Pengecekan ban di TOMO. Bridgestone
Pengecekan ban di TOMO. Bridgestone

Bridgestone Imbau Pengendara Periksa Ban Usai Mudik Lebaran 2026

Ekawan Raharja • 05 April 2026 13:49
Ringkasnya gini..
  • Bridgestone mengimbau pengendara memeriksa kondisi ban kendaraan setelah perjalanan mudik Lebaran 2026.
  • Perjalanan jarak jauh dapat mempercepat keausan ban akibat panas, beban kendaraan, serta kondisi jalan beragam.
  • Pengecekan tekanan angin, kondisi fisik ban, serta spooring dan balancing penting untuk menjaga keselamatan berkendara.
DKI Jakarta: Mobilitas masyarakat kembali normal setelah libur Lebaran 2026 berakhir. Tingginya aktivitas perjalanan selama periode mudik membuat kondisi kendaraan, khususnya ban, perlu mendapat perhatian lebih karena menjadi satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.
 
Menanggapi tingginya intensitas penggunaan kendaraan selama musim mudik, PT Bridgestone Tire Indonesia mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pengecekan ban kendaraan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kenyamanan serta keselamatan berkendara dalam aktivitas sehari-hari setelah perjalanan jarak jauh.
 
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menegaskan perjalanan mudik memberikan beban kerja lebih berat pada ban kendaraan dibandingkan penggunaan normal.

“Perjalanan jarak jauh saat mudik membuat ban bekerja jauh lebih berat dari kondisi normal. Pengecekan ban setelah mudik adalah langkah preventif yang sangat penting untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan performa kendaraan tetap optimal,” ujar Mukiat melalui keterangan resminya.

Baca Juga:
Daftar Harga Mobil Listrik Wuling per April 2026


Ia juga menambahkan Bridgestone Indonesia siap mendukung pengguna kendaraan pribadi untuk melakukan pemeriksaan ban dan kendaraan melalui lebih dari 400 jaringan ritel Toko Model (TOMO) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Perjalanan Jarak Jauh Mempercepat Keausan Ban

Selama perjalanan mudik, ban kendaraan menghadapi berbagai kondisi yang dapat mempercepat penurunan performa. Faktor yang memengaruhi antara lain jarak tempuh panjang yang meningkatkan keausan tapak ban, durasi berkendara yang lama dengan paparan panas jalan, hingga suhu ban yang meningkat.
 
Selain itu, kendaraan juga kerap membawa beban lebih berat dari biasanya, baik dari penumpang maupun barang bawaan. Kondisi jalan yang beragam, mulai dari jalan mulus hingga berlubang, bergelombang, dan berkelok, juga turut memengaruhi kinerja ban.
 
Kombinasi berbagai faktor tersebut dapat menurunkan performa ban dan berdampak pada kenyamanan berkendara, seperti munculnya getaran pada kendaraan, suara bising, hingga penurunan kemampuan pengereman.

Pentingnya Pengecekan Ban Pasca Mudik

Kerusakan pada ban sering kali tidak terlihat secara langsung. Namun jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan saat kendaraan kembali digunakan untuk aktivitas harian.

Baca Juga:
Estimasi Pajak Toyota Innova Reborn Berdasarkan Tahun Produksi


Salah satu aspek yang perlu diperiksa adalah tekanan angin ban. Tusukan paku atau benda tajam yang tidak terasa selama perjalanan panjang dapat menyebabkan tekanan angin berkurang secara perlahan. Oleh karena itu, tekanan angin ban termasuk ban serep perlu disesuaikan kembali dengan rekomendasi pabrikan kendaraan yang biasanya tercantum pada pilar pintu.
 
Ban dengan tekanan angin yang kurang dapat menyebabkan dinding samping ban melentur secara berlebihan. Kondisi ini berpotensi menghasilkan panas ekstrem dan meningkatkan risiko kerusakan serius seperti terlepasnya tapak ban atau bahkan pecah ban.
 
Selain tekanan angin, kondisi fisik dinding samping ban juga perlu diperhatikan. Pengendara disarankan memeriksa adanya benjolan atau bulging yang dapat muncul akibat benturan dengan lubang atau permukaan jalan rusak. Retakan halus pada ban juga perlu diwaspadai karena dapat terjadi akibat panas berlebih dan usia pemakaian ban.
 
Kerusakan fisik tersebut dapat menandakan adanya perubahan struktur ban dan memerlukan penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan penggantian ban demi menjaga keselamatan berkendara.

Perhatikan Pola Keausan Ban

Pola keausan ban juga menjadi indikator penting dalam menilai kondisi ban setelah perjalanan jauh. Keausan yang terjadi di bagian tengah atau sisi ban biasanya disebabkan tekanan angin yang tidak sesuai.
 
Sementara itu, keausan yang tidak merata dapat dipicu oleh perubahan setelan spooring akibat kondisi jalan yang tidak rata selama perjalanan mudik.

Baca Juga:
Sebelum Pulang Kerja, Cek Dulu 28 Gerbang Tol yang Terkena Ganjil Genap


Melakukan spooring dan balancing setelah perjalanan jauh dapat membantu mengembalikan stabilitas kemudi serta meningkatkan kenyamanan berkendara. Selain itu, rotasi ban juga disarankan untuk menyeimbangkan tingkat keausan pada setiap ban kendaraan.
 
Ban yang sudah aus lebih rentan mengalami tusukan benda tajam dan memiliki risiko lebih tinggi mengalami hidroplaning ketika melintas di jalan licin.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan