Ini Bedanya Plant-Based Diet dan Vegan Diet
Jakarta: Banyak orang yang menganggap bahwa mengonsumsi makanan yang berbasis tanaman seperti buah, sayur, dan kacang-kacangan atau yang biasa disebut dengan plant-based diet sama dengan vegan diet. Meskipun terlihat mirip karena sumber utama makanan berasal dari tanaman, namun ternyata keduanya memiliki perbedaan.
Menurut Dan Nguyen, RD, ahli gizi HelloFresh, banyak orang mungkin merasa kebingungan perbedaan diantara keduanya. Baik plant-based diet dan vegan diet memang mengutamakan makanan berbasis nabati. “Meskipun begitu, sementara vegan diet sudah pasti plant-based diet, tetapi plant-based diet belum tentu vegan diet,” kata Nguyen.
Ia mengatakan plant-based diet berarti mengonsumsi lebih banyak buah, sayuran, kacang-kacangan, umbi-umbian, dan biji-bijian. Secara sederhana, diet ini memang lebih fokus terhadap konsumsi makanan yang berbasis tanaman. Namun secara teknis, kamu masih bisa mengonsumsi produk hewani meskipun memang sangat sedikit.
“Ketika Anda mengubah rasio makanan nabati dengan makanan hewani dalam makanan, Anda mendapat manfaat dari peningkatan asupan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan, yang dapat membantu menurunkan gula darah, kolesterol jahat (LDL), dan tekanan darah,” kata Nguyen.
Ia juga menambahkan bahwa mengurangi konsumsi makanan yang berasal dari hewani memiliki dampak positif bagi lingkungan. “Tumbuhan membutuhkan jauh lebih sedikit energi dan sumber daya untuk menghasilkan daripada produk daging,” jelasnya.

(Ada banyak pilihan sarapan yang berbasis nabati, seperti oat, chia seeds, flaxseeds, dan kamu juga bisa mengganti makanan berbahan dasar hewani dengan kacang-kacangan seperti tempe atau tahu. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
“Peternakan hewan, menghasilkan sejumlah besar karbon dioksida dan metana, yang dapat berdampak negatif bagi lingkungan dan menyebabkan perubahan iklim,” tambah Sarah Rueven, RD, ahli gizi dan pendiri Rooted Wellness.
Untuk memulainya, kamu bisa mulai dengan cara yang paling mudah seperti dengan menambahkan satu porsi makan berbasis nabati atau dengan membatasi asupan makanan yang berbahan dasar daging satu kali sehari.
“Makan malam mungkin sulit dilakukan karena kita memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan yang berbahan dasar daging, jadi mulailah mencobanya pada saat sarapan dan makan siang,” saran Geerts.
Ada banyak pilihan sarapan yang berbasis nabati, seperti oat, chia seeds, flaxseeds, dan kamu juga bisa mengganti makanan berbahan dasar hewani dengan kacang-kacangan seperti tempe atau tahu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)