FITNESS & HEALTH

Moms, Ini 3 Langkah Menghadapi Isu Gagal Ginjal Akut pada Anak

A. Firdaus
Rabu 16 November 2022 / 16:15
Jakarta: Meski sudah dikatakan mereda, kasus gagal ginjal akut pada anak masih harus jadi perhatian para moms. Sebab, pada data dari Kemenkes per 4 November lalu, sebanyak 325 kasus telah dilaporkan dan penderita paling banyak didominasi usia 1 hingga 5 tahun.

Sementara per 15 November 2022, masih ada 14 pasien yang masih dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Ke-14 pasien tersebut masih bertahan karena mengalami stadium 3 atau stadium terberat.

Meski harus menjadi perhatian, bukan berarti moms panik. Tetap tenang dan mawas diri menghadapi isu ini menjadi cara bijak yang mesti moms lakukan.

"Banyaknya kasus gagal ginjal akut pada anak yang terjadi, mungkin membuat para orang tua menjadi bingung dan khawatir. Hal ini tentunya wajar dan dapat dipahami, karena orang tua yang baik akan selalu berusaha memberikan yang terbaik pada anaknya," kata dr. Abi Noya, selaku Medical Content Marketing Senior Manager dari Alodokter.

Guna menghindari kepanikan, ada baiknya moms mencari informasi yang valid dan dapat dipercaya, misalnya konten kesehatan yang telah ditinjau dan diverifikasi kebenarannya oleh dokter.

Para moms juga bisa memanfaatkan layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter. Baik dokter umum maupun dokter spesialis anak, guna mendapatkan pemahaman lebih lanjut tentang gagal ginjal akut pada anak, mulai dari gejala, kemungkinan penyebab, pencegahan, hingga gambaran penanganannya.

Sejauh ini, IDAI juga telah menelusuri berbagai kemungkinan penyebab gagal ginjal akut pada anak, selain penggunaan obat-obatan yang mengandung cemaran etilen glikol dan dietilen glikol. Namun, obat-obatan tersebut tidak diproduksi dan tidak beredar di Indonesia, serta tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Republik Indonesia.

Oleh karena itu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti gagal ginjal akut progresif atipikal pada anak yang tengah terjadi di Indonesia.

Menurut Dr. Abi, setidaknya ada 3 langkah yang bisa diambil oleh orang tua di Indonesia, agar bisa tetap tenang dalam menghadapi isu gagal ginjal akut pada anak. Langkah-langkah tersebut adalah:
 

1. Tekun mengedukasi anak


Ketekunan orang tua dalam membimbing dan mengajarkan anak pentingnya menjalani gaya hidup bersih dan sehat, seperti pola makan bergizi seimbang, memenuhi kebutuhan cairan, rutin beraktivitas fisik, serta mencukupi istirahat.
 

2. Obat sesuai anjuran dokter


Pada musim penghujan, penyakit rentan sekali datang menghampiri anak-anak. Pastikan dalam memberikan obat, agar tidak membeli obat secara mandiri di luar dari anjuran dan pemantauan dokter tepercaya.
 

3. Perluas wawasan isu gagal ginjal


Meningkatkan wawasan mengenai isu gagal ginjal akut pada anak melalui sumber informasi yang dapat dipercaya, misalnya artikel medis yang telah ditinjau oleh dokter, seperti yang dimiliki Alodokter.

"Terdapat beberapa gejala kondisi gagal ginjal akut pada anak seperti demam selama 3-5 hari, diare, mual, muntah, batuk, pilek dan mengantuk serta jumlah urine semakin sedikit, bahkan tidak bisa kencing sama sekali. Jika Si Kecil mengalami gejala-gejala tersebut, moms bisa memanfaatkan telemedisin untuk berkonsultasi langsung dengan dokter, guna mendapatkan arahan dan anjuran dari dokter.

"Jika dirasa perlu, dokter juga dapat merujuk Si Kecil ke rumah sakit terdekat, untuk mendapatkan pemeriksaan maupun penanganan yang lebih intensif. Deteksi dini yang disertai dengan penanganan yang cepat dan tepat akan sangat bermanfaat untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan," tutup dr. Abi.
(FIR)

MOST SEARCH