FITNESS & HEALTH

Pentingnya Edukasi Menstruasi Sejak Dini

Elang Riki Yanuar
Minggu 26 April 2026 / 13:00
Ringkasnya gini..
  • Nyeri haid sering mengganggu aktivitas perempuan, Beurer hadirkan Menstrual Relax dengan teknologi TENS dan terapi panas.
  • Dokter menyebut nyeri menstruasi bisa lebih parah karena endometriosis, dukungan keluarga jadi penting untuk kenyamanan perempuan.
  • Siklus haid normal 21–35 hari, stres dan kurang nutrisi bisa memengaruhi menstruasi lebih besar daripada kesibukan harian.
Jakarta: Nyeri saat menstruasi masih menjadi keluhan yang sering dialami banyak perempuan setiap bulan. Kondisi ini tidak jarang mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, belajar, hingga beristirahat dengan nyaman.

Menstruasi sendiri merupakan proses alami peluruhan dinding rahim atau endometrium yang disertai perdarahan akibat tidak terjadinya pembuahan sel telur. Siklus menstruasi normal biasanya berlangsung antara 21 hingga 35 hari, dengan durasi haid sekitar 2 sampai 7 hari.

Proses ini menandai fungsi reproduksi yang aktif pada perempuan dan dipengaruhi oleh hormon estrogen serta progesteron. Meski tergolong normal, rasa nyeri saat haid sering kali menjadi masalah yang membutuhkan perhatian lebih.

Sebagian perempuan bahkan mengalami nyeri hebat hingga sulit menjalani aktivitas seperti biasa. Pada kondisi tertentu, rasa sakit ini juga bisa berkaitan dengan masalah kesehatan seperti endometriosis yang membutuhkan penanganan lebih serius.
Melihat kondisi tersebut, Beurer menghadirkan Menstrual Relax untuk membantu meredakan nyeri haid tanpa harus bergantung pada obat. Produk ini menggabungkan teknologi TENS dan terapi panas yang memberikan efek relaksasi pada tubuh.

"Solusi ini menggabungkan teknologi Tens untuk mengurangi rasa nyeri serta terapi panas yang memberikan rasa hangat dan efek relaksasi. Solusi ini bisa digunakan kapan saja ketika dibutuhkan dengan hanya butuh waktu maksimal 30 menit," kata Managing Director PT Beurer Healthcare and Wellbeing Indonesia Aria Verdin Jelita.

Aria menjelaskan, Menstrual Relax hadir dalam dua tipe yaitu EM50 dan EM55. Keduanya dirancang untuk membantu meredakan nyeri haid maupun nyeri akibat endometriosis tanpa penggunaan obat.

Produk tersebut disebut memiliki desain lembut, fleksibel, dan praktis karena mengikuti bentuk tubuh pengguna. Selain itu, alat ini juga mudah digunakan baik di rumah maupun saat beraktivitas di luar.

"Solusi ini juga praktis karena hanya menekan satu tombol, bisa digunakan saat di rumah maupun beraktivitas, pengoperasian mudah, dan dilengkapi indikator LED untuk baterai lemah," katanya.

Aria berharap solusi tersebut dapat membantu perempuan tetap nyaman menjalani rutinitas sehari-hari tanpa terganggu rasa nyeri saat menstruasi. Kenyamanan saat haid dinilai penting agar produktivitas tetap terjaga.

Sementara itu, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr Fita Maulina SpOG, menjelaskan bahwa nyeri menstruasi merupakan hal yang umum terjadi pada perempuan. Namun, pada beberapa kasus, rasa nyeri bisa lebih intens karena adanya endometriosis.

"Pada beberapa kondisi, mereka mengalami endometriosis, yang rasa nyerinya lebih intens," ujar Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr Fita Maulina Sp OG dalam sebuah intimate talkshow.

Menurut Fita, edukasi mengenai menstruasi sangat penting diberikan sejak dini, terutama oleh orang tua kepada anak perempuan yang baru pertama kali mengalami haid. Dukungan keluarga juga menjadi faktor penting agar perempuan merasa nyaman.

"Intinnya saat mengalami nyeri dibikin nyaman, obat bukan jalan utama, dan perempuan harus bahagia, karena itu butuh dukungan keluarga," ucap Fita.

Ia juga menegaskan bahwa kesibukan sehari-hari bukan faktor utama yang mengganggu siklus menstruasi. Justru tekanan mental berlebih, masalah keluarga, hingga kurangnya asupan nutrisi lebih berpengaruh terhadap keteraturan haid.

Menurutnya, keterlambatan menstruasi selama satu hingga dua bulan belum tentu menjadi gangguan serius. Namun jika sudah berlangsung hingga tiga bulan, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih.

"Batas gangguan siklus menstruasi itu tiga bulan, kalau terlambat 1-2 bulan, belum dianggap gangguan. Namun, yang penting adalah happy atau bahagia bagi seorang perempuan agar tidak memiliki gangguan siklus menstruasi," tutupnya. 







 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(ELG)

MOST SEARCH