FITNESS & HEALTH
Era Baru Terapi Stroke: PYFA Hadirkan Teknologi Global Biar Makin Sat-set
Yatin Suleha
Senin 27 April 2026 / 10:09
- Sampai sekarang, stroke masih jadi salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas di Indonesia.
- Bahkan, datanya menunjukkan angka yang cukup tinggi di tahun 2023.
- Kalau produksi energinya terganggu, sel otak bisa mati lebih cepat, dan ini yang bikin pemulihan jangka panjang jadi makin berat.
Jakarta: Sampai sekarang, stroke masih jadi salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas di Indonesia. Bahkan, datanya menunjukkan angka yang cukup tinggi di tahun 2023. Masalahnya, tantangan stroke gak berhenti setelah masa kritis lewat aja.
Fase berikutnya justru krusial banget, yaitu gimana caranya biar sel otak gak makin rusak gara-gara kurang oksigen. Di tahap ini, sel-sel otak lagi dalam kondisi "sekarat" dan butuh energi ekstra. Kalau produksi energinya terganggu, sel otak bisa mati lebih cepat, dan ini yang bikin pemulihan jangka panjang jadi makin berat.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Pyridam Farma Tbk menghadirkan Cytofl avin sebagai terapi neuroprotektor yang dirancang untuk mendukung metabolisme dan respirasi seluler pada pasien stroke.
Dalam kondisi iskemik, gangguan fungsi mitokondria dan penurunan produksi energi menjadi faktor kunci dalam progresivitas cedera jaringan otak.
Melalui mekanisme yang mendukung efi siensi pemanfaatan oksigen dan optimalisasi pembentukan energi di tingkat sel, Cytofl avin berperan dalam menjaga viabilitas jaringan otak selama fase kritis hingga periode pemulihan awal, sehingga membantu klinisi dalam mengelola pasien secara lebih komprehensif.
Pendekatan berbasis dukungan metabolik ini semakin relevan mengingat tingginya angka disabilitas pasca-stroke yang berdampak signifi kan terhadap kualitas hidup pasien dan beban pembiayaan kesehatan nasional.
Intervensi yang diberikan pada fase akut dan subakut memiliki peran strategis dalam menentukan prognosis jangka panjang, sehingga kebutuhan terhadap terapi yang mendukung stabilitas seluler menjadi bagian penting dalam praktik klinis sehari-hari di fasilitas pelayanan kesehatan.

(Stroke adalah gangguan fungsi sistem saraf terjadi tiba-tiba disebabkan kurangnya aliran darah di otak. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Sepanjang tahun 2025, PYFA aktif berkolaborasi dalam lebih dari 30 forum dan seminar ilmiah neurologi di berbagai kota besar Indonesia sebagai bagian dari komitmen edukasi berkelanjutan kepada tenaga medis.
Penerimaan positif dari komunitas klinisi turut tercermin dari tingginya adopsi Cytofl avin yang kini telah dipercaya dan digunakan di lebih dari 304 rumah sakit di seluruh Indonesia, termasuk pusat layanan stroke dan rumah sakit rujukan.
Pengakuan terhadap standar kualitas dan efi kasi Cytofl avin juga datang langsung dari kalangan medis tanah air. Dr. dr. Mohammad Kurniawan, Sp.N(K), MSc, dokter spesialis neurologi dari RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang turut hadir dalam kegiatan medis di Rusia, menyampaikan apresiasinya terhadap teknologi di balik produksi terapi ini.
"Melihat langsung proses pembuatan dan teknologi mutakhir Cytofl avin di Rusia membuat saya kagum. Standar yang mereka terapkan sangat baik dalam memastikan efi siensi produksi dan efi kasi produk farmakologi," ujar Antes Eko Prasetyo, Direktur PYFA.
Ia juga menjelaskan bahwa pergeseran tren serangan stroke ke usia produktif di bawah 40 tahun menjadi urgensi bagi PYFA untuk menghadirkan inovasi terapi standar global.
"Inovasi farmasi dengan presisi seperti inilah yang dibutuhkan untuk memberikan dukungan terbaik bagi pasien yang memerlukan tatalaksana intensif seperti stroke di fase akut," tambahnya lagi.
Fun fact: Cytoflavin sudah dipercaya lebih dari 300 rumah sakit di Indonesia, lho! Ini jadi bukti kalau inovasi terapi saraf satu ini memang sudah jadi standar pilihan buat penanganan yang lebih oke.
"Pyfa berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan rumah sakit saat ini. Melalui distribusi Cytofl avin, kami ingin memastikan para tenaga kesehatan di Indonesia memiliki akses terhadap opsi terapi yang tepat untuk mendukung proses pemulihan pasien stroke secara optimal," ujar Antes.
Lewat penguatan terapi perlindungan saraf ini, PYFA makin membuktikan kalau mereka adalah partner kunci buat para tenaga medis. Tujuannya jelas pengin naikin standar penanganan stroke di Indonesia sekaligus memastikan terapi yang canggih kayak gini bisa makin gampang diakses oleh siapa saja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Fase berikutnya justru krusial banget, yaitu gimana caranya biar sel otak gak makin rusak gara-gara kurang oksigen. Di tahap ini, sel-sel otak lagi dalam kondisi "sekarat" dan butuh energi ekstra. Kalau produksi energinya terganggu, sel otak bisa mati lebih cepat, dan ini yang bikin pemulihan jangka panjang jadi makin berat.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Pyridam Farma Tbk menghadirkan Cytofl avin sebagai terapi neuroprotektor yang dirancang untuk mendukung metabolisme dan respirasi seluler pada pasien stroke.
Baca Juga :
Stroke Sebabkan 350 Ribu Kematian per Tahun
Dalam kondisi iskemik, gangguan fungsi mitokondria dan penurunan produksi energi menjadi faktor kunci dalam progresivitas cedera jaringan otak.
Melalui mekanisme yang mendukung efi siensi pemanfaatan oksigen dan optimalisasi pembentukan energi di tingkat sel, Cytofl avin berperan dalam menjaga viabilitas jaringan otak selama fase kritis hingga periode pemulihan awal, sehingga membantu klinisi dalam mengelola pasien secara lebih komprehensif.
Pendekatan berbasis dukungan metabolik ini semakin relevan mengingat tingginya angka disabilitas pasca-stroke yang berdampak signifi kan terhadap kualitas hidup pasien dan beban pembiayaan kesehatan nasional.
Intervensi yang diberikan pada fase akut dan subakut memiliki peran strategis dalam menentukan prognosis jangka panjang, sehingga kebutuhan terhadap terapi yang mendukung stabilitas seluler menjadi bagian penting dalam praktik klinis sehari-hari di fasilitas pelayanan kesehatan.

(Stroke adalah gangguan fungsi sistem saraf terjadi tiba-tiba disebabkan kurangnya aliran darah di otak. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
Sepanjang tahun 2025, PYFA aktif berkolaborasi dalam lebih dari 30 forum dan seminar ilmiah neurologi di berbagai kota besar Indonesia sebagai bagian dari komitmen edukasi berkelanjutan kepada tenaga medis.
Penerimaan positif dari komunitas klinisi turut tercermin dari tingginya adopsi Cytofl avin yang kini telah dipercaya dan digunakan di lebih dari 304 rumah sakit di seluruh Indonesia, termasuk pusat layanan stroke dan rumah sakit rujukan.
Pengakuan terhadap standar kualitas dan efi kasi Cytofl avin juga datang langsung dari kalangan medis tanah air. Dr. dr. Mohammad Kurniawan, Sp.N(K), MSc, dokter spesialis neurologi dari RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang turut hadir dalam kegiatan medis di Rusia, menyampaikan apresiasinya terhadap teknologi di balik produksi terapi ini.
"Melihat langsung proses pembuatan dan teknologi mutakhir Cytofl avin di Rusia membuat saya kagum. Standar yang mereka terapkan sangat baik dalam memastikan efi siensi produksi dan efi kasi produk farmakologi," ujar Antes Eko Prasetyo, Direktur PYFA.
Ia juga menjelaskan bahwa pergeseran tren serangan stroke ke usia produktif di bawah 40 tahun menjadi urgensi bagi PYFA untuk menghadirkan inovasi terapi standar global.
"Inovasi farmasi dengan presisi seperti inilah yang dibutuhkan untuk memberikan dukungan terbaik bagi pasien yang memerlukan tatalaksana intensif seperti stroke di fase akut," tambahnya lagi.
Baca Juga :
Layanan Stroke di NTT Memasuki Babak Baru
Fun fact: Cytoflavin sudah dipercaya lebih dari 300 rumah sakit di Indonesia, lho! Ini jadi bukti kalau inovasi terapi saraf satu ini memang sudah jadi standar pilihan buat penanganan yang lebih oke.
"Pyfa berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan rumah sakit saat ini. Melalui distribusi Cytofl avin, kami ingin memastikan para tenaga kesehatan di Indonesia memiliki akses terhadap opsi terapi yang tepat untuk mendukung proses pemulihan pasien stroke secara optimal," ujar Antes.
Lewat penguatan terapi perlindungan saraf ini, PYFA makin membuktikan kalau mereka adalah partner kunci buat para tenaga medis. Tujuannya jelas pengin naikin standar penanganan stroke di Indonesia sekaligus memastikan terapi yang canggih kayak gini bisa makin gampang diakses oleh siapa saja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)