FITNESS & HEALTH
7 Tanda dan Gejala Kamu Terlalu Banyak Konsumsi Protein
Yuni Yuli Yanti
Kamis 24 Februari 2022 / 07:00
Jakarta: Protein termasuk salah satu dari tiga mikronutrien, bersama dengan lemak dan karbohidrat. Artinya, protein diperlukan tetapi dengan semua nutrisi lain dalam makanan.
Sayangnya, kebanyakan orang mengikuti diet protein karena ingin mempertahankan dan meningkatkan massa otot, tetapi saat melakukannya mereka membuat kesalahan dengan menghindari nutrisi lain, yang justru dapat meningkatkan risiko konsumsi protein jadi berlebihan.
Menurut laporan Dietary Reference Intake untuk zat gizi mikro, dianjurkan untuk mengonsumsi 0,8 gram protein per kilogram berat badan atau 0,36 gram per pon secara teratur. Pasalnya, terlalu banyak konsumsi protein ternyata berdampak negatif bagi kesehatan.
Dr Bela Sharma, Direktur Penyakit Dalam, Fortis Memorial Research Institute, Gurugram menyebutkan kepada HealthShots beberapa gejala tubuhmu kelebihan protein!

(Kram pada perut dan kembung yang disertai dengan sembelit atau diare juga bisa menjadi tanda kamu kelebihan protein. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)

(Bau mulut juga bisa menjadi pertanda kamu berlebihan mengonsumsi protein. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)
Sayangnya, kebanyakan orang mengikuti diet protein karena ingin mempertahankan dan meningkatkan massa otot, tetapi saat melakukannya mereka membuat kesalahan dengan menghindari nutrisi lain, yang justru dapat meningkatkan risiko konsumsi protein jadi berlebihan.
Menurut laporan Dietary Reference Intake untuk zat gizi mikro, dianjurkan untuk mengonsumsi 0,8 gram protein per kilogram berat badan atau 0,36 gram per pon secara teratur. Pasalnya, terlalu banyak konsumsi protein ternyata berdampak negatif bagi kesehatan.
Dr Bela Sharma, Direktur Penyakit Dalam, Fortis Memorial Research Institute, Gurugram menyebutkan kepada HealthShots beberapa gejala tubuhmu kelebihan protein!
1. Dehidrasi
Mengonsumsi terlalu banyak protein bukanlah masalah bagi kebanyakan orang, tetapi jika kamu melakukannya secara berlebihan untuk jangka waktu yang lama, pada akhirnya dapat menyebabkan dehidrasi. Alasannya, ketika tubuh mengonsumsi protein berlebih, ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang kelebihannya dan limbah nitrogen dari tubuh melalui urin. Hal ini dapat membuatmu jadi lebih sering buang air kecil sehingga meningkatkan risiko dehidrasi.2. Hati
Bila kamu mengonsumsi protein berlebih untuk jangka waktu yang lama, seiring waktu dapat membebani hati dan mengganggu fungsinya.3. Berat badan bertambah
Ya, diet tinggi protein dapat membantu menurunkan berat badan, tetapi hasil ini mungkin hanya untuk jangka pendek, terutama jika kamu mengonsumsi protein berlebih. Ketika kamu mengonsumsi lebih banyak protein daripada yang dapat digunakan atau dibutuhkan tubuh, itu akan disimpan sebagai lemak. Oleh sebab itu, untuk menurunkan berat badan, sertakan protein tanpa lemak bersama dengan karbohidrat dan nutrisi lainnya.
(Kram pada perut dan kembung yang disertai dengan sembelit atau diare juga bisa menjadi tanda kamu kelebihan protein. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)
4. Sembelit
Diet tinggi protein berarti diet rendah serat dan rendah karbohidrat yang dapat dengan mudah menyebabkan masalah pencernaan. Mulai dari sembelit, mual, diare dan lain sebagainya. Bersamaan dengan itu, kamu mungkin juga akan mengalami kram dan kembung.5. Kerusakan ginjal
Efek samping utama dari konsumsi protein yang berlebihan adalah dampak negatif pada ginjal. National Kidney Foundation mencatat bahwa konsumsi protein yang berlebihan dapat mengindikasikan kemungkinan penyakit dan kegagalan ginjal. Kelelahan, sulit tidur, sering buang air kecil, kurang nafsu makan, kram otot, bengkak di kaki dan pergelangan kaki adalah beberapa tanda masalah ginjal.
(Bau mulut juga bisa menjadi pertanda kamu berlebihan mengonsumsi protein. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
6. Bau mulut
Jika kamu terus-menerus mengalami bau mulut, itu pertanda kamu berlebihan mengonsumsi protein. Ini terjadi karena untuk meningkatkan asupan protein, kamu membatasi asupan karbohidrat. Kekurangan karbohidrat memaksa tubuh untuk membuat energi dari sumber lain yang mengarah pada produksi bahan kimia yang dapat memberikan bau yang tidak sedap.7. Penyakit jantung
Sebuah studi dari para peneliti di University of Eastern Finland menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan tinggi protein meningkatkan risiko gagal jantung hingga 33 persen.Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(yyy)