FITNESS & HEALTH

Berpuasa bagi Ibu Menyusui Diperbolehkan selama Asupan Nutrisi Cukup

Raka Lestari
Jumat 01 April 2022 / 13:10
Jakarta: Memasuki bulan Ramadan, mungkin banyak dari pada ibu yang menyusui merasa kebingungan. Apakah harus melakukan ibadah puasa ataukah tidak?

Kekhawatiran lainnya yang mungkin dialami oleh para ibu yang sedang menyusui adalah produksi ASI mereka yang ditakutkan akan berkurang. Nah dr. Melisa Lilisari, SpA, Mkes., Spesialis Anak Bamed mencoba menjelaskan.

“Ibu menyusui tetap bisa berpuasa dengan catatan makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka harus memenuhi kecukupan nutrisi dan juga kebutuhan cairan agar ibu tidak mengalami dehidrasi,” ujar dr. Melisa dalam Virtual Media Briefing.

“Bagi ibu menyusui yang bayinya berusia di bawah 6 bulan, keputusan untuk berpuasa di bulan Ramadan sebaiknya dilakukan dengan melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Mengingat pada usia tersebut bayi hanya mengonsumsi ASI, berbeda dengan bayi yang lebih besar yang sudah mendapatkan MPASI,” tutur dr. Melisa.

Tentang produksi ASI selama puasa, dr. Melisa mengemukakan bahwa produksi ASI tidak akan terganggu saat ibu menyusui, selama bayinya tetap menyusui. Sebab adanya rangsangan dari bayi melalui proses menghisap payudara saat menyusui dan tubuh ibu juga akan menyesuaikan saat berpuasa.

Tubuh memiliki proses adaptasi dengan mengambil sumber cadangan lemak tubuh. Kandungan nutrisi mikronutrien pada ASI (kalium, magnesium, seng) bisa saja mengalami sedikit perubahan, namun tidak dengan nutrisi makronutrien (karbohidrat, protein, lemak). Namun hal ini tidak terlalu signifikan, bisa teratasi saat ibu sudah dapat makan kembali (saat berbuka dan sahur).

“Selama bayi tetap disusui sesuai keinginannya, bayi tetap mendapatkan nutrisi yang cukup sebagaimana biasanya. Ibu menyusui dapat melanjutkan berpuasa bila bayi tidak lemas atau tetap terlihat aktif seperti biasa, tidak ada keluhan buang air kecil menjadi jarang dan berwarna kepekatan,” ungkap dr. Melisa.

Keluhan yang berkaitan dengan kemungkinan dehidrasi seperti pusing, bibir kering, lemas, pandangan berkunang-kunang, buang air kecil jarang dan berwarna kepekatan, harus diwaspadai. 

“Bila tanda-tanda ini terjadi, ibu menyusui dapat segera mengonsumsi cairan dan elektrolit kembali,” tutup dr. Melisa.
(FIR)

MOST SEARCH