FITNESS & HEALTH

7 Mitos tentang Arti Bahagia

Yatin Suleha
Minggu 10 Januari 2021 / 08:00
Jakarta: Bahagia itu apa sih? Apakah punya banyak uang, berparas tampan atau cantik, memiliki banyak harta dan perusahaan, bisa keliling dunia setiap bulan atau karier yang melambung tinggi?

Banyak orang yang mengasosiasikan nilai atau arti bahagia dari hal seperti di atas. Hal ini ditepis oleh Psikolog anak, remaja, dan keluarga Efnie Indrianie, M.Psi dari Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Maranatha, Bandung.

Lalu apa arti dari bahagia? Penulis buku “SURVIVE menghadapi Quarter Life Crisis” ini menjabarkan lebih tentang mitos-mitos bahagia.
 

1. Menemukan makna hidupnya sendiri


Menurut psikolog yang sekaligus dosen ini orang yang bahagia itu adalah orang yang menemukan apa makna dan tujuan hidupnya sendiri.

"Orang yang seperti ini fungsi kerja otaknya baik. Makanya bisa melahirkan hormon kebahagiaan (endorfin)," tulisnya dalam laman media sosialnya @efnie_qo.
 

2. Bahagia itu selalu gembira


Faktanya menurut Efnie manusia itu sangat dinamis. Orang yang bagaia masih bisa menangis, kesal, atau merasa kecewa. Hanya saja mereka bisa mengendalikan diri sehingga kondisi ini tidak berlarut-larut.
 

3. Bisa dapat apa saja dan melakukan apa saja


Banyak yang mengatakan bahwa bisa melakukan apa saja dan bisa dapat apa saja itu adalah bahagia. Atau punya banyak peluang hidup yang bisa dipilih baru dikatakan bahagia. 

Menurut Efnie yang juga merupakan Mind Programmer ternyata makin banyak peluang yang bisa dipilih serta bisa melakukan apa saja dan dapat apa saja akan melelahkan fungsi prefrontal lobe otak dalam berkeputusan. Ini justru menurutnya memicu stres.
 

4. Semua manusia bisa bahagia


Ternyata kebahagiaan itu 50 persen dipengaruhi oleh bawaan genetik, 10 persen dipengaruhi oleh situasi hidup yang sedang dijalani dan 40 persennya dipengaruhi oleh usaha yang dilakukan oleh diri sendiri untuk bahagia. Itulah menurut Efnie yang membuat ada yang mudah merasakan bahagia dan ada yang butuh proses panjang untuk bahagia.
 

5. Bahagia itu akhir dari hidup


Padahal tulis Efnie kebahagiaan sebaiknya diciptakan selama kita menjalani proses kehidupan bukan sekedar tujuan di akhir.
 

6. Bahagia itu kalau kita santai


Efnie menjawab mitos ini. Ia bilang bahwa ternyata kebahagiaan itu justru membuat kita lebih produktif dan giat berkarya karena hormon kebahagiaan bisa menstimulasi kecerdasan otak dan motivasi.
 

7. Mencari bahagia


Efnie berpesan bahwa sebenarnya kebahagiaan itu bukan dicari melainkan diciptakan. Bagaimana cara menciptakannya? Yaitu dengan merawat pikiran, merawat tubuh dan menjaga spiritualitas hidup. Nah, sekarang kamu sudah tahu kan bagaimana cara mendapatkan bahagia untuk diri kamu sendiri.
(TIN)

MOST SEARCH