohit yang dihasilkan berkat inovasi terdepan dan strategi paten perusahaan," kata Agus Suwarno - CEO Sapharma.
"Acetium bebas dari nikotin dan efek samping, serta menawarkan metode baru juga aman bagi mereka yang termotivasi untuk berhenti merokok. Kami percaya bahwa Acetium dapat membantu mengurangi perokok aktif untuk Indonesia yang lebih sehat,” papar Agus.
Yang unik dari Acetium adalah dengan mengonsumsi Acetium, perokok tidak perlu harus berhenti merokok saat itu juga. Perokok masih bisa terus merokok sesuai keinginan mereka.
Ketika Acetium digunakan secara teratur bersamaan dengan setiap rokok yang dihisap, secara perlahan ketergantungan terhadap nikotin akan berkurang dan tanpa disadari konsumsi rokok akan berkurang sampai suatu hari perokok tidak memiliki keinginan untuk merokok sama sekali.
Efektivitas Acetium dalam intervensi merokok telah dievaluasi dalam dua uji klinis. Acetium juga mampu mengurangi nicotine withdrawal syndrome seperti gelisah, mudah marah dan gemetar saat perokok mulai mengurangi rokok.
Tablet hisap Acetium mengandung L-sistein, yaitu asam amino alami yang dapat mengikat asetaldehida, suatu zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) yang larut dalam air liur dari asap rokok.
Acetium juga mengandung xylitol untuk mengurangi produksi asetaldehida oleh bakteri di mulut dan meningkatkan kebersihan mulut secara keseluruhan.
Selain itu, jika kamu membutuhkan layanan konseling gratis dan bebas pulsa untuk terlepas dari kecanduan merokok, Kemenkes sendiri juga membantu para pecandu rokok dengan menghubungi 0-800-177-6565.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Dinukil dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) dalam Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menyatakan bahwa terdapat peningkatan prevalensi merokok penduduk umur 10 Tahun dari 28,8 persen pada tahun 2013 menjadi 29,3 persen pada tahun 2018.
Dalam laman yang sama disebutkan pula ada alasan mengapa seseorang yang telah kecanduan rokok menjadi sulit berhenti merokok. Ini karena nikotin yang terkandung dalam tembakau merangsang otak untuk melepas zat yang memberi rasa nyaman atau dopamin.
"Seorang pecandu saat tidak merokok, mengalami gejala putus nikotin seperti, rasa tidak nyaman, sulit konsentrasi, mudah marah. (Dan) untuk mempertahankan rasa nyaman, timbul dorongan untuk merokok kembali, inilah awal dari proses kecanduan," tulis Kemenkes dalam penjelasannya via "Mengapa Perokok Sulit Berhenti Merokok?"
Cara berhenti merokok
Ada banyak cara untuk berhenti dari kecanduan merokok. Misalnya, dengan cara alami yaitu dengan mencari hobi baru yang sesuai dengan passion kamu dan mensugesti diri untuk tak tergoda akan rokok.
Hal lain yang bisa juga menjadi bentuan agar kamu tak kecantuan rokok yaitu dengan mengonsumsi Acetium. Tablet hisap besutan Sapharma ini memperkenalkan Acetium Lozenge di Indonesia. Ingin membantu perokok untuk mengurangi ketergantungan merokok sekaligus menghentikan kebiasaan tersebut guna hidup lebih sehat.

(Kandungan L-sistein, asam amino alami dalam tablet ini berfungsi mengikat 90 persen asetaldehida dari air liur selama merokok. Foto: Dok. Istimewa)
Produk buatan Biohit, perusahaan asal Finlandia ini hadir untuk berfokus menjadi solusi bagi perokok aktif untuk memulai program berhenti merokok. Cara penggunaan Acetium adalah dengan menghisap satu atau dua tablet selama merokok dan menggunakan Acetium secara berkala yang akan memperbesar persentase kesembuhan dari ketergantungan merokok.
“Kami merasa sangat terhormat mendistribusikan Acetium di Indonesia. Tablet Acetium merupakan tablet untuk mengurangi ketergantungan merokok dari Biohit yang dihasilkan berkat inovasi terdepan dan strategi paten perusahaan," kata Agus Suwarno - CEO Sapharma.
"Acetium bebas dari nikotin dan efek samping, serta menawarkan metode baru juga aman bagi mereka yang termotivasi untuk berhenti merokok. Kami percaya bahwa Acetium dapat membantu mengurangi perokok aktif untuk Indonesia yang lebih sehat,” papar Agus.
Yang unik dari Acetium adalah dengan mengonsumsi Acetium, perokok tidak perlu harus berhenti merokok saat itu juga. Perokok masih bisa terus merokok sesuai keinginan mereka.
Ketika Acetium digunakan secara teratur bersamaan dengan setiap rokok yang dihisap, secara perlahan ketergantungan terhadap nikotin akan berkurang dan tanpa disadari konsumsi rokok akan berkurang sampai suatu hari perokok tidak memiliki keinginan untuk merokok sama sekali.
Efektivitas Acetium dalam intervensi merokok telah dievaluasi dalam dua uji klinis. Acetium juga mampu mengurangi nicotine withdrawal syndrome seperti gelisah, mudah marah dan gemetar saat perokok mulai mengurangi rokok.
Tablet hisap Acetium mengandung L-sistein, yaitu asam amino alami yang dapat mengikat asetaldehida, suatu zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) yang larut dalam air liur dari asap rokok.
Acetium juga mengandung xylitol untuk mengurangi produksi asetaldehida oleh bakteri di mulut dan meningkatkan kebersihan mulut secara keseluruhan.
Selain itu, jika kamu membutuhkan layanan konseling gratis dan bebas pulsa untuk terlepas dari kecanduan merokok, Kemenkes sendiri juga membantu para pecandu rokok dengan menghubungi 0-800-177-6565.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)