FITNESS & HEALTH

Cara mengatasi Rasa Khawatir, Stres, dan Cemas

Kumara Anggita
Kamis 08 Oktober 2020 / 19:29
Jakarta: Rasa khawatir, stres, dan cemas suka dianggap sama padahal berbeda. Karena itu, pnanganannya pun juga akan berbeda. Berikut cara mengatasi tiga hal tersebut.

Rasa khawatir

Dikutip dari The New York Times, khawatir adalah apa yang terjadi ketika pikiran kamu memikirkan pikiran negatif, hasil yang tidak pasti, atau hal-hal yang bisa salah.

Cara membantu mengontrol rasa khawatir

1.Berikan ruang untuk diri kamu merasakan ini misalnya 20 menit. Ketika waktu itu habis (mulai dengan 20 menit), alihkan pikiran kamu secara sadar.

2.Saat kamu menyadari bahwa kamu mengkhawatirkan sesuatu, dorong diri kamu untuk mengambil langkah berikutnya atau mengambil tindakan.

3.Tuliskan kekhawatiran kamu. Penelitian telah menunjukkan bahwa hanya delapan hingga 10 menit menulis dapat membantu menenangkan pikiran obsesif.

Stres

Stres adalah respons fisiologis yang terkait dengan peristiwa eksternal. Agar siklus stres dimulai, harus ada pemicu stres. Ini biasanya semacam keadaan eksternal, seperti presentasi atau mau menghadapi ujian.

Cara membantu mengurangi stres

1. Berolahragalah. Ini adalah cara agar tubuh kamu pulih dari peningkatan adrenalin dan kortisol.

2. Perjelas apa yang bisa dan tidak bisa kamu kendalikan. Kemudian fokuskan energi kamu pada apa yang dapat kamu kendalikan dan terima apa yang tidak bisa kamu lakukan.

2. Jangan bandingkan stres kamu dengan stres orang lain. Orang yang berbeda menanggapi situasi stres secara berbeda.

Cemas

Jika stres dan kekhawatiran adalah gejalanya, kecemasan adalah puncaknya. Kecemasan memiliki unsur kognitif (khawatir) dan respons fisiologis (stres). 

Tiga hal untuk membantu kecemasan kamu antara lain:

1. Batasi asupan gula, alkohol, dan kafein. Ini karena kecemasan bersifat fisiologis, Stimulan macam ini dapat memiliki pengaruh yang signifikan.

2. Cek jari kaki kamu. Bagiaman keadaanya. Gerakann jari-jari tersebut. Pemfokusan ulang semacam ini dapat menenangkan kamu dan memutus lingkaran kecemasan.

3. Saat kamu berada di tengah-tengah episode kecemasan, membicarakan atau memikirkannya tidak akan membantu kamu keluar dari situasi Coba alihkan perhatian kamu dengan memanfaatkan indera seperti mengarkan musik, lompat tali selama lima menit, atau bernyanyi.
(YDH)

MOST SEARCH