FITNESS & HEALTH

3 Berita Terpopuler Gaya: Kenapa Makanan Pedas Bikin Nagih Hingga Sorong Selatan

Yatin Suleha
Minggu 04 Oktober 2026 / 06:05
Jakarta: Sensasi nagih setelah makan pedas disebabkan oleh reaksi kimia di otak yang melepas endorfin dan dopamin—dua hormon pembuat bahagia—sebagai respons alami terhadap rasa sakit dari cabai.

Mekanisme unik di balik kecanduan rasa pedas. Capsaicin "menipu" otak. Senyawa capsaicin pada cabai menempel di reseptor rasa sakit (TRPV1) pada lidah. Otak membaca sinyal ini seolah-olah mulutmu sedang terbakar atau terkena panas ekstrem.

Demi menenangkan tubuh dari rasa sakit buatan itu, otak merespons dengan memproduksi endorfin (pereda nyeri alami) dan dopamin (hormon kenikmatan). Efek inilah yang menghadirkan sensasi lega, rileks, dan happy setelah kepedasan.

Berikut ini, Medcom.id/gaya merangkum berita menarik yang terjadi sepanjang Sabtu, 3 Oktober 2026:
 

1. Kenapa Makanan Pedas Bikin Nagih Padahal Mulut Kepanasan?


Makan makanan pedas tuh kadang bikin bingung. Baru suapan pertama, mulut udah panas, keringetan, hidung mulai meler, bahkan buru-buru cari minum. Tapi bukannya kapok, beberapa menit kemudian malah bilang, “Tambah sambal lagi dong.”

Ternyata, ada alasan kenapa sensasi yang bikin kepanasan itu malah bisa terasa enak. Bukan cuma soal kuat atau nggaknya lidah nerima cabai, tapi ada senyawa dalam cabai dan proses adaptasi tubuh yang ikut bikin kita makin suka makanan pedas.



Selengkapnya klik di sini
 

2. Liburan Kok Malah Capek? Ternyata Ini Penyebabnya


Menurut Sleep Foundation, organisasi yang menyediakan informasi dan edukasi berbasis penelitian tentang tidur dan kesehatan, perjalanan bisa memicu travel fatigue atau kelelahan akibat perjalanan.

Kondisi ini bisa muncul karena perjalanan yang panjang, stres mengejar jadwal, terlambat, sulit tidur di kendaraan, terlalu lama duduk, sampai perubahan pola makan dan minum. Pada penerbangan, udara kabin yang kering dan tekanan udara yang lebih rendah juga dapat membuat perjalanan terasa makin nggak nyaman.

Nah, travel fatigue beda dengan jet lag. Kalo travel fatigue lebih berkaitan dengan tuntutan fisik dan mental selama perjalanan, jet lag berhubungan dengan perubahan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.



Selengkapnya klik di sini
 

3. Mengenal Sorong Selatan Lewat Papeda, Tari, dan Cerita Hutan


Semangkuk papeda mungkin sudah akrab bagi masyarakat Papua. Namun, bagi sebagian warga Jakarta, makanan berbahan dasar sagu ini bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal kehidupan masyarakat di Sorong Selatan, Papua Barat Daya.

Suasana itulah yang terasa dalam acara Jelajah Kemolekan Sorong Selatan: Ekowisata, Kebudayaan, dan Gastronomi Kepala Burung Papua di Hutan Kota by Plataran, Jakarta. Dua mama dari Sorong Selatan, Lidia Sawor dan Orpa Sawen, memperlihatkan cara mengolah sagu menjadi papeda yang bening dan kenyal. 

Di tengah demonstrasi memasak tersebut, pengunjung juga diajak mengenal tradisi pangan yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat setempat.



Selengkapnya klik di sini


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH