Kampus UGM. Foto: UGM
Kampus UGM. Foto: UGM

Raup Cuan Rp15 Miliar! Royalti Paten UGM Sukses Kalahkan ITB dan IPB

Citra Larasati • 06 Oktober 2026 16:00
Ringkasnya gini..
  • UGM raih peringkat pertama komersialisasi paten di Indonesia, hasilkan nilai royalti tembus Rp15 miliar.
  • DJKI tegaskan sertifikat paten jangan cuma jadi pajangan, tapi wajib dimanfaatkan agar bernilai ekonomi.
  • Kolaborasi kampus dan industri jadi kunci utama hilirisasi riset UGM agar inovasi sukses tembus pasar.
Jakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM) membuktikan bahwa riset kampus tak sekadar berakhir jadi tumpukan kertas, tapi juga bisa menghasilkan 'cuan' bernilai fantastis. UGM sukses menyabet peringkat pertama sebagai perguruan tinggi dengan komersialisasi paten tertinggi di Indonesia.

Tercatat, ada 35 paten UGM yang berhasil dikomersialkan dengan total nilai royalti mencapai Rp15 miliar. Capaian ini sukses menyalip Institut Teknologi Bandung (ITB) di posisi kedua (32 paten, royalti Rp12,4 miliar) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) di posisi ketiga (30 paten, royalti Rp10,8 miliar).

Fakta membanggakan ini diungkap langsung oleh Direktur Paten Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Dr. Andreansjah, S.T., S.H., M.M., saat menjadi pembicara kunci di ajang UGM IP Forum 2026.
 
UGM Kampus 2 Humas
Kampus UGM. Foto: UGM


Menurut Andreansjah, prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem kekayaan intelektual di UGM sudah berjalan sangat baik. Sesuai dengan tema "Bridging IP Protection to Market Integration", ia menegaskan bahwa paten harus punya impact nyata di pasar.

"Yang terpenting di sini bukan lagi soal apakah inovasi kita sudah dipatenkan, tapi bagaimana setelah dipatenkan kemudian bisa dimanfaatkan," ungkap Andreansjah dikutip dari laman UGM, Selasa, 6 Oktober 2026.

Andreansjah menganalogikan sertifikat paten ibarat sertifikat tanah. Kalau cuma disimpan di lemari, nilainya tidak akan optimal. Paten harus dihidupkan lewat pengembangan bisnis, lisensi, atau skema komersial lainnya agar masyarakat ikut merasakan manfaatnya.

"Paten yang ada, ya itu harus menjadi nilai ekonomi," sambungnya.

UGM sendiri dinilai sudah punya fondasi kuat berkat kehadiran Intellectual Property Management Office (IPMO). Lembaga ini menjadi motor penggerak ekosistem paten, mulai dari proses kreasi, perlindungan hukum, hingga pemanfaatannya di dunia nyata.

Paten Bukan Akhir, Tapi Awal Hilirisasi

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., mengingatkan bahwa status patent granted alias paten yang disetujui bukanlah garis finis. Sebaliknya, itu adalah garis start untuk membawa inovasi masuk ke pasar industri (hilirisasi).

"Sebisa mungkin bagaimana paten ini bisa kita manfaatkan untuk melakukan hilirisasi dan bagaimana produk yang Bapak-Ibu bangun itu bisa masuk ke market secara luas," jelasnya.

Meski begitu, Danang juga memberikan catatan kritis. Terkadang, masih ada peneliti yang keburu semangat membuat produk dan menggandeng mitra, tapi malah lupa mengurus perlindungan patennya sejak awal.

Ia juga menekankan krusialnya kolaborasi "pentahelix" antara kampus, pemerintah, industri, dan masyarakat. Kampus jagonya riset, tapi urusan pabrikasi jelas butuh tangan dingin industri.

"Tidak mungkin UGM bekerja sendiri untuk melakukan manufaktur. Karena memang bukan dunianya akademik, kita (UGM) kan melakukan penelitian dan pengembangan," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua IPMO UGM, Prof. Ir. Sang Kompiang Wirawan, S.T., M.T., Ph.D., membeberkan bahwa Fakultas Teknik dan Fakultas MIPA masih menjadi 'lumbung' utama penyumbang paten di UGM sepanjang tahun 2026.

Bersama IPMO, Kompiang berkomitmen agar manajemen kekayaan intelektual di UGM tak berhenti pada regulasi, tapi juga pendampingan hukum, kurasi, hingga edukasi bisnis. Tujuannya satu: mempertemukan inovasi civitas academica dengan kebutuhan industri masa kini.

"Semangat kita bersama untuk kita terus berkarya. Kita lanjutk

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan