FITNESS & HEALTH
Mengenal LVAD untuk Penanganan Pasien Gagal Jantung
Aulia Putriningtias
Selasa 29 September 2026 / 15:38
- Pasien gagal jantung di Indonesia masih terus ada.
- Berbagai penanganan yang modern pun turut hadir dari waktu ke waktu.
- Salah satunya Left Ventricular Assist Device (LVAD).
Jakarta: Pasien gagal jantung di Indonesia masih terus ada. Berbagai penanganan yang modern pun turut hadir dari waktu ke waktu, salah satunya Left Ventricular Assist Device (LVAD).
LVAD sendiri merupakan pompa jantung buatan yang membantu kerja bilik kiri dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini berfungsi dapat digunakan untuk menopang fungsi jantung pada pasien dengan gagal jantung tahap lanjut.
LVAD ini merupakan penanganan terapi bagi pasien gagal jantung tahap lanjut yang mengalami penurunan fungsi pompa jantung secara signifikan dan tidak lagi merespons optimal terhadap pengobatan maupun tindakan medis lainnya.
"Tujuannya untuk mengambil alih pompa jantung di sebelah kiri, yaitu bilik kiri, dan kemudian mengalirkan darah menuju ke seluruh tubuh," kata Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA dalam acara di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
Menurut Adult Cardiothoracic Surgeon Consultant, dr. Sugisman, Sp.BTKV, Subsp.JD (K), sebelum menjalani pemasangan LVAD, pasien harus melalui asesmen secara menyeluruh untuk menentukan kelayakan tindakan.
"Jadi, kita harus melakukan pemeriksaan secara komprehensif untuk melihat kondisi pasien secara keseluruhan, bukan hanya jantungnya saja," paparnya.
Pemeriksaan seperti rontgen, CT toraks dan USG abdomen dilakukan sebagai bagian dari proses klasifikasi dan stratifikasi pasien sebelum tindakan. Setelah LVAD dipasang, jantung pasien tetap bekerja berdampingan dengan pompa buatan tersebut sehingga membutuhkan pemantauan secara berkala.
Pemantauan mencakup pengaturan kecepatan alat dan evaluasi kinerja jantung, sekaligus mengantisipasi risiko. Mulai dari infeksi dan ketidaksesuaian kerja antara perangkat dengan jantung pasien.
Perawatan jangka panjang juga membutuhkan keterlibatan pasien dan keluarga. Hal ini termasuk dalam memahami penggunaan perangkat, mengenali kondisi yang perlu segera ditangani, serta menjalani kontrol sesuai jadwal.
Pengembangan layanan LVAD sendiri didukung oleh keberadaan advanced cardiac clinic dan tim multidisiplin. Hal ini terdiri atas dokter spesialis jantung, dokter bedah jantung, anestesi, rehabilitasi medis, perawat, serta tenaga pendukung lainnya.
Bagi Executive Director Siloam Hospitals Group, Inge Samadi, layanan yang terintegrasi diperlukan agar kondisi pasien dapat dipantau secara menyeluruh. Hal ini termasuk melalui deteksi gangguan jantung sejak dini dan dokumentasi riwayat medis yang lebih lengkap.
(FIR)
LVAD sendiri merupakan pompa jantung buatan yang membantu kerja bilik kiri dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini berfungsi dapat digunakan untuk menopang fungsi jantung pada pasien dengan gagal jantung tahap lanjut.
LVAD ini merupakan penanganan terapi bagi pasien gagal jantung tahap lanjut yang mengalami penurunan fungsi pompa jantung secara signifikan dan tidak lagi merespons optimal terhadap pengobatan maupun tindakan medis lainnya.
"Tujuannya untuk mengambil alih pompa jantung di sebelah kiri, yaitu bilik kiri, dan kemudian mengalirkan darah menuju ke seluruh tubuh," kata Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Rumah Sakit Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA dalam acara di Jakarta, Selasa, 29 September 2026.
Menurut Adult Cardiothoracic Surgeon Consultant, dr. Sugisman, Sp.BTKV, Subsp.JD (K), sebelum menjalani pemasangan LVAD, pasien harus melalui asesmen secara menyeluruh untuk menentukan kelayakan tindakan.

"Jadi, kita harus melakukan pemeriksaan secara komprehensif untuk melihat kondisi pasien secara keseluruhan, bukan hanya jantungnya saja," paparnya.
Pemeriksaan seperti rontgen, CT toraks dan USG abdomen dilakukan sebagai bagian dari proses klasifikasi dan stratifikasi pasien sebelum tindakan. Setelah LVAD dipasang, jantung pasien tetap bekerja berdampingan dengan pompa buatan tersebut sehingga membutuhkan pemantauan secara berkala.
Pemantauan mencakup pengaturan kecepatan alat dan evaluasi kinerja jantung, sekaligus mengantisipasi risiko. Mulai dari infeksi dan ketidaksesuaian kerja antara perangkat dengan jantung pasien.
Perawatan jangka panjang juga membutuhkan keterlibatan pasien dan keluarga. Hal ini termasuk dalam memahami penggunaan perangkat, mengenali kondisi yang perlu segera ditangani, serta menjalani kontrol sesuai jadwal.
Pengembangan layanan LVAD sendiri didukung oleh keberadaan advanced cardiac clinic dan tim multidisiplin. Hal ini terdiri atas dokter spesialis jantung, dokter bedah jantung, anestesi, rehabilitasi medis, perawat, serta tenaga pendukung lainnya.
Bagi Executive Director Siloam Hospitals Group, Inge Samadi, layanan yang terintegrasi diperlukan agar kondisi pasien dapat dipantau secara menyeluruh. Hal ini termasuk melalui deteksi gangguan jantung sejak dini dan dokumentasi riwayat medis yang lebih lengkap.
(FIR)