DKI Jakarta: Perjalanan mudik dan arus balik Lebaran dengan mobil pribadi sering kali menempuh jarak jauh dengan berbagai kondisi jalan, lalu lintas, hingga cuaca. Setelah perjalanan panjang tersebut, pemilik kendaraan disarankan tidak langsung menggunakan mobil untuk aktivitas harian tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, menjelaskan perjalanan mudik dapat memicu sejumlah potensi masalah pada kendaraan maupun kondisi pengemudi jika tidak segera ditangani.
“Setelah sampai di rumah, sebaiknya pelanggan tidak langsung menggunakan kendaraan yang baru saja dipakai mudik untuk mobilitas harian. Ada beberapa keadaan yang berpotensi sebagai pemicu masalah, yang harus dipahami dan dicarikan solusinya supaya tidak menjadi masalah baru yang merugikan kalau diabaikan,” jelas Nur Imansyah Tara melalui keterangan resminya.
1. Kondisi Pengemudi Perlu Dipulihkan
Selain kendaraan, kondisi fisik pengemudi juga perlu menjadi perhatian setelah perjalanan panjang. Mengemudi dalam waktu lama berpotensi menimbulkan kelelahan dan menurunkan kondisi tubuh.
Baca Juga:
Tips Perawatan Mobil Listrik Usai Mudik Lebaran 2026
Karena itu, pengemudi disarankan untuk beristirahat minimal enam jam setelah tiba di rumah. Konsumsi vitamin atau suplemen kesehatan sesuai anjuran dokter juga dapat membantu memulihkan stamina. Jika diperlukan, terapi fisik dapat dilakukan untuk membantu merilekskan otot dan persendian.
2. Bersihkan Mobil Setelah Perjalanan Jauh
Perjalanan jauh biasanya membuat mobil kotor akibat debu, hujan, maupun kotoran yang menempel selama perjalanan. Kabin kendaraan juga sering kali berantakan karena membawa banyak penumpang atau barang.
Membersihkan mobil, baik bagian luar maupun dalam, menjadi langkah penting agar kendaraan kembali nyaman digunakan. Pembersihan bagian kolong mobil juga disarankan untuk mencegah potensi karat. Jika terdapat kerusakan pada bodi, perbaikan dapat dilakukan di fasilitas body & paint.
3. Periksa Oli dan Cairan Kendaraan
Kemacetan panjang selama perjalanan mudik dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna yang memicu terbentuknya residu karbon di dalam mesin. Kondisi ini berpotensi menurunkan performa mesin dan mempengaruhi kualitas oli.
Pemilik kendaraan disarankan memeriksa ketinggian oli mesin melalui dipstick dan menambahkannya jika berkurang. Jika oli terlihat kotor atau sudah waktunya diganti, penggantian oli dan filter oli perlu segera dilakukan.
Baca Juga:
Modifikasi Toyota Hilux Rangga di Thailand, Ada 'Nuansa' Brabus
Selain oli mesin, cairan kendaraan lain seperti cairan rem, coolant radiator, oli transmisi, cairan kopling, dan cairan pembersih kaca juga perlu diperiksa. Volume cairan yang berkurang atau terkontaminasi dapat mempengaruhi kinerja komponen kendaraan.
4. Cek Kondisi Ban dan Sistem Rem
Ban mobil bekerja lebih berat selama perjalanan mudik karena membawa muatan lebih banyak serta menempuh jarak jauh. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan angin, kedalaman telapak ban, serta kondisi dinding ban sangat penting dilakukan.
Ban yang menunjukkan tanda sobek atau benjol sebaiknya segera diganti untuk mencegah risiko pecah ban saat berkendara.
Selain ban, sistem pengereman juga perlu mendapat perhatian khusus. Pemeriksaan meliputi kondisi cairan rem, potensi kebocoran, serta ketebalan kampas rem. Jika kampas rem sudah mendekati batas keausan, penggantian perlu segera dilakukan.
5. Servis Berkala untuk Pemeriksaan Menyeluruh
Untuk memastikan kendaraan tetap dalam kondisi optimal, pemilik mobil disarankan melakukan pemeriksaan menyeluruh melalui servis berkala di bengkel resmi.
Di bengkel Auto2000, proses pemeriksaan mencakup setidaknya 59 titik pengecekan, termasuk sistem rem, kelistrikan, oli, radiator coolant, serta berbagai komponen penting lainnya. Jika ditemukan kerusakan atau keausan pada komponen tertentu, perbaikan dapat segera dilakukan sehingga kendaraan kembali siap digunakan untuk mobilitas harian.
DKI Jakarta: Perjalanan
mudik dan
arus balik Lebaran dengan mobil pribadi sering kali menempuh jarak jauh dengan berbagai kondisi jalan, lalu lintas, hingga cuaca. Setelah perjalanan panjang tersebut, pemilik kendaraan disarankan tidak langsung menggunakan mobil untuk aktivitas harian tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, menjelaskan perjalanan mudik dapat memicu sejumlah potensi masalah pada kendaraan maupun kondisi pengemudi jika tidak segera ditangani.
“Setelah sampai di rumah, sebaiknya pelanggan tidak langsung menggunakan kendaraan yang baru saja dipakai mudik untuk mobilitas harian. Ada beberapa keadaan yang berpotensi sebagai pemicu masalah, yang harus dipahami dan dicarikan solusinya supaya tidak menjadi masalah baru yang merugikan kalau diabaikan,” jelas Nur Imansyah Tara melalui keterangan resminya.
1. Kondisi Pengemudi Perlu Dipulihkan
Selain kendaraan, kondisi fisik pengemudi juga perlu menjadi perhatian setelah perjalanan panjang. Mengemudi dalam waktu lama berpotensi menimbulkan kelelahan dan menurunkan kondisi tubuh.
Karena itu, pengemudi disarankan untuk beristirahat minimal enam jam setelah tiba di rumah. Konsumsi vitamin atau suplemen kesehatan sesuai anjuran dokter juga dapat membantu memulihkan stamina. Jika diperlukan, terapi fisik dapat dilakukan untuk membantu merilekskan otot dan persendian.
2. Bersihkan Mobil Setelah Perjalanan Jauh
Perjalanan jauh biasanya membuat mobil kotor akibat debu, hujan, maupun kotoran yang menempel selama perjalanan. Kabin kendaraan juga sering kali berantakan karena membawa banyak penumpang atau barang.
Membersihkan mobil, baik bagian luar maupun dalam, menjadi langkah penting agar kendaraan kembali nyaman digunakan. Pembersihan bagian kolong mobil juga disarankan untuk mencegah potensi karat. Jika terdapat kerusakan pada bodi, perbaikan dapat dilakukan di fasilitas body & paint.
3. Periksa Oli dan Cairan Kendaraan
Kemacetan panjang selama perjalanan mudik dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna yang memicu terbentuknya residu karbon di dalam mesin. Kondisi ini berpotensi menurunkan performa mesin dan mempengaruhi kualitas oli.
Pemilik kendaraan disarankan memeriksa ketinggian oli mesin melalui dipstick dan menambahkannya jika berkurang. Jika oli terlihat kotor atau sudah waktunya diganti, penggantian oli dan filter oli perlu segera dilakukan.
Selain oli mesin, cairan kendaraan lain seperti cairan rem, coolant radiator, oli transmisi, cairan kopling, dan cairan pembersih kaca juga perlu diperiksa. Volume cairan yang berkurang atau terkontaminasi dapat mempengaruhi kinerja komponen kendaraan.
4. Cek Kondisi Ban dan Sistem Rem
Ban mobil bekerja lebih berat selama perjalanan mudik karena membawa muatan lebih banyak serta menempuh jarak jauh. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan angin, kedalaman telapak ban, serta kondisi dinding ban sangat penting dilakukan.
Ban yang menunjukkan tanda sobek atau benjol sebaiknya segera diganti untuk mencegah risiko pecah ban saat berkendara.
Selain ban, sistem pengereman juga perlu mendapat perhatian khusus. Pemeriksaan meliputi kondisi cairan rem, potensi kebocoran, serta ketebalan kampas rem. Jika kampas rem sudah mendekati batas keausan, penggantian perlu segera dilakukan.
5. Servis Berkala untuk Pemeriksaan Menyeluruh
Untuk memastikan kendaraan tetap dalam kondisi optimal, pemilik mobil disarankan melakukan pemeriksaan menyeluruh melalui servis berkala di bengkel resmi.
Di bengkel Auto2000, proses pemeriksaan mencakup setidaknya 59 titik pengecekan, termasuk sistem rem, kelistrikan, oli, radiator coolant, serta berbagai komponen penting lainnya. Jika ditemukan kerusakan atau keausan pada komponen tertentu, perbaikan dapat segera dilakukan sehingga kendaraan kembali siap digunakan untuk mobilitas harian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)