FAMILY

Pentingnya Optimalisasi Pencernaan Anak untuk 1000 HPK

Aulia Putriningtias
Jumat 07 Agustus 2026 / 15:38
Ringkasnya gini..
  • Parents, perlu kamu ketahui bahwa 1000 HPK (hari pertama kehidupan) menentukan kesehatan si kecil.
  • Salah satunya adalah perihal kesehataan pencernaan.
  • Para ahli kesehatan menegaskan bahwa saluran cerna tidak hanya berperan dalam proses pencernaan dan penyerapan nutrisi.
Bali: Parents, perlu kamu ketahui bahwa 1000 HPK (hari pertama kehidupan) menentukan kesehatan si kecil. Salah satunya adalah perihal kesehataan pencernaan.

Para ahli kesehatan menegaskan bahwa saluran cerna tidak hanya berperan dalam proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Namun, juga memiliki kaitan erat dengan perkembangan sistem imun anak.

Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), di saluran cerna terdapat sekitar 100 triliun mikrobiota. Hal ini dapat mempengaruhi fungsi saluran cerna, fungsi daya tahan tubuh dan berbagai fungsi penting tubuh lainnya.

"Karena itu, keseimbangan mikrobiota usus menjadi faktor yang perlu diperhatikan sejak dini. Hal ini agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal," ungkap dr. Piprim pada Pediatric Science & Health Summit 2026 bertajuk "Advancing Science for Clinical Excellence" di Bali, 7-9 Agustus 2026.

Salah satu caranya adalah melalui asupan biotik (prebiotik, probiotik atau sinbiotik) yang membantu menjaga keseimbangan bakteri di usus sehingga mendukung kesehatan pencernaan dan penyerapan nutrisi anak.

Perkembangan ilmu pengetahuan juga menunjukkan adanya hubungan erat antara saluran cerna dan otak melalui gut-brain axis. Keseimbangan mikrobiota usus berperan penting dalam menjaga sistem imun sekaligus mendukung pematangan fungsi otak pada masa awal kehidupan.



Prof. Yvan Vandenplas, MD, Ph.D., Pakar Gastroenterologi dan Nutrisi Anak dari University Hospital Brussels (UZ Brussel), Belgia, menjelaskan bahwa peran biotik menjadi semakin penting dalam mendukung kesehatan anak secara menyeluruh.

"Mikrobiota usus memainkan peran sentral dalam penyerapan nutrisi, perkembangan sistem imun, hingga pertumbuhan anak," katanya.

Secara khusus. prebiotik berperan sebagai nutrisi bagi bakteri baik yang dapat mendukung kesehatan saluran cerna, kenyamanan pencernaan, serta berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
 

Pentingnya peran biotik untuk kesehatan percernaan 


Dalam diskusi ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Yvan Vandenplas, MD, PhD; Assoc. Prof. Marion M. Aw, MBBS, MMed, MRCP, FRCPCH, MD; serta Dr. Yi Jin, MD, para ahli menyoroti semakin banyaknya bukti ilmiah mengenai manfaat biotik bagi kesehatan usus.

Manfaatnya adalah menjaga keseimbangan bakteri baik dalam saluran cerna, Bakteri baik ini merupakan fondasi penting untuk perkembangan sistem imun pada anak. Manfaat ini juga menjadi semakin relevan bagi kelompok anak tertentu, termasuk anak yang lahir melalui operasi caesar.

Beberapa studi menunjukkan bahwa anak yang lahir secara caesar memiliki komposisi mikrobiota usus yang berbeda dibandingkan anak yang lahir secara normal, dan berisiko lebih tinggi mengalami ketidakseimbangan mikrobiota (disbiosis).

Hal ini dapat berpengaruh pada kesehatan pencernaan serta perkembangan sistem imunnya. Sebab, kondisi disbiosis dapat meningkatkan risiko anak mengalami berbagai masalah kesehatan alergi (seperti asma) dan penurunan imunitas tubuh (seperti infeksi dan penyakit inflamasi).

 

Kesehatan saluran cerna terhadap alergi juga sama pentingnya



Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi lmunologi, Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K). menekankan pentinanva diagnosis vang tepat dan dini dalam penanganan Alerai Protein Susu Sapi (ASS). 

Keterlambatan diagnosis yang masih erap terjadi dapat memperpanjang proses penanganan serta berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak. 

Dalam praktik klinis, masih terdapat penggunaan formula partially hydrolyzed (pHF) untuk penanganan alergi protein susu sapi. Padahal, berdasarkan berbagai panduan internasional, termasuk rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pHF tidak direkomendasikan untuk anak yang sudah mengalami alergi susu sapi.

Prof. Zakiudin menekankan bahwa pilihan nutrisi harus mengikuti panduan berbasis bukti. Extensively hydrolyzed formula (eHF) direkomendasikan sebagai pilihan pertama dalam penanganan anak dengan kondisi alergi susu sapi ringan-sedang.

Hal ini karena lebih dari 90 persen ditoleransi oleh pasien yang mengalami alergi susu sapi. Berbagai studi juga menunjukkan bahwa eHF berbasis whey lebih mudah dicerna, memiliki penerimaan rasa yang lebih baik, serta mampu membantu perbaikan gejala dalam waktu 10-12 minggu.

Selain itu, formula isolat protein soya dapat dipertimbangkan sebagai alteratif pada kasus alergi ringan hingga sedang. Hal ini mempertimbangkan faktor keterjangkauan dan rasa serta bukti ilmiah yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH