Sosialisasi Larehfarma.id. Dok ITB
Sosialisasi Larehfarma.id. Dok ITB

Bantu Warga Papua, Mahasiswa ITB Buat Platform Cek Stok Obat Digital

Ilham Pratama Putra • 12 Oktober 2026 22:04
Ringkasnya gini..
  • Tim Ekspedisi Patriot ITB merancang platform lerehfarma.id untuk memudahkan warga transmigrasi Jayapura mengecek stok obat.
  • Situs ini menyediakan informasi ketersediaan obat, lokasi faskes terdekat, hingga fitur pengaduan kendala layanan kesehatan.
  • Selain digitalisasi kesehatan, mahasiswa ITB juga memberikan edukasi pencegahan penyakit dan pelatihan penyaring air bersih.
Jakarta: Warga di kawasan transmigrasi Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, Papua, kini bisa mengecek ketersediaan obat di fasilitas kesehatan melalui situs digital. Platform lerehfarma.id yang dikembangkan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 11 Institut Teknologi Bandung (ITB) ini diharapkan membantu warga menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan.

Situs tersebut menyediakan informasi stok obat, lokasi fasilitas kesehatan terdekat, panduan pencegahan penyakit, hingga fitur pengaduan warga. Kehadiran platform ini menyasar sejumlah persoalan kesehatan di wilayah setempat seperti keterbatasan obat di Puskesmas Pembantu (Pustu). 

Bidan Sinta, salah satu tenaga kesehatan setempat, menilai platform tersebut dapat menghemat waktu dan tenaga warga. Karena warga dengan mudah memastikan ketersediaan obat sebelum mendatangi Pustu.

"Jika obat di Pustu kosong, warga bisa langsung mencari alternatifnya di apotek lain. Ini sangat memudahkan," kata Sinta dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Oktober 2026. Selain memudahkan pencarian informasi obat, situs tersebut menyediakan saluran pengaduan bagi warga yang menghadapi kendala layanan kesehatan. Fitur ini diharapkan membantu masyarakat menyampaikan persoalan terkait ketersediaan obat maupun akses pelayanan kesehatan di wilayahnya.

Susanto, warga Yapsi, menyambut kehadiran fitur tersebut karena masyarakat memiliki saluran untuk menyampaikan keluhan mengenai layanan kesehatan. "Adanya website ini memudahkan kami untuk menyampaikan keluhan penyakit, terutama terkait obat-obatan yang akses dan ketersediaannya terbatas di Pustu," ujar Susanto

TEP 11 ITB tidak hanya memperkenalkan platform digital Larehfarma.id. Tetapi juga memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. 
 
WhatsApp Image 2026-10-12 at 5_51_26 PM
Sosialisasi Larehfarma.id. Dok ITB


Materi yang disampaikan mencakup pencegahan malaria, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan skabies atau penyakit kulit akibat tungau. Masyarakat juga diajarkan menguji tingkat keasaman atau pH air serta membuat penyaring air sederhana untuk kebutuhan rumah tangga. 

"Pelatihan tersebut ditujukan untuk membantu warga menghadapi keterbatasan akses air bersih," kata anggota TEP 11 ITB, Ranif.

Ranif mengatakan pengetahuan yang diberikan dalam kegiatan sosialisasi perlu diteruskan kepada masyarakat yang lebih luas. Karena itu, kader kesehatan dan pemuda setempat diharapkan dapat berperan dalam menyebarluaskan informasi yang telah mereka terima.

"Informasi dan ilmu yang didapat harus disebarluaskan agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh warga," tutur Ranif.

Kepala Kampung Tabbeyan, Nicolas Gaya, menyatakan pihaknya bersama kader kampung akan melanjutkan edukasi dan pelatihan tersebut kepada warga lainnya. "Kami dan kader kampung akan melanjutkan manfaat dari pelatihan ini dan akan meneruskannya kepada masyarakat yang lebih luas," ujar dia. Pengembangan lerehfarma.id menjadi salah satu upaya pemanfaatan teknologi untuk membantu masyarakat di kawasan transmigrasi mengakses informasi kesehatan. Platform tersebut juga mendukung akses informasi jalan rusak hingga ketersediaan air bersih. 

Saat ini, efektivitas platform tersebut dalam menjawab persoalan layanan kesehatan akan bergantung pada pembaruan informasi stok obat. Termasuk pembaruan terkait ketersediaan fasilitas kesehatan, serta tindak lanjut atas pengaduan warga secara langsung. 

Langkah pemberdayaan dan digitalisasi di tingkat desa ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara pernah menegaskan bahwa digitalisasi merupakan keharusan agar ekonomi desa dapat mandiri dan naik kelas. 

“Digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah keharusan bagi UMKM dan ekonomi desa kita untuk naik kelas serta mandiri di tengah persaingan global,” tegas Prabowo dalam pidatonya pada Pembukaan Forum Ekonomi Digital Nasional di Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pembangunan wilayah harus dibarengi dengan pengembangan ekosistem usaha. "Pembangunan kewilayahan yang kita lakukan tidak hanya sebatas infrastruktur fisik, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi masyarakatnya melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi yang tepat guna," ujar Menko AHY dalam Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan Kewilayahan pada Selasa, 22 September 2026.

Visi ini juga menjadi pilar dalam transformasi kawasan transmigrasi. Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong transformasi kawasan transmigrasi menjadi lumbung ekonomi baru melalui sentuhan kreativitas dan digitalisasi.

"Kawasan transmigrasi harus bertransformasi menjadi lumbung ekonomi baru. Produk-produk lokal dari para transmigran harus bisa menembus pasar nasional dengan sentuhan kreativitas dan digitalisasi," ujar Iftitah. 
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan