FAMILY

Salahkah Bercerita Masalah Keluarga ke Ibu Mertua?

Kumara Anggita
Rabu 18 Desember 2019 / 18:10

Jakarta: Ketika masalah menumpuk, terkadang kamu butuh orang lain untuk berbagi. Bagi beberapa orang, bercerita ke mertua menjadi sebuah jalan keluar.

Namun apakah cara ini tepat dilakukan? Berikut penjelasan Dessy Ilsanty, Psikolog dari Yayasan Praktik Psikologi Indonesia. 

Menurutnya, hal ini sah-sah saja dilakukan. Namun, kamu harus perhatikan bagaimana cara kamu menyampaikan cerita tersebut, terlebih ceritanya berkaitan dengan anaknya sendiri.

“Salah satu cara menyelesaikan konflik adalah dengan mengandalkan mediator. Termasuk itu yang saya lakukan sebagai psikolog. Mediator itu bisa dengan orang terdekat. Tapi, ada plus minusnya. Misalnya ada keberpihakan. Ada keterikatan emosi itu yang mengganggu. Kalau mau netral cari yang tak ada ikatan emosi dari kedua belah pihak,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 18 Desember 2019.

Selain itu, kamu juga harus mengenali tipe keluarganya seperti apa. Cara amannya adalah kamu cerita tapi berfokus pada permasalahannya saja.

embed

(Salah satu cara menyelesaikan konflik adalah dengan mengandalkan mediator. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

“Salah tak salah tergantung keluarga seperti apa. Caranya berfokus pada permasalahan bukan pada personal.  Misalnya, kalau ke ibu mertua, kita bicara anaknya. Saat kita bilang anak ibu nakal. Pasti ibu mertua kesal. Jadi bukan fokus ke orangnya. Misalnya, ‘Bu, ada masalah ini, bagaimana caranya ya? atau ‘perilakunya ada yang nggak cocok, bagaimana menanganinya’.

Sang ibu yang sudah lebih mengenal sifat dan perilaku anaknya mungkin tahu cara menanganinya.

Jadi, bercerita kepada ibu mertua boleh-boleh saja kamu lakukan dengan maksud untuk keluar dari suatu permasalahan. Asalkan kamu melakukannya dengan intensi yang positif, ya. 



Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(yyy)

MOST SEARCH