FITNESS & HEALTH

Pecahnya Air Ketuban dan Apa Saja yang Harus Moms Ketahui

Yatin Suleha
Minggu 04 Januari 2026 / 14:54
Jakarta: Cairan ketuban adalah cairan yang melindungi bayi di dalam rahim dan pecahnya bisa menjadi tanda persalinan akan segera dimulai.

Banyak ibu hamil merasa bingung apakah cairan yang keluar adalah air ketuban atau hanya urine, terutama jika belum pernah mengalami sebelumnya.

Namun, sangat penting untuk selalu memantau perubahan tubuh selama kehamilan karena setiap kehamilan unik dan bisa berbeda dari yang lain.
 
Di dalam rahim, ada membran berisi cairan yang disebut kantung ketuban yang mengelilingi dan melindungi bayi yang sedang tumbuh. Ketika “air ketuban pecah,” artinya kantung tersebut telah pecah. Pada titik itu, persalinan biasanya akan segera dimulai.

Pecahnya air ketuban adalah sinyal bahwa bayi siap untuk lahir, dan cairan tersebut membantu melindungi bayi dari infeksi selama di dalam rahim.

Jika pecah terjadi, itu bisa berarti proses persalinan sudah dekat dan ibu hamil perlu segera mempersiapkan diri untuk pergi ke rumah sakit.



(Jika air ketuban pecah, segera jangan panik, catat waktu, warna, dan bau cairan, gunakan pembalut (bukan tampon), dan segera hubungi dokter atau bidan karena ini tanda persalinan atau kemungkinan komplikasi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Tidak peduli apakah kehamilan sudah cukup bulan atau masih beberapa minggu lagi dan pecahnya air ketuban adalah alasan untuk menghubungi dokter secepatnya atau langsung bawa ke rumah sakit terdekat.

Jika masih terlalu dini untuk melahirkan, dokter mungkin memberikan obat untuk mencegah infeksi dan obat lain untuk membantu paru-paru bayi matang. Obat-obatan ini penting untuk memastikan bayi lahir sehat, bahkan jika lahir prematur.

Selain itu, pecahnya air ketuban bisa menyebabkan risiko seperti infeksi jika tidak segera ditangani, jadi jangan abaikan tanda-tanda ini. 

Cairan ketuban juga berfungsi sebagai bantalan untuk bayi, sehingga pecahnya bisa membuat bayi lebih rentan terhadap tekanan eksternal.

Cairan ketuban biasanya berwarna jernih atau sedikit keruh dan keluarnya bisa tiba-tiba atau bertahap. Jika cairan berbau tidak sedap atau berwarna hijau atau coklat, itu bisa menandai masalah dan memerlukan perhatian medis segera.
 
Setelah pecah, ibu hamil mungkin merasakan kontraksi rahim yang lebih kuat dan bayi bisa bergerak lebih sedikit karena kurangnya bantalan cairan.

Penting untuk tetap tenang dan segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan untuk memastikan langkah selanjutnya, seperti memantau kondisi bayi dan mempersiapkan persalinan.

Dalam beberapa kasus, jika pecah terjadi sebelum minggu ke-37, dokter mungkin merekomendasikan istirahat total di rumah sakit untuk mencegah komplikasi. Keselamatan ibu dan bayi selalu menjadi prioritas utama.
 

Secillia Nur Hafifah


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH