FITNESS & HEALTH

Plot Twist! Ahli Sebut Kelompok Dewasa Malah Berisiko Tinggi Kena Campak, Kok Bisa?

Aulia Putriningtias
Selasa 14 April 2026 / 18:08
Ringkasnya gini..
  • Sampai sekarang masih banyak yang anggap remeh penyakit campak dan mikir itu masalah biasa saja.
  • Padahal kenyataannya cukup serius, Indonesia sendiri mencatat ada lebih dari 17.000 kasus campak sepanjang tahun 2025 kemarin.
  • Fakta yang perlu kita tahu, daya tular campak itu ternyata 12 kali lipat lebih cepat dibanding influenza.
Jakarta: Sampai sekarang masih banyak yang anggap remeh penyakit campak dan mikir itu masalah biasa saja. Padahal kenyataannya cukup serius, Indonesia sendiri mencatat ada lebih dari 17.000 kasus campak sepanjang tahun 2025 kemarin. 

Fakta yang perlu kita tahu, daya tular campak itu ternyata 12 kali lipat lebih cepat dibanding influenza. Bayangkan saja, 1 orang yang kena bisa menularkan virusnya ke 12 sampai 18 orang di sekitarnya. Jadi, enggak boleh dianggap sepele lagi ya!

Menurut dr. Nina Dwi Putri, Sp.A(K), MSc (TropPaed), Dokter Spesialis Anak Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropis yang juga merupakan Pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), campak adalah infeksi virus akut yang sangat menular melalui udara.
 
Virus ini memiliki daya tular (R₀) sebesar 12-18, yang artinya satu orang yang terinfeksi campak dapat menularkan virus kepada hingga 18 orang lain pada populasi rentan.

Saat ini, sekitar 8 persen dari total kasus campak di Indonesia ditemukan pada usia dewasa. Jadi, campak ini bukan soal penyakit anak-anak, tetapi dapat menyerang semua.

Berdasarkan panduan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), terdapat beberapa kategori orang dewasa yang memiliki risiko tinggi tertular atau mengalami komplikasi berat akibat campak.

Mulai dari tenaga medis yang terpapar langsung di fasilitas kesehatan, pelancong ke daerah endemis, penghuni lingkungan padat, hingga individu dengan penyakit kronis atau gangguan imun.


(Dr. Nina Dwi Putri, Sp.A(K), MSc (TropPaed), Dokter Spesialis Anak Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropis dan merupakan Pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Foto: Dok. Istimewa)

Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD-KAI, FINASIM, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) menjelaskan bahwa pentingnya perlindungan bagi kelompok dewasa yang berisiko tinggi.

"Bagi orang dewasa yang tidak memiliki bukti kekebalan atau belum pernah menerima dua dosis vaksin, vaksinasi MMR sangat perlu dilakukan untuk mencegah komplikasi berat dan mendukung terciptanya herd immunity sebesar 95 persen," katanya kepada Medcom.id.
 

Adapun beberapa faktor orang dewasa rentan terhadap campak antara lain:


- Riwayat imunisasi yang tidak lengkap atau sering kali tidak terdokumentasi dengan jelas.

- Kegagalan vaksinasi primer yaitu ketika tubuh sama sekali tidak membentuk kekebalan (terjadi pada sekitar 5 persen individu yang divaksinasi).

- Waning immunity yaitu ketika antibodi menurun 15-20 tahun pascavaksinasi (terjadi pada 2–10 persen penerima vaksin).

"Berkurangnya paparan alami terhadap virus campak di era cakupan vaksinasi tinggi juga menyebabkan tidak adanya natural boosting yang selama ini secara tidak langsung memperkuat kekebalan," tambah dr. Sukamto.
 
Sebagai langkah pencegahan, pemerintah dan organisasi profesi medis mendorong masyarakat untuk segera melengkapi status imunisasi. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah merekomendasikan pemberian imunisasi campak-rubella (MR) atau MMR pada anak sesuai jadwal.

Sementara itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) merekomendasikan vaksin MMR bagi orang dewasa. Hal ini terutama mereka yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap atau tidak memiliki bukti kekebalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH