FITNESS & HEALTH

Jangan Asal Cek Tensi! Ini Cara Ukur Tekanan Darah yang Benar di Rumah

Fatha Annisa
Rabu 20 Mei 2026 / 18:20
Ringkasnya gini..
  • Mengukur tekanan darah di rumah penting untuk mendeteksi hipertensi sejak dini.
  • Hasil pengukuran tekanan darah bisa tidak akurat jika dilakukan dengan cara yang salah.
  • Posisi duduk, kaki, hingga kebiasaan berbicara saat pengukuran ternyata dapat memengaruhi hasil tensi.
Jakarta: Memantau tekanan darah secara mandiri di rumah penting dilakukan untuk mendeteksi risiko hipertensi sedini mungkin. Namun, banyak orang belum menyadari bahwa hasil pengukuran tensi bisa menjadi tidak akurat akibat kesalahan saat proses pengukuran.
 
Agar hasil yang didapatkan akurat dan mencerminkan kondisi tubuh yang sebenarnya, Sobat Medcom perlu mengikuti prosedur yang tepat dan memahami frekuensi pengukurannya yang benar.
 
Dr. Eka Harmeiwaty, Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH), mengungkapkan sejumlah teknik khusus, aturan waktu, hingga batasan angka normal yang wajib dipahami saat mengukur tekanan darah di rumah.
 
“Kalau caranya salah, (pengukurannya) jadi gak tepat,” ujar dr. Eka dalam acara peluncuran Omron Tensimeter Seri EZ dan IQ, Rabu, 20 Mei 2026.
 
Baca juga: Kasus Hipertensi Meningkat, Kemenkes Gencarkan Program Deteksi Dini

 

Cara Mengukur Tekanan Darah yang Benar di Rumah

Menurut dr. Eka Harmeiwaty, kesalahan posisi atau aktivitas saat tensi bisa menaikkan angka tekanan darah secara semu. Berikut adalah cara yang benar:
 

1. Posisi Duduk Harus Bersandar

Saat mengukur tensi, Sobat Medcom wajib duduk di kursi yang memiliki sandaran tegak. Jika punggung tidak bersandar, angka tekanan darah yang tertera pada alat bisa melonjak naik sekitar 10 hingga 15 mmHg.
 

2. Posisi Kaki Tidak Boleh Bersilang

Pastikan kedua telapak kaki menapak rata di lantai. Menyilangkan kaki saat pengukuran dapat menaikkan angka tensi hingga 10 mmHg.
 

3. Dilarang Berbicara atau Ngobrol

Selama alat tensimeter bekerja, Sobat Medcom harus diam dan tenang. Berbicara atau mengobrol saat diukur bisa membuat tekanan darah melonjak naik hingga 20 mmHg.

 
Baca juga: Darah Tinggi di Usia Dini? Emang Bisa? Yuk Cek Faktanya

 

4. Perhatikan Aturan 3 "Sebelum"

Pengukuran sebaiknya dilakukan sebelum makan, sebelum meminum obat, dan sebelum memulai aktivitas berat. Waktu idealnya adalah satu jam setelah mandi, di saat kondisi tubuh sudah benar-benar rileks dan tenang.
 

5. Perhatikan Ukuran Manset Sabuk Tensi

Satu alat tensimeter memang bisa digunakan bersama untuk satu keluarga. Namun, jika ada anggota keluarga yang bertubuh gemuk, pastikan ukuran manset (sabuk kain pembungkus lengan) disesuaikan.
 
“Manset berpengaruh. Kalau mansetnya kekecilan atau kebesaran, berpengaruh ke hasil akhirnya,” tegas dr. Eka.

 
Baca juga: Riwayat Keluarga Picu Jantung dan Hipertensi, Seberapa Besar Risikonya?

 

Berapa Kali Tekanan Darah Harus Diukur?

Bagi seseorang yang baru memulai atau belum terbiasa, dr. Eka menyarankan untuk melakukan pengukuran sebanyak tiga kali dalam satu sesi. Lalu, ambil dua hasil pengukuran terakhir dan cari rata-ratanya.
 
"Kadang-kadang pengukuran yang pertama itu adalah masa adaptasi tubuh, sehingga hasilnya cenderung lebih tinggi," jelas dr. Eka
 
Selain itu, cukup melakukannya pada dua waktu krusial, yaitu pagi hari dan malam hari. Biasanya, tekanan darah pada malam hari akan terdeteksi sedikit lebih rendah dibandingkan pada pagi hari.
 
Dokter juga mengingatkan agar kita tidak terlalu stres atau terobsesi melihat fluktuasi angka pada tensimeter setiap saat, karena rasa cemas justru akan membuat tekanan darah semakin naik.
 

Pahami Batasan Angka Hipertensi di Rumah

Satu hal penting yang sering salah dipahami oleh masyarakat adalah indikator angka normal. Batasan hipertensi di rumah sakit atau klinik berbeda dengan batasan saat mengukur sendiri di rumah.

Jika di klinik batasannya adalah 140/90 mmHg, maka batasan tekanan darah tinggi saat diukur di rumah adalah 135/85 mmHg. Jika angka tensi mandiri secara konsisten berada di atas angka tersebut, sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan tenaga medis.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(PRI)

MOST SEARCH