FITNESS & HEALTH
Kemenkes Perkuat Sinergi Kesehatan lewat Prinsip One Plan, One Budget, dan One Evaluation
Yatin Suleha
Rabu 16 September 2026 / 07:05
- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali menggelar Indonesia Health Partners Meeting (IHPM) ke-4 di Jakarta pada Selasa (15/9/2026).
- Lewat tema "Moving from Partnership to Impact", gelaran tahunan ini menegaskan pentingnya mengubah kerja sama menjadi dampak nyata.
- Dalam sambutannya, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menekankan bahwa kemitraan di sektor kesehatan.
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI kembali menggelar Indonesia Health Partners Meeting (IHPM) ke-4 di Jakarta pada Selasa (15/9/2026).
Lewat tema "Moving from Partnership to Impact", gelaran tahunan ini menegaskan pentingnya mengubah kerja sama menjadi dampak nyata dan berkelanjutan buat kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menekankan bahwa kemitraan di sektor kesehatan enggak cuma soal mengumpulkan kontribusi dari berbagai pihak. Lebih dari itu, kolaborasi ini adalah langkah menyatukan kekuatan demi menciptakan perubahan yang jauh lebih besar.
"Dalam matematika, satu ditambah satu sama dengan dua. Namun dalam kemitraan, persamaannya sangat berbeda. Ketika prioritas program pemerintah disatukan dengan keahlian dan dukungan mitra pembangunan, serta jaringan dari para pemangku kepentingan, kita tidak lagi sekadar menjumlahkan kontribusi individual," kata beber Wamenkes Prof. Dante.
"Kita menciptakan sinergi yang membuat efektivitas kemitraan menjadi jauh lebih besar dan tanpa batas," tambah Wamenkes Prof. Dante.
Ptof. Dante menyampaikan bahwa untuk mencapai dampak sistemik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terdapat tiga prinsip utama yang harus dijalankan bersama oleh Kemenkes dan seluruh mitra pembangunan, yaitu, One Plan (Satu Perencanaan).
(1).jpg)
(Melalui tiga prinsip utama, Kemenkes mengajak seluruh mitra menyatukan komitmen demi mempercepat transformasi kesehatan nasional. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Setiap program dan inisiatif kemitraan harus terintegrasi dan berkontribusi pada satu arah serta prioritas nasional yang sama.
Yang kedua, One Budget (Satu Penganggaran). Menghadapi keterbatasan fiskal, pendanaan domestik dan eksternal harus saling melengkapi dan terintegrasi dalam satu koridor investasi yang terkoordinasi.
Dan yang ke Tiga One Evaluation (Satu Evaluasi). Keberhasilan tidak hanya diukur dari pelaksanaan program di atas kertas, tetapi dari sejauh mana masyarakat terlindungi oleh sistem kesehatan.
Prof. Dante menekankan bahwa One Plan, One Budget, dan One Evaluation pada akhirnya harus bermuara pada satu hal, yaitu One Commitment (Satu Komitmen).
"Masyarakat tidak membedakan apakah sebuah program berasal dari proyek pemerintah, donor, atau organisasi mandiri. Mereka hanya membutuhkan satu kepastian, apakah mereka benar-benar terlindungi oleh sistem kesehatan. Oleh karena itu, mari kita terus re imajinasi kemitraan kita untuk membangun sistem kesehatan yang tangguh dan memberikan hasil kesehatan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkas Wamenkes Prof. Dante.
Lewat 4th Indonesia Health Partners Meeting, Kementerian Kesehatan mengajak seluruh mitra pembangunan dan pemangku kepentingan untuk makin selaras dan berjalan seiringan demi mempercepat transformasi kesehatan nasional.
(TIN)
Lewat tema "Moving from Partnership to Impact", gelaran tahunan ini menegaskan pentingnya mengubah kerja sama menjadi dampak nyata dan berkelanjutan buat kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menekankan bahwa kemitraan di sektor kesehatan enggak cuma soal mengumpulkan kontribusi dari berbagai pihak. Lebih dari itu, kolaborasi ini adalah langkah menyatukan kekuatan demi menciptakan perubahan yang jauh lebih besar.
"Dalam matematika, satu ditambah satu sama dengan dua. Namun dalam kemitraan, persamaannya sangat berbeda. Ketika prioritas program pemerintah disatukan dengan keahlian dan dukungan mitra pembangunan, serta jaringan dari para pemangku kepentingan, kita tidak lagi sekadar menjumlahkan kontribusi individual," kata beber Wamenkes Prof. Dante.
"Kita menciptakan sinergi yang membuat efektivitas kemitraan menjadi jauh lebih besar dan tanpa batas," tambah Wamenkes Prof. Dante.
Ptof. Dante menyampaikan bahwa untuk mencapai dampak sistemik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terdapat tiga prinsip utama yang harus dijalankan bersama oleh Kemenkes dan seluruh mitra pembangunan, yaitu, One Plan (Satu Perencanaan).
(1).jpg)
(Melalui tiga prinsip utama, Kemenkes mengajak seluruh mitra menyatukan komitmen demi mempercepat transformasi kesehatan nasional. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Setiap program dan inisiatif kemitraan harus terintegrasi dan berkontribusi pada satu arah serta prioritas nasional yang sama.
Yang kedua, One Budget (Satu Penganggaran). Menghadapi keterbatasan fiskal, pendanaan domestik dan eksternal harus saling melengkapi dan terintegrasi dalam satu koridor investasi yang terkoordinasi.
Dan yang ke Tiga One Evaluation (Satu Evaluasi). Keberhasilan tidak hanya diukur dari pelaksanaan program di atas kertas, tetapi dari sejauh mana masyarakat terlindungi oleh sistem kesehatan.
Prof. Dante menekankan bahwa One Plan, One Budget, dan One Evaluation pada akhirnya harus bermuara pada satu hal, yaitu One Commitment (Satu Komitmen).
"Masyarakat tidak membedakan apakah sebuah program berasal dari proyek pemerintah, donor, atau organisasi mandiri. Mereka hanya membutuhkan satu kepastian, apakah mereka benar-benar terlindungi oleh sistem kesehatan. Oleh karena itu, mari kita terus re imajinasi kemitraan kita untuk membangun sistem kesehatan yang tangguh dan memberikan hasil kesehatan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkas Wamenkes Prof. Dante.
Lewat 4th Indonesia Health Partners Meeting, Kementerian Kesehatan mengajak seluruh mitra pembangunan dan pemangku kepentingan untuk makin selaras dan berjalan seiringan demi mempercepat transformasi kesehatan nasional.
(TIN)