FAMILY
Balita Tiba-tiba Anti Mandi? Ini Cara Biar Nggak Drama Lagi
A. Firdaus
Kamis 05 Februari 2026 / 11:11
- Banyak balita yang awalnya menyukai bermain air, lalu tiba-tiba berubah menjadi anti mandi.
- Berbagai orang tua menemukan bahwa kunci mengatasi masalah ini.
- Kondisi ini sebenarnya umum terjadi.
Jakarta: Banyak balita yang awalnya menyukai bermain air, lalu tiba-tiba berubah menjadi anti mandi. Tangisan, penolakan, hingga drama sebelum tidur sering muncul tanpa sebab yang jelas.
Kondisi ini sebenarnya umum terjadi dan sering berkaitan dengan rasa takut, ketidaknyamanan, atau pengalaman kurang menyenangkan sebelumnya, seperti air masuk ke wajah, suara saluran pembuangan, atau insiden buang air di bak mandi.
Berbagai orang tua menemukan bahwa kunci mengatasi masalah ini bukan paksaan, melainkan kreativitas.
Dilansir dari Babycenter, berikut adalah lima cara paling populer dan terbukti ampuh mengajak balita agar mau mandi:
Gelembung sabun menjadi solusi klasik yang kembali efektif. Busa yang melimpah membuat balita lebih fokus bermain daripada merasa cemas terhadap air.
Krayon dan cat khusus mandi memungkinkan balita menggambar di dinding bak tanpa meninggalkan noda permanen. Aktivitas ini memberi rasa kontrol dan kebebasan, sehingga mandi tidak lagi terasa menakutkan. Selain itu, tablet mandi berwarna yang mengubah warna air mampu memancing rasa penasaran dan kegembiraan.
Boneka, hewan plastik, atau spons berbentuk lucu dapat 'ikut mandi' dan seolah menjadi teman yang menemani. Saat mainan dimandikan lebih dulu, balita cenderung meniru dan merasa aman. Beberapa orang tua bahkan menjadikan mandi sebagai rutinitas bermain setiap malam dengan boneka tangan atau permainan peran sederhana.
Air yang mengalir ke wajah kerap memicu ketakutan. Solusinya adalah menggunakan handuk kecil atau cangkir mandi untuk membilas rambut secara perlahan. Membentuk rambut menjadi gaya lucu dan memperlihatkannya melalui cermin juga membantu mengalihkan perhatian.
Menutup saluran pembuangan atau menguras air setelah balita keluar dari bak dapat mengurangi rasa takut tersedot. Bagi sebagian balita, duduk di bak mandi bayi di dalam bak besar memberi rasa aman tambahan.
Jika semua cara terasa gagal, mengambil jeda sejenak juga bukan pilihan buruk. Membersihkan tubuh dengan kain lap selama beberapa minggu bisa menjadi 'restart' sebelum memperkenalkan mandi kembali secara perlahan.
Dengan pendekatan sabar dan kreatif, fase menolak mandi biasanya akan berlalu tanpa drama berkepanjangan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Kondisi ini sebenarnya umum terjadi dan sering berkaitan dengan rasa takut, ketidaknyamanan, atau pengalaman kurang menyenangkan sebelumnya, seperti air masuk ke wajah, suara saluran pembuangan, atau insiden buang air di bak mandi.
Berbagai orang tua menemukan bahwa kunci mengatasi masalah ini bukan paksaan, melainkan kreativitas.
Dilansir dari Babycenter, berikut adalah lima cara paling populer dan terbukti ampuh mengajak balita agar mau mandi:
1. Mengubah waktu mandi menjadi sesi bermain yang menyenangkan
Gelembung sabun menjadi solusi klasik yang kembali efektif. Busa yang melimpah membuat balita lebih fokus bermain daripada merasa cemas terhadap air.
2. Sulap bak mandi menjadi ruang seni mini
Krayon dan cat khusus mandi memungkinkan balita menggambar di dinding bak tanpa meninggalkan noda permanen. Aktivitas ini memberi rasa kontrol dan kebebasan, sehingga mandi tidak lagi terasa menakutkan. Selain itu, tablet mandi berwarna yang mengubah warna air mampu memancing rasa penasaran dan kegembiraan.
3. Mainan favorit juga berperan besar
Boneka, hewan plastik, atau spons berbentuk lucu dapat 'ikut mandi' dan seolah menjadi teman yang menemani. Saat mainan dimandikan lebih dulu, balita cenderung meniru dan merasa aman. Beberapa orang tua bahkan menjadikan mandi sebagai rutinitas bermain setiap malam dengan boneka tangan atau permainan peran sederhana.
4. Masalah terbesar sering muncul saat mencuci rambut
Air yang mengalir ke wajah kerap memicu ketakutan. Solusinya adalah menggunakan handuk kecil atau cangkir mandi untuk membilas rambut secara perlahan. Membentuk rambut menjadi gaya lucu dan memperlihatkannya melalui cermin juga membantu mengalihkan perhatian.
5. Lingkungan kamar mandi pun perlu diperhatikan
Menutup saluran pembuangan atau menguras air setelah balita keluar dari bak dapat mengurangi rasa takut tersedot. Bagi sebagian balita, duduk di bak mandi bayi di dalam bak besar memberi rasa aman tambahan.
Jika semua cara terasa gagal, mengambil jeda sejenak juga bukan pilihan buruk. Membersihkan tubuh dengan kain lap selama beberapa minggu bisa menjadi 'restart' sebelum memperkenalkan mandi kembali secara perlahan.
Dengan pendekatan sabar dan kreatif, fase menolak mandi biasanya akan berlalu tanpa drama berkepanjangan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)