FITNESS & HEALTH

Upaya Tingkatkan Kualitas Perawatan Kesuburan dengan Data Hasil IVF

Elang Riki Yanuar
Jumat 18 September 2026 / 18:00
Ringkasnya gini..
  • Morula dan Monash University membangun registri IVF untuk mengukur hasil perawatan kesuburan secara lebih menyeluruh hingga kelahiran hidup.
  • Morula memperkuat layanan fertilitas berbasis data agar pasien mendapat informasi hasil perawatan IVF yang lebih transparan dan komprehensif.
  • Morula IFC hadir di BSD City dengan layanan fertilitas terintegrasi, laboratorium IVF canggih, dan dukungan tenaga ahli berpengalaman.
Jakarta: Morula Indonesia memperkuat upaya menghadirkan perawatan kesuburan yang lebih baik melalui kemitraan dengan Education Program in Reproduction and Development (EPRD) dari Monash University. Kolaborasi ini diarahkan untuk membangun registri longitudinal hasil fertilisasi in vitro (IVF) dengan memanfaatkan data dari jaringan klinik fertilitas Morula di seluruh Indonesia.

Inisiatif tersebut diumumkan bersamaan dengan pembukaan Morula International Fertility Clinic (Morula IFC) di Biomedical Campus, BSD City. Kehadiran registri IVF dan klinik baru tersebut menjadi bagian dari langkah Morula untuk memperkuat layanan fertilitas berbasis data sekaligus meningkatkan transparansi hasil perawatan.

Melalui registri longitudinal, Morula dan Monash University ingin melihat keberhasilan program IVF secara lebih menyeluruh. Pendekatan tersebut tidak hanya melihat apakah kehamilan terjadi setelah satu kali transfer embrio, tetapi juga mengikuti perjalanan embrio dari satu kali pengambilan sel telur hingga mencapai kelahiran hidup.

Selama ini, hasil IVF sering kali dilaporkan berdasarkan tingkat kehamilan dalam satu kali transfer embrio. Padahal, satu siklus IVF dapat mencakup satu kali stimulasi ovarium dan pengambilan sel telur yang kemudian diikuti beberapa transfer embrio, baik fresh embryo maupun frozen embryo.

Karena itu, basis data hasil IVF Morula dan Monash akan menghubungkan pengambilan sel telur awal dengan seluruh transfer embrio berikutnya dalam satu complete ART cycle atau siklus ART lengkap. Data tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai perjalanan pasien dalam menjalani perawatan fertilitas.

Registri tersebut secara bertahap akan mengkaji sejumlah indikator, termasuk angka kelahiran hidup kumulatif dari satu siklus ART lengkap. Data juga akan melihat hasil dari transfer fresh embryo dan frozen embryo berikutnya, hasil pada berbagai kelompok pasien, serta waktu dan jumlah tahapan perawatan yang diperlukan hingga mencapai kelahiran hidup.

Dr. Mulyoto Pangestu, dosen pada Education Program in Reproduction and Development (EPRD), Department of Obstetrics and Gynaecology, School of Clinical Sciences, Monash Health, yang merupakan bagian dari Faculty of Medicine, Nursing and Health Sciences, Monash University, mengatakan ukuran keberhasilan perawatan fertilitas perlu dilihat dari hasil akhir yang diharapkan pasien.
 

“Bagi pasien, pertanyaan yang penting bukan hanya apakah suatu transfer embrio menghasilkan kehamilan, tetapi juga seberapa besar kemungkinan pada akhirnya mencapai kelahiran hidup setelah menjalani keseluruhan rangkaian perawatan,” ujar Dr. Mulyoto Pangestu.

Dr. Ivan Rizal Sini, CEO PT Morula Indonesia dan Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, mengatakan kehamilan merupakan salah satu tahapan dalam perjalanan fertilitas. Menurut dia, tujuan utama pasien menjalani perawatan adalah memiliki bayi.

“Kehamilan merupakan sebuah tahapan penting, tetapi pada akhirnya keluarga menjalani perawatan fertilitas dengan harapan dapat memiliki seorang bayi,” ujar Dr. Ivan Rizal Sini.

“Melalui kerja sama dengan Monash University, kami berharap dapat berkontribusi dalam menghadirkan bukti yang lebih kuat, transparansi yang lebih baik, serta layanan fertilitas yang didukung oleh informasi yang lebih baik di Indonesia," lanjutnya.

Selain memperkuat basis data, Morula juga memperluas layanan melalui pembukaan Morula International Fertility Clinic di BSD City. Klinik seluas 1.200 meter persegi tersebut dibangun berdasarkan pengalaman Morula selama 28 tahun dalam memberikan pelayanan fertilitas di Indonesia.

Morula IFC berada di kawasan Banten International Education, Technology and Health Special Economic Zone di BSD City. Kehadiran fasilitas tersebut ditujukan untuk memperluas akses layanan fertilitas tingkat lanjut bagi keluarga di Tangerang Raya, Banten, hingga wilayah Jabodetabek bagian barat.

Dari sisi laboratorium, klinik tersebut dipimpin Audrey Wei sebagai Scientific Director sekaligus klinis embriologis asal Australia yang memiliki pengalaman internasional lebih dari 20 tahun. Dia bekerja bersama Prof. Arief Boediono, Group Scientific Director Morula Indonesia.

Morula IFC juga melibatkan Dr. Lihong Geng, Chief Medical Quality Control Officer dari Jinxin Fertility Group yang terdaftar di bursa Hong Kong. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari jaringan internasional yang dikembangkan Morula dalam layanan fertilitas.

Layanan di Morula IFC menggunakan model Morula 360° Fertility Care yang mengintegrasikan tim medis, keperawatan, embriologi, farmasi, serta dukungan pasien sejak konsultasi awal hingga seluruh proses perawatan. Pendekatan ini dirancang untuk memberikan kesinambungan dalam perjalanan pasien.

Fasilitas klinik turut dilengkapi laboratorium IVF, fasilitas penyimpanan kriopreservasi yang dipantau selama 24 jam setiap hari, serta ruang konsultasi dan konseling. Fasilitas tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan privasi dan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan.

Naveen K. Mantha, Deputy CEO Morula Indonesia, mengatakan standar internasional dalam layanan fertilitas tidak hanya berkaitan dengan asal keahlian yang dimiliki. Menurut dia, pengalaman global perlu dipadukan dengan pemahaman terhadap kebutuhan keluarga di Indonesia.

“Menjadi internasional bukan hanya tentang dari mana keahlian kami berasal. Hal ini berarti menggabungkan pengalaman global dan standar operasional yang kuat dengan pemahaman yang mendalam mengenai keluarga Indonesia, serta memberikan kualitas tersebut secara konsisten di setiap tahapan perjalanan fertilitas," jelasnya.










 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)

MOST SEARCH