FITNESS & HEALTH

Pentingnya Dukungan Cegah Anemia Defisiensi Besi untuk Generasi Sehat

Aulia Putriningtias
Rabu 15 Juli 2026 / 20:20
Ringkasnya gini..
  • Permasalahan kesehatan Anemia Defisiensi Besi (ADB) atau kekurangan zat besi masih menjadi salah satu ancaman tersembunyi.
  • Anemia defisiensi besi masih menjadi perhatian khusus, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 
  • Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, anemia dialami oleh 27,7 persen ibu hamil dan 23,8 persen anak balita. 
Jakarta: Permasalahan kesehatan Anemia Defisiensi Besi (ADB) atau kekurangan zat besi masih menjadi salah satu ancaman tersembunyi untuk anak-anak.

Anemia defisiensi besi masih menjadi perhatian khusus, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, anemia dialami oleh 27,7 persen ibu hamil dan 23,8 persen anak balita. Apabila tidak ditangani, kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik,perkembangan otak, kemampuan belajar, serta kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.

Dr. dr. Dian Novita Chandra, M.Gizi. selaku pakar gizi, mengatakan bahwa anemia di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi dalam pola makan sehari-hari.

Ia menekankan pentingnya menerapkan pola makan bergizi seimbang, termasuk mengonsumsi sumber protein hewani, vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi, serta melakukan skrining secara rutin sejak masa kehamilan.

"Selain itu, orang tua juga perlu melakukan skrining faktor risiko kurang zat besi secara rutin sebagai salah satu upaya penting untuk pencegahan dan deteksi dini masalah kekurangan zat besi anak, bahkan sejak masa kehamilan," jelas dr. Dian Novita Chandra.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Danone Indonesia memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menegaskan pentingnya kesadaran, edukasi, dan skrining dalam membantu anak mencapai potensi optimalnya.

Mereka melakukan kunjungan lintas sektor ke RPTRA CERIA, Jakarta Barat. Pada kesempatan ini, menampilkan model berbasis komunitas dalam mengintegrasikan edukasi gizi dan skrining dini risiko anemia defisiensi besi. 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., menjelaskan bahwa kolaborasi ini penting mengingat peran strategis perempuan dan anak.

Hal ini di mana 2 per 3 populasi di indonesia adalah ibu dan anak. Namur sayangnya, hasil survei menunjukkan bahwa ibu hamil dan anak di Indonesia masih banyak mengalami masalah kesehatan seperti anemia.

Healthcare Nutrition Director Danone Indonesia, Vera Saw, mengatakan bahwa pencegahan anemia defisiensi besi sejak dini menjadi salah satu prioritas Danone Indonesia untuk berpartisipasi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan membentuk generasi yang kuat dan berdaya saing.

Pada 2026 ini, Danone Indonesia akan melanjutkan komitmen pencegahan Anemia Defisiensi Besi berbasis komunitas bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI), salah satunya mengadakan acara berbasis komunitas.


"Melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan mitra komunitas kami berharap semakin banyak anak memperoleh asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehatmenujul Indonesia Emas 2045," tutup Vera.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH