FAMILY

Hepatitis Misterius pada Anak: Apa yang Kita Ketahui dan Tidak Ketahui Sekarang

Mia Vale
Senin 09 Mei 2022 / 16:05
Jakarta: Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang disampaikan pada 4 Mei lalu, setidaknya ada 228 kemungkinan kasus hepatitis misterius pada anak yang telah dilaporkan. Kasus ini terjadi di 20 negara di seluruh dunia. 

Di Amerika sendiri, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) sedang menyelidiki 109 kasus hepatitis anak yang penyebabnya juga belum diketahui. Hal ini telah diumumkan oleh badan kesehatan masyarakat Amerika pada 6 Mei lalu.  

Para dokter, ahli epidemiologi, dan ahli lainnya mencari jawaban tentang apa yang menyebabkan peradangan hati yang serius pada anak-anak yang terkena. Pertama, para peneliti setuju bahwa hepatitis A, B, C, D, atau E – virus yang lebih sering menyebabkan hepatitis akut – tidak dapat disalahkan dalam kasus ini. 

Melansir dari keterangan Medscape, kasus-kasus ini juga tidak secara definitif terkait dengan infeksi SARS-CoV-2, setidaknya sejauh ini, dan juga tidak ada bukti bahwa vaksinasi covid-19 yang harus disalahkan. 

Misalnya, dalam studi 29 April di Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR), peneliti CDC tidak menemukan hubungan antara covid-19 dan sembilan kasus hepatitis yang menyerang anak-anak di Alabama. 
 

Adenovirus tersangkanya?


Adenovirus adalah salah satu kemungkinan tersangka di balik kasus baru ini. Dalam laporan teknis yang diterbitkan 6 Mei, badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan bahwa dari 163 kasus hepatitis pediatrik yang dilaporkan di Inggris, 126 dites untuk adenovirus, dan 72 persen dites positif. 

CDC juga mengatakan, lebih dari setengah kasus yang sedang diselidiki di Amerika Serikat juga dinyatakan positif adenovirus. 

Perlu diketahui, ada berkisar sekitar 50 adenovirus yang menginfeksi manusia, termasuk yang menyebabkan flu biasa, konjungtivitis, dan gangguan pencernaan. 


cara mengobati Hepatitis akut
(CDC mengeluarkan peringatan kesehatan pada 21 April lalu yang meminta dokter untuk mengawasi dan melaporkan kasus hepatitis yang tidak biasa pada anak-anak, dan demam dan anak dengan tinja berwarna terang jadi salah satu gejala hepatitis akut. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Beberapa tes laboratorium dari berkisar 40 persen anak-anak sejauh ini telah dites positif adenovirus, "tipe F 41," menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Jika, pada kenyataannya, adenovirus yang harus disalahkan, CDC mencatat penyebaran dapat terjadi melalui kontak pribadi yang dekat, tetesan pernapasan, dan fomites. 

Fomites adalah benda atau permukaan yang terinfeksi yang dapat membantu menularkan penyakit. Selain 109 kasus yang diidentifikasi di Amerika Serikat pada 6 Mei, kasus hepatitis akut yang parah pada anak-anak juga telah dilaporkan di Inggris, Eropa, Asia, dan Indonesia. 

Dari 228 kasus yang dilaporkan di seluruh dunia, ada 18 transplantasi hati, menurut WHO. Apalagi dengan adanya laporan pada 3 Mei, yakni tiga anak yang meninggal akibat hepatitis misterius ini di Indonesia. Kasus ini menjadikan jumlah kematian global setidaknya empat anak. 
 

Tanda, gejala, dan penyebaran hepatitis akut


CDC mengeluarkan peringatan kesehatan pada 21 April lalu yang meminta dokter untuk mengawasi dan melaporkan kasus hepatitis yang tidak biasa pada anak-anak.

Demam, kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, sakit perut, urine berwarna gelap, tinja berwarna terang, nyeri sendi, dan penyakit kuning adalah beberapa tanda dan gejala hepatitis secara umum. 

Demam tampaknya jarang terjadi. Namun, mual, muntah, dan diare lebih sering terjadi pada hepatitis akut baru ini pada anak-anak. Virus adalah penjelasan yang paling mungkin untuk kasus hepatitis yang misterius ini karena kasusnya muncul di seluruh dunia. 

(TIN)

MOST SEARCH