FITNESS & HEALTH

Jangan Panik, Parosmia Bisa Disembuhkan dengan Terapi Ini

Muhammad Syahrul Ramadhan
Rabu 06 Januari 2021 / 14:53
Jakarta: Kekinian tengah dikembangkan terapi untuk membantu penderita parosmia atau gangguan indra penciuman. Pengembangan ini dilakukan oleh Charity AbScent, bersama dengan ENT UK dan British Rhinological Society.

Parosmia sendiri saat ini menjadi gejala anyar Covid-19. Dimana penderita akan mempresepsikan bau yang berbeda dari yang seharusnya atau halusinasi penciuman. Namun, kamu tidak perlu panik apabila merasakan gejala-gejala yang mengarah ke parosmia. 

Charity AbScent, bersama dengan ENT UK dan British Rhinological Society merekomendasikan penderita parosmia bisa melakukan “pelatihan penciuman”. Caranya dengan mengendus beragam aroma.
 

Rekomendasi untuk Menyembuhkan Parosmia

Adapun rekomendasi bagi penderita adalah mengendus minyak mawar, lemon, cengkeh dan kayu putih. Ini dilakukan setiap hari selama 20 detik. Dengan terapi ini, parosmia bisa disembuhkan dan indra penciuman kamu akan kembali normal secara perlahan.

Dijelaskan oleh ahli bedah telinga, hidung dan tenggorokan (THT) Profesor Nirmal Kumar kepada Sky News, bahwa parosmia sebagai virus neurotropik, virus ini memiliki keterkaitan dengan saraf di kepala dan khususnya, saraf yang mengontrol indra penciuman. 

“Akan tetapi virus ini juga mungkin memengaruhi saraf lain juga dan menurut kami itu juga bisa memengaruhi neurotransmiter yaitu suatu mekanisme saraf yang mengirim pesan ke otak,” kata Prof. Kumar. 

Lebih detail, dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan dan kepala Leher (THT-KL) Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Anton Sony Wibowo menjelaskan penyebab parosmia dalam kasus covid-19 adalah virus SARS Cov 2 memengaruhi jalur proses penciuman seseorang. Hal tersebut bisa dari reseptor saraf penciuman (saraf kranial 1), saraf penciuman, atau sampai dengan pusat persepsi saraf penciuman.
(ACF)

MOST SEARCH