FITNESS & HEALTH

Yuk, Berkenalan dengan Adenovirus 41 Si 'Tersangka' Penyebab Hepatitis Misterius

Mia Vale
Selasa 10 Mei 2022 / 10:00
Jakarta: Dalam laporan teknis yang diterbitkan 6 Mei, Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan bahwa dari 163 kasus hepatitis pediatrik yang dilaporkan di Inggris, 126 dites untuk adenovirus, dan 72 persen dites positif. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (atau Centers for Disease Control and Prevention/CDC) juga mengatakan, lebih dari setengah kasus yang sedang diselidiki di Amerika Serikat juga dinyatakan positif adenovirus. Lantas, apakah ini berarti penyebab dari hepatitis akut adalah adenovirus?

Melalui konferensi pers virtual, Senin, 9 Mei 2022, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kemungkinan penyebab hepatitis misterius yang sedang menyita perhatian secara global, termasuk Indonesia adalah adenovirus 41. 

Hal ini juga telah disampaikan oleh WHO seperti yang dikutip dari Medscape bahwa beberapa tes laboratorium dari berkisar 40 persen anak-anak sejauh ini telah dites positif adenovirus, "tipe F 41". Namun begitu, banyak juga ditemukan pasien hepatitis yang tidak terjangkit virus tersebut.

Walaupun begitu, Menkes menyatakan kalau penelitian saat ini sudah dilakukan Indonesia bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk secepatnya mendeteksi penyebab penyakit ini. Jangan sampai semakin banyak anak-anak yang menjadi korban. 


Adenovirus 41 penyebab hepatitis misterius
(Adenovirus 41 si tersangka hepatitis misterius. Foto: Ilustrasi/CDC.com)
 

Berkenalan dengan adenovirus 41


Melansir dari VelocityEHS, adenovirus manusia adalah anggota dari keluarga Adenoviridae dan genus Mastadenovirus. Adenovirus serotipe 40 dan 41 menyebabkan gastroenteritis akut terutama pada anak-anak. Gejala mungkin termasuk demam, diare, muntah, dan sakit perut, dan berlangsung selama kurang lebih 10 hari. 

Gejala pernapasan dapat terjadi pada beberapa individu. Penyakit ini biasanya sembuh sendiri pada individu yang imunokompeten, namun kematian jarang dapat terjadi pada individu dengan gangguan kekebalan. Infeksi tanpa gejala sering terjadi, terutama pada anak-anak.

Secara epidemiologi, adenovirus enterik adalah penyebab umum gastroenteritis akut pada anak-anak di seluruh dunia. Mereka juga dapat bertahan hidup selama berhari-hari di air keran, limbah cair, dan air laut.

Sama seperti virus yang menyebabkan penyakit pernapasan, Adenovirus menyebar lewat percikan halus liur di udara yang keluar saat orang-orang batuk atau bersin.

Umumnya virus ini bisa sembuh sendiri. Perawatan utamanya adalah banyak istirahat, cukup minum cairan, atau dalam kasus yang serius, rehidrasi intravena (diberikan cairan infus intravena). 

Ingat, sering cuci tangan dengan air dan sabun, terutama saat akan makan, menyentuh anak-anak dan setelah menggunakan kamar mandi. Serta menutup hidung dan mulut ketika batuk maupun bersin, dan menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit akibat virus.
(TIN)

MOST SEARCH