FITNESS & HEALTH
Anak Kesetrum? Jangan Panik! Ini Langkah Pertama dan Cepat Menanganinya
A. Firdaus
Sabtu 18 April 2026 / 14:14
- Rasa panik tentu wajar muncul, apalagi jika melihat anak tiba-tiba tidak bergerak atau menangis kesakitan
- Penanganan awal yang benar bisa mencegah cedera menjadi lebih parah.
- Memahami langkah-langkah dasar yang aman sangat penting.
Jakarta: Sengatan listrik pada anak bisa terjadi dalam hitungan detik, dan sering kali datang tanpa peringatan, terutama di rumah yang terlihat aman sekalipun.
Rasa panik tentu wajar muncul, apalagi jika melihat anak tiba-tiba tidak bergerak atau menangis kesakitan. Namun, dalam situasi seperti ini, reaksi yang tenang dan tepat jauh lebih penting daripada bertindak tergesa-gesa.
Penanganan awal yang benar bisa mencegah cedera menjadi lebih parah, sekaligus melindungi orang di sekitar agar tidak ikut tersengat. Sebaliknya, tindakan yang salah, seperti langsung menyentuh anak tanpa pengaman, justru bisa membuat situasi semakin berbahaya.
Oleh karena itu, memahami langkah-langkah dasar yang aman sangat penting agar bisa bertindak cepat tanpa membahayakan diri sendiri. Dilansir dari BabyCenter, yuk simak langkah-langkahnya!
Segera pisahkan anak dari sumber listrik dengan cara yang aman.
1. Jangan menyentuh tubuh anak jika masih bersentuhan dengan sumber listrik. Arus listrik dapat mengalir ke tubuh siapa pun yang menyentuhnya.
2. Segera matikan sumber listrik jika memungkinkan, seperti mencabut kabel atau mematikan saklar utama di rumah. Namun perlu diingat, mematikan alat saja belum tentu langsung menghentikan aliran listrik sepenuhnya.
3. Jika tidak bisa mematikan listrik, coba jauhkan sumbernya menggunakan benda yang tidak menghantarkan listrik, seperti karton tebal, plastik, atau kayu.
4. Hindari menyentuh kabel, yang masih berarus atau memasukkan tangan ke dalam air yang mungkin mengandung aliran listrik, karena air dapat menghantarkan listrik dengan sangat cepat.
5. Jika terpaksa harus memindahkan anak, pastikan tubuh terlindungi dengan bahan kering yang tidak menghantarkan listrik, seperti sarung tangan karet, kain tebal, atau pakaian berlapis.
6. Berdiri di atas alas kering yang tidak menghantarkan listrik, seperti karpet karet, papan kayu, atau tumpukan koran, untuk membantu mengurangi risiko tersengat.
Setelah anak berhasil dijauhkan dari sumber listrik, segera cek kondisi seperti kesadaran, napas, dan adanya luka. Meskipun terlihat baik-baik saja, tetap penting untuk mendapatkan pemeriksaan medis sesegera mungkin, karena dampak sengatan listrik sering kali tidak langsung terlihat dari luar.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Rasa panik tentu wajar muncul, apalagi jika melihat anak tiba-tiba tidak bergerak atau menangis kesakitan. Namun, dalam situasi seperti ini, reaksi yang tenang dan tepat jauh lebih penting daripada bertindak tergesa-gesa.
Penanganan awal yang benar bisa mencegah cedera menjadi lebih parah, sekaligus melindungi orang di sekitar agar tidak ikut tersengat. Sebaliknya, tindakan yang salah, seperti langsung menyentuh anak tanpa pengaman, justru bisa membuat situasi semakin berbahaya.
Oleh karena itu, memahami langkah-langkah dasar yang aman sangat penting agar bisa bertindak cepat tanpa membahayakan diri sendiri. Dilansir dari BabyCenter, yuk simak langkah-langkahnya!
Segera pisahkan anak dari sumber listrik dengan cara yang aman.
1. Jangan menyentuh tubuh anak jika masih bersentuhan dengan sumber listrik. Arus listrik dapat mengalir ke tubuh siapa pun yang menyentuhnya.
2. Segera matikan sumber listrik jika memungkinkan, seperti mencabut kabel atau mematikan saklar utama di rumah. Namun perlu diingat, mematikan alat saja belum tentu langsung menghentikan aliran listrik sepenuhnya.
3. Jika tidak bisa mematikan listrik, coba jauhkan sumbernya menggunakan benda yang tidak menghantarkan listrik, seperti karton tebal, plastik, atau kayu.
4. Hindari menyentuh kabel, yang masih berarus atau memasukkan tangan ke dalam air yang mungkin mengandung aliran listrik, karena air dapat menghantarkan listrik dengan sangat cepat.
5. Jika terpaksa harus memindahkan anak, pastikan tubuh terlindungi dengan bahan kering yang tidak menghantarkan listrik, seperti sarung tangan karet, kain tebal, atau pakaian berlapis.
6. Berdiri di atas alas kering yang tidak menghantarkan listrik, seperti karpet karet, papan kayu, atau tumpukan koran, untuk membantu mengurangi risiko tersengat.
Setelah anak berhasil dijauhkan dari sumber listrik, segera cek kondisi seperti kesadaran, napas, dan adanya luka. Meskipun terlihat baik-baik saja, tetap penting untuk mendapatkan pemeriksaan medis sesegera mungkin, karena dampak sengatan listrik sering kali tidak langsung terlihat dari luar.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)