FITNESS & HEALTH

Tak hanya Pernapasan, Covid-19 Juga Menyerang Saraf, Ini Gejalanya

Kumara Anggita
Senin 16 Agustus 2021 / 11:07
Jakarta: Seperti yang kita ketahui, covid-19 adalah penyakit yang identik dengan pernapasan. Pasien biasanya merasa sesak hingga perlu bantuan ventilator ketika sudah terinfeksi.

Tak hanya itu, covid-19 juga menyerang saraf. Hal ini membuat para pasien tetap mengalami berbagai gejala ketika sudah dinyatakan negatif.

Berdasarkan beberapa penelitian yang diambil dari Press Release RSUI, infeksi virus corona tidak hanya menyerang saluran pernapasan, tapi juga dapat berdampak negatif terhadap saraf dan otak.

Sebuah penelitian di Meksiko menunjukkan dari 370 pasien yang dirawat, sekitar 20% mengalami gejala neurologis. Seperti sakit kepala, anosmia, ageusia dan gangguan neurologis lainnya.

Selain itu, penelitian dari Oxford menunjukkan dari 236.379 pasien yang didiagnosis COVID-19, sebanyak 33,62% nya mengalami gangguan neurologis dan psikiatris dalam 6 bulan setelahnya.

Menurut dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.S selaku dokter spesialis saraf sekaligus Kepala Instalasi Gawat Darurat RSU menjelaskan, mekanisme bagaimana virus corona dapat mengenai saraf. Terdapat dua cara virus mengenai saraf yaitu secara langsung dan tidak langsung.

“Secara langsung, yaitu virus yang berada pada ujung-ujung saraf, misalnya saraf pada hidung, lidah, paru-paru, usus, lalu ke otak. Pada jalur yang tidak langsung, saraf bisa terkena akibat respon tubuh melawan virus, virus di dalam pembuluh darah dan beredar ke seluruh tubuh dan bisa masuk ke otak” paparnya dalam Seminar dengan Tema ‘Gangguan Saraf saat Terkena Covic-19,".

Dokter Sena dan tim telah melakukan penelitian terkait gangguan saraf pada penderita COVID-19 di RSUI dan RSCM. Dari 227 pasien, terdapat beberapa pasien yang mengalami gangguan saraf. Di antaranya penurunan kesadaran (59 kasus), stroke (58 kasus), pingsan (46 kasus), kejang (28 kasus), sakit kepala (22 kasus), infeksi otak (16 kasus), serta gangguan penciuman/pengecapan (8 kasus).

Dengan angka kematian selama perawatan di rumah sakit sebesar 48,5% (110 dari 227). Di rumah sakit karena didominasi oleh pasien yang bergejala berat, maka kebanyakan juga memiliki gangguan saraf yang berat.

Lebih lanjut, dr. Sena memaparkan pada kondisi awal, gangguan saraf bisa berupa sakit kepala, gangguan penciuman, dan pengecapan. Sementara pada kondisi lanjut, gangguan saraf bisa berupa stroke, penurunan kesadaran, dan kejang.

Oleh karena itu penting sekali untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk mencegah komplikasi yang lebih parah.
(FIR)

MOST SEARCH