FITNESS & HEALTH

Mengenal Prokrastinasi, Orang yang Suka Menunda-nunda Pekerjaan

Raka Lestari
Kamis 12 Agustus 2021 / 14:22
Jakarta: Menunda-nunda atau membiarkan pekerjaan sampai mendekati batas waktu memang bukan hal yang baik untuk produktivitas seseorang, namun banyak orang sering melakukannya. Hal ini sering juga disebut dengan procrastination atau prokrastinasi

Menurut penelitian yang oleh profesor psikologi Joseph Ferrari, sebanyak 20 persen orang masuk ke dalam chronic procrastinators yaitu sering menunda tugas karena mereka tidak ingin melakukannya. 

Namun pada umumnya, seseorang ingin memperbaiki kebiasaan menunda pekerjaan tersebut, tidak peduli seberapa parahnya. Cara yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut: 
 

Pahami kondisinya


Langkah pertama yang harus dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan menunda pekerjaan adalah dengan memahaminya, dan ada beberapa kesalahpahaman mengapa seseorang menunda-nunda pekerjaan.  

"Kebanyakan orang berpikir bahwa menunda pekerjaan adalah masalah manajemen waktu, padahal faktanya itu merupakan masalah regulasi emosional," ujar Dr Tim Pychyl, Associate Professor of Psychology di Carleton University dan kepala Procrastination Research Group, mengatakan kepada Bustle.

Bagi sebagian orang, menunda-nunda pekerjaan memiliki akar dari kecemasan yang dialami.

"Kecemasan mengarahkan seseorang untuk menghindar dan menghindar hanya akan menambah kecemasan," kata psikolog Dr Paola Bailey, PsyD. 

Membenci suatu hal, entah berakar pada kecemasan atau hal lain, yang membuat seseorang termotivasi untuk menunda-nunda pekerjaan.


nunda
(Tanyakan pada diri kamu sendiri apa yang membuat kamu jadi menunda-nunda pekerjaa. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Ketahui dimana harus memulai 


Mengetahui dari mana harus memulai dan mengatasi keinginan untuk menunda pekerjaan bisa menjadi hal yang sulit, namun ada cara yang bisa kamu lakukan. 

"Cara utama untuk mengatasi prokrastinasi adalah dengan mengetahui cara kerja otak saat menunda-nunda pekerjaan," ujar Dr Bailey. 

"Kamu harus berdiam diri dalam waktu cukup lama untuk menanyakan kepada diri mengapa kamu menghindarinya, apa yang kamu takuti, apa yang membuat tidak nyaman, cemas, atau takut mengerjakan tugas tersebut."
 

Melakukan terapi CBT


Menurut Dr Alexander Rozental seorang peneliti di Karolinska Institutet, melakukan cognitive behavioral therapy (CBT) atau terapi perilaku kognitif juga bisa sangat membantu dalam mengatasi kamu yang memiliki kebiasan menunda pekerjaan.

Terapi perilaku kognitif dilakukan dengan mengubah pola perilaku dengan memeriksa pola pikir.

Jika tidak memiliki sumber daya untuk melakukan CBT dengan profesional, kamu dapat berusaha untuk mencapai hasil yang sama di rumah. 

"Solusinya adalah menemukan pikiran baru untuk menggantikan pikiran yang biasanya kamu miliki," jelas Bailey. 

Selain itu, melakukan meditasi juga bisa sangat membantu. "Meditasi dapat menjadi cara strategis karena apa yang Anda pelajari adalah adalah sikap tidak menghakimi terhadap emosi seseorang," ujar Dr Pychyl.
 

Melakukan intervensi praktis 


Selain terapi dan meditasi, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan di rumah. Jika kamu berjuang dengan menunda pekerjaan di tempat kerja, Dr Rozental merekomendasikan untuk melakukan beberapa intervensi praktis, seperti menghilangkan gangguan dari lingkungan kerja.

Melakukan pekerjaan pada jam-jam kamu merasa semangat, dan bekerja dalam rentang waktu yang pendek karena rentang fokus seseorang hanya sekitar 30 menit. Metode ini sangat rendah stres dan rendah energi, namun juga bisa sangat membantu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH