Ilustrasi mata uang digital, bitcoin. Foto: AFP/Martin Bureau.
Ilustrasi mata uang digital, bitcoin. Foto: AFP/Martin Bureau.

Tak Mau Bergantung pada Dolar AS, Negara-Negara Ini Lirik Kripto Jadi Alat Pembayaran Sah

Husen Miftahudin • 16 September 2021 12:21
Jakarta: Tren El Salvador yang mengadopsi kripto yakni bitcoin sebagai alat pembayaran sah, membuat Honduras dan Guatemala tergiur untuk mengikuti jejaknya.
 
Perwakilan dari bank sentral kedua negara tersebut mengaku tengah mempelajari kemungkinan mata uang digital itu bisa diadopsi sebagai mata uang legal. Serta bisa dijadikan sebagai opsi pembayaran untuk masyarakat Honduras dan Guatemala selain mata uang fiat.
 
Selain Honduras dan Guatemala, negara tetangganya seperti Kuba, Panama, serta Paraguay juga sudah lebih dulu memiliki rencana untuk melegalkan kripto sebagai mata uang di negaranya. Mereka melakukan hal tersebut untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (USD).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


CEO Indodax Oscar Darmawan mengungkapkan kebanyakan warga di Honduras dan Guatemala bergantung dengan uang kiriman dari keluarga mereka yang bekerja di Amerika Serikat (AS). Namun, setiap kiriman uang ada biaya potongan yang cukup besar yang sudah ditentukan pemerintah.
 
"Dengan adanya rencana melegalkan kripto sebagai mata uang, tentu ini bisa dijadikan alternatif dan keuntungan untuk mereka. Tidak hanya untuk negara Kuba, Panama, Paraguay, Honduras, dan Guatemala. Rupanya, apa yang dilakukan negara El Salvador ini juga sedikit banyak berimbas ke negara di benua lain," ujar Oscar dalam siaran persnya, Kamis, 16 September 2021.
 
Sementara di Eropa, rancangan undang-undang yang melegalkan dan mengatur aset kripto di Ukraina kabarnya telah disahkan parlemen negara tersebut dalam pembacaan kedua pada 8 September. Sebanyak 276 anggota parlemen memberikan suara tanda setuju dan hanya enam anggota parlemen yang tidak menyetujui untuk mendukung Rancangan Undang-Undang (RUU) tersebut.
 
Menurut Oscar, RUU yang memperbolehkan warga Ukraina untuk memiliki komoditas aset kripto tentu merupakan hal yang patut disyukuri, diapresiasi, dan diacungi jempol. Sebab sebelum adanya RUU ini, Ukraina tidak memiliki undang-undang apapun yang mengatur mengenai jual beli aset kripto, sehingga posisi kripto di Ukraina kurang begitu jelas.
 
"Dengan adanya undang-undang tersebut, tentu jalannya akan seperti apa bisa menjadi lebih jelas. Tidak hanya itu, dengan adanya undang undang ini, akan menumbuhkan rasa percaya untuk berinvestasi aset kripto dan menyimpannya sebagai suatu komoditas karena sudah didukung secara legal oleh negara," paparnya.
 
Namun demikian, rencana melegalkan aset kripto di Ukraina tidak sama seperti langkah El Salvador yang melegalkan bitcoin sebagai mata uang. Di Ukraina, aset kripto hanya bertindak sebagai komoditi dan tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran atau pertukaran barang atau jasa.
 
"Karena hanya mata uang fiat saja yang bisa melakukan hal ini. Dalam hal ini yang dimaksud adalah mata uang hryvnia," pungkas Oscar.
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif