FITNESS & HEALTH
Awas Tertipu! Ini Bahaya Tersembunyi di Balik Vitamin Anak Palsu
Yatin Suleha
Senin 12 Oktober 2026 / 15:24
- Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri berhasil membongkar pabrik pembuat vitamin anak palsu.
- Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, menjelaskan bahwa tersangka terbukti memproduksi dan memperdagangkan sirop suplemen kesehatan anak tanpa izin.
- Ada Ancaman Kesehatan dan Ekonomi Negara dalam hal adanya vitamin palsu hal ini.
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri berhasil membongkar pabrik pembuat vitamin anak palsu bermerek Apialys di Lampung.
Dilansir dari laman Kumparan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, menjelaskan bahwa tersangka terbukti memproduksi dan memperdagangkan sirop suplemen kesehatan anak tanpa izin.
Produk ilegal tersebut menggunakan merek Apialys yang secara fisik maupun kemasan dibuat sangat mirip dengan merek aslinya yang terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkum RI.
Dinukil dari Intelijen.pom.go.id, ada Ancaman Kesehatan dan Ekonomi Negara dalam hal ini antara lain:
Suplemen palsu sering kali mengandung bahan-bahan berbahaya yang tidak tertera pada label logam berat non-esensial seperti timbal, kadmium, dan kromium pada tingkat yang melebihi tunjangan harian yang direkomendasikan.
Logam ini dapat menyebabkan toksisitas dan masalah kesehatan jangka panjang, termasuk kanker (Naz et al., 2024)] (Irshad et al., 2024).
Konsumsi suplemen yang terkontaminasi dapat menyebabkan cedera hati yang diinduksi obat, masalah klinis yang signifikan yang dapat mengakibatkan gagal hati akut dan memerlukan transplantasi hati (Shaik et al., 2023).
Suplemen palsu tentu saja tidak memberikan manfaat kesehatan yang dijanjikan. Kandungan nutrisi atau bahan aktif di dalamnya sangat minim atau bahkan tidak ada sama sekali.
Konsumen yang mengonsumsi produk ini dengan harapan meningkatkan kesehatan atau mengatasi masalah tertentu justru membuang-buang waktu dan uang, sementara kondisi kesehatan yang sebenarnya mungkin semakin memburuk karena tidak ditangani dengan tepat.
Bagi individu yang sedang menjalani pengobatan, konsumsi suplemen palsu yang mengandung bahan kimia tersembunyi dapat menyebabkan interaksi obat yang berbahaya.
Interaksi ini dapat mengurangi efektivitas obat yang diresepkan dokter, meningkatkan efek samping obat, atau bahkan menimbulkan efek toksik yang mengancam jiwa.
Suplemen penurunan berat badan sering mengandung obat-obatan sintetis yang tidak diumumkan seperti sibutramine, phenolphthalein, dan fluoxetine.
Zat-zat ini dapat menyebabkan efek kesehatan yang merugikan, termasuk masalah kardiovaskular dan gangguan psikologis, dan tidak diungkapkan kepada konsumen, yang menyebabkan konsumsi yang tidak disengaja (Jairoun et al., 2021).
Peredaran suplemen palsu juga merugikan perekonomian negara. Produk ilegal ini tidak membayar pajak, merusak pasar produk yang legal dan terpercaya, serta mencoreng citra industri kesehatan dalam negeri.
Selain itu, biaya pengobatan masyarakat akibat dampak buruk suplemen palsu juga menjadi beban tambahan bagi sistem kesehatan.
(TIN)
Dilansir dari laman Kumparan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, menjelaskan bahwa tersangka terbukti memproduksi dan memperdagangkan sirop suplemen kesehatan anak tanpa izin.
Produk ilegal tersebut menggunakan merek Apialys yang secara fisik maupun kemasan dibuat sangat mirip dengan merek aslinya yang terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkum RI.
Bahaya mengonsumi vitamin palsu
Dinukil dari Intelijen.pom.go.id, ada Ancaman Kesehatan dan Ekonomi Negara dalam hal ini antara lain:
1. Risiko kesehatan akibat kandungan berbahaya
Suplemen palsu sering kali mengandung bahan-bahan berbahaya yang tidak tertera pada label logam berat non-esensial seperti timbal, kadmium, dan kromium pada tingkat yang melebihi tunjangan harian yang direkomendasikan.
Logam ini dapat menyebabkan toksisitas dan masalah kesehatan jangka panjang, termasuk kanker (Naz et al., 2024)] (Irshad et al., 2024).
Konsumsi suplemen yang terkontaminasi dapat menyebabkan cedera hati yang diinduksi obat, masalah klinis yang signifikan yang dapat mengakibatkan gagal hati akut dan memerlukan transplantasi hati (Shaik et al., 2023).
2. Tidak adanya manfaat kesehatan
(Vitamin palsu dapat membahayakan kesehatan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Suplemen palsu tentu saja tidak memberikan manfaat kesehatan yang dijanjikan. Kandungan nutrisi atau bahan aktif di dalamnya sangat minim atau bahkan tidak ada sama sekali.
Konsumen yang mengonsumsi produk ini dengan harapan meningkatkan kesehatan atau mengatasi masalah tertentu justru membuang-buang waktu dan uang, sementara kondisi kesehatan yang sebenarnya mungkin semakin memburuk karena tidak ditangani dengan tepat.
3. Interaksi obat yang berbahaya
Bagi individu yang sedang menjalani pengobatan, konsumsi suplemen palsu yang mengandung bahan kimia tersembunyi dapat menyebabkan interaksi obat yang berbahaya.
Interaksi ini dapat mengurangi efektivitas obat yang diresepkan dokter, meningkatkan efek samping obat, atau bahkan menimbulkan efek toksik yang mengancam jiwa.
Suplemen penurunan berat badan sering mengandung obat-obatan sintetis yang tidak diumumkan seperti sibutramine, phenolphthalein, dan fluoxetine.
Zat-zat ini dapat menyebabkan efek kesehatan yang merugikan, termasuk masalah kardiovaskular dan gangguan psikologis, dan tidak diungkapkan kepada konsumen, yang menyebabkan konsumsi yang tidak disengaja (Jairoun et al., 2021).
4. Kerugian ekonomi negara
Peredaran suplemen palsu juga merugikan perekonomian negara. Produk ilegal ini tidak membayar pajak, merusak pasar produk yang legal dan terpercaya, serta mencoreng citra industri kesehatan dalam negeri.
Selain itu, biaya pengobatan masyarakat akibat dampak buruk suplemen palsu juga menjadi beban tambahan bagi sistem kesehatan.
(TIN)