FAMILY

Psikolog: Kunci Sukses Program Atensi Anak Ada di Pengasuhan

Media Indonesia.com
Kamis 26 Agustus 2021 / 08:35
Jakarta: Psikolog Anak-Remaja Feka Angge Pramita menyebut program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) Anak dari Kementerian Sosial (Kemensos) adalah terobosan yang bagus. Menurutnya, program ini diperlukan karena semakin banyak korban covid-19 yang meninggal dan meninggalkan anak-anak.

"Kunci dari suksesnya program Atensi Anak ada di pengasuhan. Perlu kuat dalam pendampingan terhadap anak dan orang yang diberikan kepercayaan untuk mendampingi anak," kata Feka, Rabu, 25 Agustus 2021.

Karena, kata dia, orang yang diberikan kepercayaan untuk mendampingi anak itu harus punya pemahaman bagaimana mengasuh anak yang mengalami trauma. Negara nantinya harus bisa benar-benar menjamin bahwa dukungan psikososial dan pengasuhan anak ini terimplementasi dengan baik bagi si anak. 

"Bisa dilakukan dengan baik bagi para walinya nanti," tuturnya.

Jadi, kata dia, tidak hanya fokus pada apa yang terlihat seperti pendidikan, pekerjaan, keahlian, kewirausahaan, maupun vokasi. "Tapi, bagaimana kita bisa membantu anak-anak ini menjadi manusia." 

"Enggak cuma menyiapkan apa yang terlihat, tapi bagaimana yang tidak terlihat. Yang enggak terlihat itu sangat membutuhkan program yang menyeluruh. Apalagi ini menyangkut trauma anak-anak," jelasnya.

Psikolog Klinis Anak dan Remaja Gisella Tani Pratiwi menilai program Atensi perlu terus didukung. Apalagi, jumlah anak yang menjadi yatim atau yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat covid-19 begitu banyak.

"Harapan saya program ini bisa dijalankan dengan konsisten, tepat sasaran, dan menjangkau banyak anak yang membutuhkan," kata Gisella.

Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra juga mendukung program Atensi Anak. "Jika program ini tepat sasaran, maka banyak dampak jangka pendek dan panjang bagi tumbuh dan kembang anak," kata Jasra.
 
Apalagi, kata Jasra, program itu dilakukan dalam waktu jangka panjang, sehingga anak dan keluarga bisa menjalankan kehidupan sosialnya dengan baik. Menurutnya Atensi Anak adalah salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam memastikan keberfungsian sosial anak dan keluarga. 

"Dalam situasi anak yatim, piatu, dan yatim piatu karena orang tua meninggal akibat Covid-19, maka dibutuhkan percepatan program agar bisa dilakukan respons pertama dan utama bagi anak," ujarnya.

Dia menilai dukungan sekecil apa pun tentu sangat bermakna bagi anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus. "Asesmen menjadi penting dalam mendapatkan informasi atas kebutuhan anak dalam jangka pendek dan panjang, termasuk soal pengasuhan anak harus dipastikan berbasis keluarga," kata Jasra.

Program Atensi Anak meliputi layanan pemenuhan hak hidup layak, perawatan sosial, dan pengasuhan anak. Termasuk, dukungan bagi keluarga, terapi sosial psikologis, pelatihan vokasional dan kewirausahaan, bantuan sosial atau asistensi sosial, dan dukungan aksesibilitas.

Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) mengatakan program Atensi Anak akan menyasar 4 juta anak. Sebanyak 20 ribu di antaranya ialah mereka yang ditinggal orang tua karena covid-19.
 
"Atensi Anak ini nantinya tidak hanya ditujukan kepada anak-anak yang ditinggal orang tua karena covid-19, tapi juga akan menyasar ke anak-anak yatim, piatu, dan yatim piatu lainnya binaan LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) dan yang tinggal dalam keluarga tidak mampu," kata Risma, Selasa, 24 Agustus 2021.

Anggaran yang diperlukan untuk menangani anak yatim, piatu, dan yatim piatu karena covid-19 ini sekitar Rp3,2 triliun. "Nanti hal ini akan kita koordinasikan dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas," tutur Risma.
(UWA)

MOST SEARCH