Jakarta: Sindrom Ovarium Polikistik atau Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) merupakan penyakit yang terjadi pada wanita. Salah satu dampak dari penyakit ini adalah membuat wanita mengalami gangguan kesuburan atau bahkan kesulitan mempunyai anak.
“PCOS atau sindrom ovarium polikistik adalah suatu kondisi yang memengaruhi wanita karena ketidakseimbangan hormon,” kata Dr Kecia Gaither, seorang dokter spesialis kandungan.
Menurut Dr Gaither wanita yang terkena PCOS memiliki kadar androgen yang lebih tinggi dari biasanya, mereka tidak merespons dengan baik terhadap insulin (hormon yang memengaruhi kadar gula darah), dan progesteron, hormon yang terlibat dengan menstruasi, mungkin rendah pada mereka yang memiliki PCOS.
"Minyak kelapa tidak dianggap sebagai pengobatan untuk PCOS," catat Dr Gaither. Karena tidak ada obat untuk PCOS, tapi bukan berarti minyak kelapa tidak memiliki manfaat. Minyak kelapa memang memiliki manfaat kesehatan tertentu yang dapat membantu penderita PCOS.
Minyak kelapa memiliki banyak manfaat bergizi bagi semua wanita. Menurut Dr Gaither, minyak kelapa bagi pasien PCOS dapat membantu untuk stabilisasi gula darah, perbaikan profil lipid, dan menjaga berat badan.
Menurut PCOS Awareness Association cara terbaik untuk meredakan gejala PCOS adalah melalui nutrisi dan olahraga. Meskipun mereka tidak menyebutkan minyak kelapa secara spesifik, manfaat nutrisi dari minyak kelapa dapat membantu.
Amy Plano, seorang ahli gizi mengatakan minyak kelapa dapat menstabilkan kadar glukosa darah, meningkatkan profil lipid darah, membantu regulasi tiroid, dan mendukung berat badan ideal.
Dan selain perubahan gaya hidup seperti olahraga dan nutrisi, dokter juga mungkin merekomendasikan obat-obatan tertentu untuk mengobati PCOS termasuk pil KB atau obat antidiabetes, menurut penelitian di Frontiers of Physiology.
Sebelum mulai menambahkan minyak kelapa ke semuanya, sebaiknya bicarakan dengan dokter sebelum melakukan perawatan sendiri.
“Untuk wanita mana pun dengan PCOS, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan obgyn dan atau Ahli Endokrinologi Reproduksi yang dapat mengevaluasi profil laboratorium (kadar hormon, skrining untuk diabetes, profil lipid / kolesterol) dan USG panggul untuk mengevaluasi rahim dan ovarium,” tutup Dr Gaither.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
“PCOS atau sindrom ovarium polikistik adalah suatu kondisi yang memengaruhi wanita karena ketidakseimbangan hormon,” kata Dr Kecia Gaither, seorang dokter spesialis kandungan.
Menurut Dr Gaither wanita yang terkena PCOS memiliki kadar androgen yang lebih tinggi dari biasanya, mereka tidak merespons dengan baik terhadap insulin (hormon yang memengaruhi kadar gula darah), dan progesteron, hormon yang terlibat dengan menstruasi, mungkin rendah pada mereka yang memiliki PCOS.
"Minyak kelapa tidak dianggap sebagai pengobatan untuk PCOS," catat Dr Gaither. Karena tidak ada obat untuk PCOS, tapi bukan berarti minyak kelapa tidak memiliki manfaat. Minyak kelapa memang memiliki manfaat kesehatan tertentu yang dapat membantu penderita PCOS.
Minyak kelapa memiliki banyak manfaat bergizi bagi semua wanita. Menurut Dr Gaither, minyak kelapa bagi pasien PCOS dapat membantu untuk stabilisasi gula darah, perbaikan profil lipid, dan menjaga berat badan.
Menurut PCOS Awareness Association cara terbaik untuk meredakan gejala PCOS adalah melalui nutrisi dan olahraga. Meskipun mereka tidak menyebutkan minyak kelapa secara spesifik, manfaat nutrisi dari minyak kelapa dapat membantu.
Amy Plano, seorang ahli gizi mengatakan minyak kelapa dapat menstabilkan kadar glukosa darah, meningkatkan profil lipid darah, membantu regulasi tiroid, dan mendukung berat badan ideal.
Dan selain perubahan gaya hidup seperti olahraga dan nutrisi, dokter juga mungkin merekomendasikan obat-obatan tertentu untuk mengobati PCOS termasuk pil KB atau obat antidiabetes, menurut penelitian di Frontiers of Physiology.
Sebelum mulai menambahkan minyak kelapa ke semuanya, sebaiknya bicarakan dengan dokter sebelum melakukan perawatan sendiri.
“Untuk wanita mana pun dengan PCOS, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan obgyn dan atau Ahli Endokrinologi Reproduksi yang dapat mengevaluasi profil laboratorium (kadar hormon, skrining untuk diabetes, profil lipid / kolesterol) dan USG panggul untuk mengevaluasi rahim dan ovarium,” tutup Dr Gaither.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)