FAMILY

Bumil, Ini 6 Langkah Menjaga Kesehatan Mental saat Kehamilan

Antara
Sabtu 14 Mei 2022 / 15:18
Jakarta: Bagi pasangan suami istri yang akan memiliki anak, mempersiapkan persalinan juga perlu menjaga kesehatan mental. Selain itu, menurut dr. Darrell Fernando, SpoG MRCOG, MM, MARS, FICS, para calon orang tua juga harus memperbaharui perkembangan informasi dan pengetahuan di setiap usia kehamilan.

"Hal itu dilakukan agar bisa relevan dengan kondisi yang sedang dialami," kata dia yang tergabung dalam dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) itu seperti dikutip dari siaran pers Tentang Anak.

Selain itu, calon orang tua juga perlu menjaga kesehatan mental. Khususnya ibu selama proses kehamilan hingga setelah melahirkan nanti.

"Jika mengalami gejala gangguan jiwa seperti sering menangis, merasa hampa, tidak dapat beraktivitas, mendengar suara, cemas berlebih, segera konsultasikan diri ke dokter dan ahlinya," kata Darrell.

Selama proses kehamilan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan calon orang tua guna menjaga kesehatan dan kenyamanan. Di antaranya:
 

1.  Kontrol kehamilan


Kontrol kehamilanmu sesuai dengan jadwal, termasuk untuk pemeriksaan USG minimal 4x pemeriksaan USG selama kehamilan.

Jadwal pemeriksaan yang disarankan yakni ketika trimester 1 (usia 10-13 minggu), trimester 2 (usia 20-24 minggu), trimester 3 (usia 28-31 minggu dan 36 minggu).
 

2. Pola makan


Perhatikan juga nutrisi dan pola makan dengan gizi seimbang. Dr. Darrell mengatakan, tidak ada makanan superior atau paling bagus dibandingkan makanan yang lainnya. Ibu hamil dapat mengonsumsi variasi jenis makanan untuk memenuhi kecukupan gizi.
 

3. Konsumsi vitamin


Hal lainnya yakni konsumsi vitamin sesuai anjuran dokter. Kebutuhan vitamin ibu hamil termasuk zat besi, asam folat, dan vitamin D. Namun sebelum mengonsumsi itu semua, ibu hamil wajib untuk konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
 

4. Aktivitas fisik


Selain itu, usahakan untuk beraktivitas fisik sebanyak 150 menit dalam seminggu, atau 20-30 menit setiap harinya dan hindari aktivitas berat seperti lompat-lompat.
 

5. Kenali tanda bahaya


Calon orang tua khususnya ibu pun perlu mengenali tanda bahaya setiap trimester seperti muntah hebat, pendarahan, kontraksi atau nyeri perut hebat, pecah ketuban, tekanan darah tinggi, nyeri kepala hebat, tidak merasakan gerakan janin, dan kejang.
 

6. Persiapan ASI


Terkait persiapan ASI sejak kehamilan, calon orang tua dapat mengonsultasikan kondisi medis ke dokter, bidan, konselor laktasi sejak hamil. Selain itu sebaiknya berusaha menciptakan suasana yang nyaman, dukungan yang penuh, dan menghindari stres agar proses mengASIhi dapat berjalan dengan lancar.

"Kecukupan gizi ibu dan inisiasi menyusui dini (IMD) juga memiliki peranan penting dalam perjalanan mengASIhi," demikian kata dr. Darrell.
(FIR)

MOST SEARCH