FAMILY

Tanda-tanda Bayi Sudah Lapar dan Ingin Minum ASI

Raka Lestari
Kamis 26 Agustus 2021 / 12:45
Jakarta: Pada umumnya, air susu ibu (ASI) merupakan makanan pertama yang dikonsumsi bayi pada usia 6 bulan pertama. Namun terkadang, para ibu, terutama ibu baru masih belum memahami tanda-tanda yang diberikan bayi ketika mereka sedang lapar dan ingin minum ASI.

"Mengetahui tanda bayi ingin minum ASI ini sangat penting. Dan tanda bayi ingin menyusui ini ada tanda awal, tanda pertengahan, dan tanda akhir," ujar dr.  Sara Elsa Wijono - Konselor Laktasi dalam acara Media Online Gathering Mama's Choice.

Lebih lanjut, dr. Sara menjelaskan tanda-tanda bayi ingin menyusui:

1. Tanda awal: Bayi gelisah, mulut bayi akan mulai terbuka, menengokkan kepala dan mulai mencari-cari puting susu.

2. Tanda pertengahan: Bayi mulai meregangkan tubuhnya, mulai bergerak aktif, dan mulai memasukkan tangan ke mulut.

3. Tanda akhir: Bayi akan menangis, gelisah dan marah. Kulit bayi juga biasanya akan mulai berubah menjadi warna kemerahan.

Ibu perlu sekali mengetahui ini karena terkadang ada beberapa bayi yang ketika sudah memasuki tanda akhir, mereka justru malah jadi tidak ingin minum susu karena sudah terlalu lapar dan menyusunya malah asal-asalan.

"Jika ini yang terjadi, ibu perlu menenangkan bayinya terlebih dulu barulah diberi susu. Meskipun dia nangis sebenarnya karena lapar, tetapi tunggu sampai bayi tenang," ujar dr. Sara.

Pada beberapa kasus, menurut dr. Sara, terkadang ibu-ibu yang menyusui juga sudah merasa panik terlebih dahulu ketika anaknya menangis. Padahal sebenarnya tidak perlu panik, karena kalau panik nanti jadinya stres dan akhirnya ASI malah tidak keluar. Maka dari itu sebaiknya ibu harus merasa rileks dulu sebelum memberikan ASI.

"Ada beberapa kasus juga yang meskipun sudah disusui, bayi tetap masih nangis atau rewel. Jika itu yang terjadi, kemungkinan bayi merasa tidak nyaman. Entah itu dia sedang merasa lapar, suhu ruangannya panas, popoknya basah, sedang ingin digendong, ada banyak faktor yang bisa terjadi," terang dr. Sara.

"Jika seperti itu, sebaiknya cari tahu terlebih dulu apa yang membuat bayi merasa tidak nyaman," tutup dr. Sara.
(FIR)

MOST SEARCH