FITNESS & HEALTH

3 Pilihan Alat Kontrasepsi Wanita, Kamu Cocok yang Mana?

Yatin Suleha
Kamis 01 Januari 2026 / 20:00
Jakarta: Memilih alat kontrasepsi adalah keputusan personal yang penting untuk kesehatan reproduksi. Secara garis besar, alat kontrasepsi wanita dibagi menjadi dua kategori yaitu hormonal dan non-Hormonal.

Alat kontrasepsi hormonal adalah metode pencegahan kehamilan yang bekerja dengan memasukkan hormon sintetis (estrogen dan/atau progestin) ke dalam tubuh untuk menghambat ovulasi (pelepasan sel telur).

Sedangkan, alat kontrasepsi non-hormonal yaitu metode kontrasepsi yang tidak menggunakan hormon untuk mencegah kehamilan. 
 
Alat ini bekerja secara fisik atau kimiawi untuk menghalangi sperma bertemu sel telur, sehingga cocok bagi yang sensitif terhadap hormon atau memiliki kondisi medis tertentu. 

Berikut adalah panduan lengkap untuk membantu kamu memahami pilihan yang tersedia:
 

1. Kontrasepsi hormonal


Bekerja dengan cara mencegah pelepasan sel telur (ovulasi), mengentalkan lendir leher rahim, atau menipiskan lapisan rahim.

Pil KB: Diminum setiap hari di waktu yang sama. Ada jenis kombinasi (estrogen dan progestin) dan pil laktasi (hanya progestin) yang aman untuk ibu menyusui.

Suntik KB: Disuntikkan setiap 1 bulan atau 3 bulan sekali. Sangat efektif jika dilakukan tepat waktu.

Implan (Susuk): Batang kecil yang dipasang di bawah kulit lengan atas. Efektif mencegah kehamilan hingga 3 tahun.

IUD Hormonal: Alat berbentuk T yang dimasukkan ke dalam rahim. Selain mencegah kehamilan (3–5 tahun), sering digunakan untuk mengurangi nyeri haid hebat.
 

2. Kontrasepsi non-hormonal



(Jangan mengikuti kata orang lain dalam hal kontrasepsi. Setiap orang berbeda dan diwajibkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar tak berisiko kesehatan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Cocok bagi Moms yang sensitif terhadap hormon atau ingin siklus haid tetap alami.

IUD Tembaga (Spiral): Alat kecil berbahan tembaga yang dipasang di rahim. Ini adalah metode jangka panjang yang paling populer karena bisa bertahan hingga 8–10 tahun.

Kondom Wanita: Dipasang di dalam vagina sebelum berhubungan. Selain mencegah kehamilan, ini satu-satunya metode yang juga melindungi dari infeksi menular seksual (IMS).

Diafragma atau Cervical Cap: Wadah silikon berbentuk kubah yang dimasukkan ke vagina untuk menutupi leher rahim. Biasanya digunakan bersama spermisida.
 

3. Kontrasepsi permanen (sterilisasi)


Tubektomi (MOP): Prosedur bedah kecil untuk memotong atau mengikat saluran tuba agar sel telur tidak bisa bertemu sperma. Sifatnya permanen dan ditujukan bagi yang sudah tidak menginginkan anak lagi.
   

Hal yang perlu dipertimbangkan:


Sebelum memilih, ada baiknya Moms mendiskusikan beberapa poin ini dengan dokter atau bidan:

Gaya hidup: Apakah Moms tipe orang yang rutin minum obat setiap hari?

Rencana kehamilan: Kapan Moms berencana ingin hamil kembali?

Kondisi medis: Apakah Moms memiliki riwayat darah tinggi, merokok, atau migrain?

Efek samping: Apakah Moms keberatan dengan perubahan siklus menstruasi (seperti flek atau berhenti haid sementara)?

Penting: Efektivitas alat kontrasepsi akan maksimal jika digunakan dengan cara yang benar dan sesuai jadwal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH