FAMILY

Anak Nangis Tiap Moms ke Kamar Mandi? Bisa Jadi Separation Anxiety

A. Firdaus
Kamis 29 Januari 2026 / 11:11
Ringkasnya gini..
  • Mengajarkan anak cara mengatasi perpisahan singkat.
  • jika merasa privasimu terganggu, maka perlu mengambil sikap.
  • Moms bisa mengajaknya melakukan aktivitas yang menarik.
Jakarta: Jika tidak keberatan membawanya ke kamar mandi bersamamu, maka tidak ada alasan dia tidak boleh ikut. Selain itu, melihatmu menggunakan toilet adalah salah satu cara bagi anak balitamu untuk mulai belajar tentang pelatihan toilet.

Di sisi lain, jika merasa privasimu terganggu, maka perlu mengambil sikap, maka kunci pintunya dan jangan merasa bersalah karenanya. Jelaskan dengan lembut padanya bahwa pergi ke kamar mandi adalah sesuatu yang lebih suka lakukan sendiri, dan bahwa hanya akan tidak tersedia selama beberapa menit.

Kecemasan perpisahan adalah tahap perkembangan yang normal, tetapi hal itu tidak boleh menguasai hidup dan menghalangi anak untuk belajar mengatasi ketakutannya.
 
Faktanya, istirahat ke toilet adalah kesempatan sempurna untuk mengajarkannya cara bertahan tanpa kehadiran terus-menerus, asalkan meninggalkannya di tempat yang aman seperti tempat tidur bayi atau ruangan yang aman untuk balita.

Mengajarkan anak cara mengatasi perpisahan singkat akan membuka jalan untuk perpisahan yang lebih lama seperti taman kanak-kanak, bermain bersama teman, dan menginap di rumah teman.

Untuk memudahkan, mungkin Moms bisa mengajaknya melakukan aktivitas yang menarik, seperti mengajaknya menggambar sebelum pergi ke kamar mandi.

Namun, jika dia berada di tempat tidur bayi atau kursi tinggi, letakkan dia sedemikian rupa sehingga pintu kamar mandi berada dalam garis pandangnya sehingga dia bisa melihat saat keluar.

Selain itu, penting untuk memulai dengan perpisahan yang sangat singkat, seperti hanya 30 detik pertama kali, lalu perlahan tingkatkan durasinya. Ini membantu anak membangun kepercayaan bahwa orang tua akan kembali.

Jika anak memiliki mainan kesayangan, biarkan dia memegangnya saat ditinggal sebentar, karena itu bisa memberikan rasa aman. Orang tua juga bisa menggunakan timer dapur yang berbunyi saat waktu habis, sehingga anak tahu kapan akan kembali.

Dengan konsistensi, anak akan belajar bahwa perpisahan sementara adalah normal dan tidak berbahaya.

Jika kecemasan anak sangat kuat, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan tidak ada masalah lain, seperti gangguan tidur atau stres tambahan.

Namun, dalam banyak kasus, pendekatan ini cukup untuk membantu anak melewati fase ini. Ingat, setiap anak berbeda, jadi sesuaikan tips dengan temperamen anak. Dengan waktu dan dukungan, anak akan menjadi lebih mandiri dan percaya diri dalam menghadapi perpisahan kecil sehari-hari. 

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH