- Perjalanan itu tidak mudah.
- Ia mengayuh becak dari Sumatra Barat menuju Bogor.
- Perjalanan pulang Jefri bukan sekadar lintas kota.
Di antara riuh mudik yang serba cepat, kisah Jefri Caliak berjalan dalam tempo berbeda, pelan, tapi penuh makna. Ia mengayuh becak dari Sumatra Barat menuju Bogor, membawa keluarganya sekaligus harapan yang tak ringan.
Becaknya bukan sekadar kendaraan. Di atasnya, terpasang miniatur rumah adat Minang yang dirangkai dari bungkus kopi Kapal Api, simbol sederhana tentang rumah, kenangan, dan kehangatan yang ingin ia tuju kembali.
Perjalanan itu tidak mudah. Jefri dan keluarga kerap beristirahat dari satu masjid ke masjid lain, mengisi tenaga seadanya. Namun, seperti secangkir kopi yang setia menemani pagi, semangatnya tak pernah benar-benar dingin. Ia terus melaju, menakar lelah dengan tekad.
Kisahnya kemudian sampai ke telinga Kapal Api Group. Tergerak oleh ketulusan dan kecintaan Jefri, perusahaan tersebut hadir bukan sekadar sebagai merek, tetapi sebagai teman perjalanan. Dukungan berupa akomodasi, kebersamaan saat berbuka puasa, hingga bantuan materiil menjadi 'secangkir semangat' yang menguatkan langkahnya.
“Semangat besar bisa lahir dari hal sederhana,” ujar Rafael Widya Wiryawan, Human Capital Director Kapal Api Group, menegaskan bahwa setiap perjalanan layak diapresiasi.
Bagi Jefri, bantuan itu bukan hanya soal materi. Ia adalah jeda hangat di tengah perjalanan panjang, seperti menyeruput kopi saat lelah mulai terasa pekat. “Dukungan ini sangat berarti, menambah semangat kami hingga sampai tujuan,” tuturnya.
Pada akhirnya, perjalanan pulang Jefri bukan sekadar lintas kota. Ia adalah cerita tentang ketekunan, tentang cinta keluarga, dan tentang harapan yang diseduh perlahan. Seperti kopi, hangatnya mungkin sederhana, tapi mampu menguatkan langkah, hingga rumah benar-benar terasa dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Becaknya bukan sekadar kendaraan. Di atasnya, terpasang miniatur rumah adat Minang yang dirangkai dari bungkus kopi Kapal Api, simbol sederhana tentang rumah, kenangan, dan kehangatan yang ingin ia tuju kembali.
Perjalanan itu tidak mudah. Jefri dan keluarga kerap beristirahat dari satu masjid ke masjid lain, mengisi tenaga seadanya. Namun, seperti secangkir kopi yang setia menemani pagi, semangatnya tak pernah benar-benar dingin. Ia terus melaju, menakar lelah dengan tekad.
Kisahnya kemudian sampai ke telinga Kapal Api Group. Tergerak oleh ketulusan dan kecintaan Jefri, perusahaan tersebut hadir bukan sekadar sebagai merek, tetapi sebagai teman perjalanan. Dukungan berupa akomodasi, kebersamaan saat berbuka puasa, hingga bantuan materiil menjadi 'secangkir semangat' yang menguatkan langkahnya.
“Semangat besar bisa lahir dari hal sederhana,” ujar Rafael Widya Wiryawan, Human Capital Director Kapal Api Group, menegaskan bahwa setiap perjalanan layak diapresiasi.
Bagi Jefri, bantuan itu bukan hanya soal materi. Ia adalah jeda hangat di tengah perjalanan panjang, seperti menyeruput kopi saat lelah mulai terasa pekat. “Dukungan ini sangat berarti, menambah semangat kami hingga sampai tujuan,” tuturnya.
Pada akhirnya, perjalanan pulang Jefri bukan sekadar lintas kota. Ia adalah cerita tentang ketekunan, tentang cinta keluarga, dan tentang harapan yang diseduh perlahan. Seperti kopi, hangatnya mungkin sederhana, tapi mampu menguatkan langkah, hingga rumah benar-benar terasa dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)