FITNESS & HEALTH
Bantu Turunin BB & Jaga Ginjal, Kenalan Sama Obat Diabetes Baru Hasil Kolab Indo-Korea!
A. Firdaus
Senin 29 Juni 2026 / 18:40
- Berdasarkan data IDF, Indonesia memiliki sekitar 20 juta orang dewasa dengan diabetes pada 2024.
- ENVLO merupakan obat golongan SGLT2 inhibitor generasi baru, yang bekerja membantu membuang kelebihan gula darah melalui urine.
- Daewoong berkomitmen memperluas akses pengobatan diabetes melalui pembangunan pabrik di Cikarang.
Jakarta: Kasus diabetes di Indonesia terus meningkat dan menjadi perhatian serius, karena banyak penderitanya baru mengetahui penyakit tersebut setelah muncul komplikasi.
Kondisi ini mendorong Daewoong Pharmaceutical Indonesia, bersama Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) dan Korean Diabetes Association (KDA), memperkuat kolaborasi sekaligus meluncurkan Enavlogliflozin 0,3 mg (ENVLO), obat diabetes generasi terbaru, yang diharapkan dapat membantu mengendalikan gula darah, sekaligus menekan risiko kerusakan ginjal dan penyakit jantung.
Peluncuran ENVLO dilakukan di tengah tingginya angka diabetes di Indonesia. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia memiliki sekitar 20 juta orang dewasa dengan diabetes pada 2024, dan diperkirakan meningkat menjadi hampir 29 juta pada 2050.
Selain itu, sekitar 15 juta orang dewasa diperkirakan belum terdiagnosis, sementara diabetes dan komplikasinya menyebabkan lebih dari 130 ribu kematian setiap tahun.
"Melalui forum ini, kami berharap bisa memberikan edukasi medis, memperkuat kolaborasi antara Indonesia dan Korea, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas perawatan diabetes di Indonesia," ujar dr. Wicak Prasetiadi, Head of Brand & Marketing of PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia dalam acara ENVLO National Grand Launch di Hotel Arya Duta, Bandung, Minggu (28/06/26).
Prof. Dr. dr. Em Yunir, SpPD-KEMD, Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), mengatakan diabetes di Indonesia terus meningkat, namun sekitar 70 persen kasus masih belum terdiagnosis.
Menurutnya, tantangan pengelolaan diabetes bukan hanya pada pilihan obat, tetapi juga kepatuhan pasien dan pemilihan terapi, yang sesuai dengan kondisi masing-masing, termasuk fungsi ginjal dan risiko penyakit jantung.
"Kita harapkan dengan obat baru yang akan kita launching ini, pengendalian diabetes menjadi lebih baik dan risiko komplikasi jantung dan ginjal bisa kita cegah atau kita kurangi," kata Prof. Yunir.
Ia menambahkan, kerja sama antara Perkeni dan Korean Diabetes Association akan mencakup pendidikan, pertukaran tenaga ahli, hingga penelitian bersama untuk mempelajari karakteristik pasien diabetes di Indonesia, yang dinilai memiliki kemiripan dengan populasi Asia, khususnya Korea.
Prof. DR. Dr. Hikmat Permana, SpPD, K-EMD, Head, Division of Endocrinology Universitas Padjadjaran / RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, menjelaskan ENVLO merupakan obat golongan SGLT2 inhibitor generasi baru, yang bekerja membantu membuang kelebihan gula darah melalui urine.
Menurutnya, mekanisme tersebut mengikuti proses alami tubuh, sehingga dapat membantu menurunkan kadar gula darah, sekaligus mengurangi risiko komplikasi.
"ENVLO memperlihatkan penurunan HbA1c dalam 24 minggu. Yang paling penting, komplikasi akibat gula darah tinggi bisa dicegah lebih awal," ujar Prof. Hikmat.
Ia mengatakan pengendalian gula darah di Indonesia masih menjadi tantangan, karena hanya sekitar 32 persen pasien yang berhasil mencapai target HbA1c di bawah 7 persen. Kondisi itu membuat banyak pasien berakhir menjalani cuci darah, atau tindakan pemasangan ring jantung.
Selain menurunkan gula darah tanpa meningkatkan risiko hipoglikemia, ENVLO juga disebut membantu menurunkan berat badan, memperbaiki fungsi sel beta pankreas, mengurangi resistensi insulin, serta memberikan perlindungan terhadap jantung dan ginjal.
Sementara itu, dr. Wicak mengatakan Daewoong berkomitmen memperluas akses pengobatan diabetes melalui pembangunan pabrik di Cikarang.
Langkah tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi, sehingga harga obat menjadi lebih terjangkau dan berpeluang masuk ke Formularium Nasional (Fornas), maupun BPJS Kesehatan.
"Saat ini produk kami masih impor. Dengan membangun pabrik di Indonesia, kami berharap harga obat bisa lebih terjangkau bagi masyarakat," jelasnya.
Menurut dr. Wicak, meski nilai tukar mata uang asing mengalami fluktuasi, Daewoong belum berencana menaikkan harga obat. Bahkan, harga ENVLO dipasarkan sekitar 5–10 persen lebih rendah, dibandingkan obat lain di kelas SGLT2 yang sudah tersedia di Indonesia.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Kondisi ini mendorong Daewoong Pharmaceutical Indonesia, bersama Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) dan Korean Diabetes Association (KDA), memperkuat kolaborasi sekaligus meluncurkan Enavlogliflozin 0,3 mg (ENVLO), obat diabetes generasi terbaru, yang diharapkan dapat membantu mengendalikan gula darah, sekaligus menekan risiko kerusakan ginjal dan penyakit jantung.
Peluncuran ENVLO dilakukan di tengah tingginya angka diabetes di Indonesia. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia memiliki sekitar 20 juta orang dewasa dengan diabetes pada 2024, dan diperkirakan meningkat menjadi hampir 29 juta pada 2050.
Selain itu, sekitar 15 juta orang dewasa diperkirakan belum terdiagnosis, sementara diabetes dan komplikasinya menyebabkan lebih dari 130 ribu kematian setiap tahun.
"Melalui forum ini, kami berharap bisa memberikan edukasi medis, memperkuat kolaborasi antara Indonesia dan Korea, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas perawatan diabetes di Indonesia," ujar dr. Wicak Prasetiadi, Head of Brand & Marketing of PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia dalam acara ENVLO National Grand Launch di Hotel Arya Duta, Bandung, Minggu (28/06/26).
Kolaborasi Indonesia-Korea perkuat penanganan diabetes
Prof. Dr. dr. Em Yunir, SpPD-KEMD, Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), mengatakan diabetes di Indonesia terus meningkat, namun sekitar 70 persen kasus masih belum terdiagnosis.
Menurutnya, tantangan pengelolaan diabetes bukan hanya pada pilihan obat, tetapi juga kepatuhan pasien dan pemilihan terapi, yang sesuai dengan kondisi masing-masing, termasuk fungsi ginjal dan risiko penyakit jantung.
"Kita harapkan dengan obat baru yang akan kita launching ini, pengendalian diabetes menjadi lebih baik dan risiko komplikasi jantung dan ginjal bisa kita cegah atau kita kurangi," kata Prof. Yunir.
Ia menambahkan, kerja sama antara Perkeni dan Korean Diabetes Association akan mencakup pendidikan, pertukaran tenaga ahli, hingga penelitian bersama untuk mempelajari karakteristik pasien diabetes di Indonesia, yang dinilai memiliki kemiripan dengan populasi Asia, khususnya Korea.
ENVLO diklaim bantu kendalikan gula darah lebih cepat
Prof. DR. Dr. Hikmat Permana, SpPD, K-EMD, Head, Division of Endocrinology Universitas Padjadjaran / RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, menjelaskan ENVLO merupakan obat golongan SGLT2 inhibitor generasi baru, yang bekerja membantu membuang kelebihan gula darah melalui urine.
Menurutnya, mekanisme tersebut mengikuti proses alami tubuh, sehingga dapat membantu menurunkan kadar gula darah, sekaligus mengurangi risiko komplikasi.
"ENVLO memperlihatkan penurunan HbA1c dalam 24 minggu. Yang paling penting, komplikasi akibat gula darah tinggi bisa dicegah lebih awal," ujar Prof. Hikmat.
Ia mengatakan pengendalian gula darah di Indonesia masih menjadi tantangan, karena hanya sekitar 32 persen pasien yang berhasil mencapai target HbA1c di bawah 7 persen. Kondisi itu membuat banyak pasien berakhir menjalani cuci darah, atau tindakan pemasangan ring jantung.
Selain menurunkan gula darah tanpa meningkatkan risiko hipoglikemia, ENVLO juga disebut membantu menurunkan berat badan, memperbaiki fungsi sel beta pankreas, mengurangi resistensi insulin, serta memberikan perlindungan terhadap jantung dan ginjal.
Daewoong bangun pabrik di Indonesia
Sementara itu, dr. Wicak mengatakan Daewoong berkomitmen memperluas akses pengobatan diabetes melalui pembangunan pabrik di Cikarang.
Langkah tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi, sehingga harga obat menjadi lebih terjangkau dan berpeluang masuk ke Formularium Nasional (Fornas), maupun BPJS Kesehatan.
"Saat ini produk kami masih impor. Dengan membangun pabrik di Indonesia, kami berharap harga obat bisa lebih terjangkau bagi masyarakat," jelasnya.
Menurut dr. Wicak, meski nilai tukar mata uang asing mengalami fluktuasi, Daewoong belum berencana menaikkan harga obat. Bahkan, harga ENVLO dipasarkan sekitar 5–10 persen lebih rendah, dibandingkan obat lain di kelas SGLT2 yang sudah tersedia di Indonesia.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)