FITNESS & HEALTH

Ternyata, Penurunan Berat Badan tak Hanya tentang Diet dan Olahraga

Mia Vale
Jumat 21 Januari 2022 / 14:08
Jakarta: Untuk menurunkan berat badan dan memperoleh bentuk tubuh yang ideal, banyak orang akan melakukan cara apapun. Utamanya kaum hawa. Dan cara yang biasa mereka lakukan adalah menjalani program diet dan olahraga secara rutin.

Namun, walaupun kedua cara itu kerap dilakukan, hasilnya belum tentu sesuai ekspektasi. Bahkan dalam beberapa kasus, berat badan seseorang tidak berubah atau justru bertambah.

Seperti yang sudah dilansir dari KSL, Dr. Whit Roberts dari Health Utah, mengungkapkan fakta menarik yang dapat membantumu menjalani penurunan berat badan agar tetap pada jalurnya. Fakta ini menjadi cara alternatif bagi seseorang yang ingin menurunkan berat badan tanpa harus diet atau olahraga. Inilah ketiga alternatifnya:
 

1. Kronobiologi


Merupakan studi yang mempelajari bagaimana ritme matahari, bulan, dan musim bisa memengaruhi mental, fisik, dan emosional tubuh manusia. Meski banyak yang belum tahu, studi ini berhasil memenangkan hadiah Nobel untuk bidang kedoktetan tahun 2017, loh.

Dr. Roberts menerangkan, mengapa sarapan itu penting. Kalori yang dimakan pada pagi hari diperlakukan berbeda oleh tubuh daripada kalori yang dimakan saat malam hari. Ia menjelaskan kalori yang dimakan saat pagi hari diperlakukan berbeda oleh tubuh daripada kalori yang dimakan malam hari.

Saat pagi hari, tubuh mempersiapkan kebutuhan energi siap pakai dengan mengubah makanan menjadi glikogen, molekul penyimpan energi jangka pendek.

Sementara kalori yang dimakan saat makan malam atau di malam hari lebih sering disimpan sebagai lemak, molekul penyimpanan energi jangka panjang. Jadi, untuk menurunkan berat badan, lebih baik tidak makan malam daripada tidak sarapan.
 

2. Bakteri jahat


Tahukah kamu, ternyata, keberadaan bakteri jahat di usus manusia bisa membuat berat badan bertambah. Hal ini dinyatakan Dr. Roberts berdasar pengalamannya saat menangani pasien bernama Tory (43), yang kala itu berat badannya naik 18 kilogram selama enam bulan. Padahal Tory sedang menjalani diet.

Akhirnya, Tory pergi ke dokter dan menjalani tes hormon dan tiroid. Ternyata hasilnya, baik-baik saja. Dan Roberts pun melakukan pemeriksaan menyeluruh termasuk evaluasi riwayat medis dan pengujiannya. Ternyata,Tory sempat menjalani dua pengobatan antibiotik untuk infeksi sinus yang parah, sebelum berat badannya naik.

Diketahui, antibiotik itu telah memusnahkan sebagian besar bakteri baik dan jahat. Ini terjadi saat Tory mengonsumsi soda dan makanan manis di mana koloni bakteri tumbuh kembali dan bakteri jahat semakin kuat.

Semuanya berakhir ketika wanita ini menjalani perawatan di Health Utah, dan berhasil menurunkan berat badannya hingga 20,4 kilogram.
 

3. Lemak tersembunyi


Lemak merupakan sejumlah molekul dalam tubuh yang bisa menjadi bahan dan penyimpan energi bagi tubuh. Meski begitu, keberadaan lemak dalam tubuh sering disangkutpautkan dengan peningkatan berat badan.

Dan salah satu makanan yang tidak disadari menambah lemak adalah (dada) ayam. Bagian ini   sering direkomendasikan untuk dimakan saat diet. Padahal, faktanya, dada ayam bisa mengakibatkan kenaikan berat badan secara signifikan bila dikonsumsi selama 10 hari.

Dr. Roberts mengatakan, penambahan berat badan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Seperti, racun, insomnia, infeksi, alergi, ketidakseimbangan hormon, Kandidiasis, masalah emosional, hingga disfungsi hati, dan kandung empedu.

"Pengujian adalah kunci untuk menemukan apakah ada potensi masalah mendasar yang membuat upaya penurunan berat badan Anda begitu sulit," tutup Dr. Roberts.
(FIR)

MOST SEARCH