FAMILY

Fphubbing, Kebiasaan Main HP yang Merusak Pertemanan

A. Firdaus
Jumat 09 Oktober 2026 / 18:11
Ringkasnya gini..
  • Sering sibuk main HP saat nongkrong? Kenali fphubbing, faktor pemicunya.
  • Kebiasaan ini bisa membuat orang lain merasa tidak dihargai dan perlahan memengaruhi kualitas pertemanan.
  • Mengurangi fphubbing tidak harus dimulai dengan langkah yang rumit.
Jakarta: Pernah lagi asyik nongkrong bareng teman, tetapi suasana mendadak canggung karena ada yang sibuk main HP? Obrolan yang seharusnya seru malah terputus, sementara orang lain hanya bisa menunggu sampai temannya selesai menatap layar.

Kebiasaan ini dikenal sebagai friend phubbing atau fphubbing, yakni tindakan mengabaikan teman yang sedang bersama kita karena lebih fokus pada ponsel. Sekilas terlihat sepele, tetapi jika terus berulang, kebiasaan ini bisa membuat orang lain merasa tidak dihargai dan perlahan memengaruhi kualitas pertemanan.

Dilansir dari Psychology Today, penelitian dari University of Georgia menyoroti sejumlah faktor yang berkaitan dengan kebiasaan fphubbing. Temuan tersebut membantu menjelaskan mengapa sebagian orang sulit melepaskan ponsel, bahkan ketika sedang menghabiskan waktu bersama orang terdekat.

1. Depresi dan kecemasan sosial bisa menjadi faktor


Orang yang mengalami gejala depresi atau kecemasan sosial dapat memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk melakukan fphubbing. Interaksi melalui layar mungkin terasa lebih nyaman bagi sebagian orang dibandingkan komunikasi tatap muka.

Namun, kebiasaan ini tidak serta-merta berarti seseorang yang sering mengecek ponsel mengalami gangguan kesehatan mental. Perilaku tersebut dapat dipengaruhi banyak faktor, termasuk kebiasaan digital dan situasi sosial yang sedang dihadapi.
 

2. Orang yang ramah cenderung lebih menjaga interaksi


Kepribadian juga dapat berkaitan dengan cara seseorang menggunakan ponsel saat berkumpul. Individu yang ramah, kooperatif, dan mempertimbangkan perasaan orang lain cenderung lebih memperhatikan kualitas interaksi secara langsung.

Bagi mereka, mendengarkan teman saat berbicara merupakan bagian penting dalam menjaga hubungan. Terlalu sering melihat layar ketika orang lain sedang bercerita bisa dianggap sebagai sikap tidak sopan atau tanda kurangnya ketertarikan.
 

3. Nongkrong ramai-ramai justru bisa memicu fphubbing


Fphubbing tidak hanya terjadi saat seseorang berdua dengan temannya. Kebiasaan ini juga bisa muncul ketika tiga orang atau lebih berkumpul.

Dalam kelompok, seseorang mungkin merasa tidak akan terlalu diperhatikan ketika mengecek ponsel karena anggota lain masih bisa melanjutkan percakapan. Akibatnya, penggunaan ponsel menjadi semakin mudah dianggap wajar.

Situasi serupa bisa terjadi di tempat kerja atau saat rapat. Ketika seseorang berbicara, rekan lainnya justru sibuk mengetik pesan atau memeriksa notifikasi. Padahal, perhatian yang terbagi bisa mengganggu komunikasi dan membuat lawan bicara merasa diabaikan.
 

4. Terlalu sering main HP bisa mengurangi kepuasan pertemanan


Ketika fphubbing menjadi kebiasaan, kualitas hubungan bisa ikut terdampak. Teman yang berulang kali diabaikan mungkin merasa kurang dihargai, tidak didengarkan, atau tidak lagi menjadi prioritas.

Jika berlangsung terus-menerus, pengalaman tersebut berpotensi mengurangi kepuasan terhadap hubungan pertemanan. Dalam situasi tertentu, seseorang juga bisa menggunakan ponsel sebagai pelarian ketika merasa tidak nyaman dengan percakapan atau suasana kelompok.

Meski demikian, hubungan antara penggunaan ponsel dan kepuasan pertemanan tidak selalu berjalan satu arah. Penggunaan ponsel dapat mengganggu interaksi, tetapi ketidaknyamanan dalam hubungan juga bisa mendorong seseorang lebih sering mengalihkan perhatian ke layar.
 

5. Coba balikkan ponsel saat sedang nongkrong


Mengurangi fphubbing tidak harus dimulai dengan langkah yang rumit. Salah satu cara paling sederhana adalah meletakkan ponsel dalam posisi terbalik atau menyimpannya di tas selama mengobrol.

Kamu juga bisa mengaktifkan mode senyap, mematikan notifikasi yang tidak penting, atau menyepakati waktu khusus tanpa ponsel ketika berkumpul bersama teman. Jika ada pesan mendesak yang perlu dibalas, sampaikan terlebih dahulu agar teman tidak merasa diabaikan.

Hal terpenting adalah memberikan perhatian saat seseorang sedang berbicara. Menatap lawan bicara, mendengarkan tanpa menyela, dan merespons ceritanya bisa membuat interaksi terasa lebih hangat.

Nongkrong bukan sekadar berada di tempat yang sama, melainkan juga tentang berbagi waktu dan perhatian. Jadi, sebelum kembali membuka media sosial saat teman sedang bercerita, coba simpan ponsel sebentar. Bisa jadi, obrolan yang lebih bermakna justru dimulai ketika kamu berhenti menatap layar.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH