FAMILY

WamenPPPA: Pentingnya Kolaborasi Demi Pemenuhan Gizi Anak

Aulia Putriningtias
Rabu 15 Juli 2026 / 18:39
Ringkasnya gini..
  • Momentum Hari Anak Nasional mengingatkan kita terhadap pentingnya pemenuhan gizi terhadap si kecil.
  • Salah satu kunci berhasilnya adalah kolaborasi.
  • Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, menegaskan bahwa pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama.
Jakarta: Momentum Hari Anak Nasional mengingatkan kita terhadap pentingnya pemenuhan gizi terhadap si kecil. Salah satu kunci berhasilnya adalah kolaborasi.

Asosiasi Perusahaan Produk Bernutris untuk Ibu dan Anak (APPNIA) dalam Hari Anak Nasional menegaskan bahwa pemenuhan gizi merupakan fondasi yang tidak terpisahkan dari upaya mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, menegaskan bahwa pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. 

Menurutnya, komitmen tersebut juga sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden yang menitikberatkan pada penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.

"Kita tidak bisa berialan sendiri-sendiri karena hak anak harus dipenuhi semua pihak. Kolaborasi menjadi kunci," ujar Veronica.

Ia menambahkan bahwa perubahan tidak dapat diwujudkan dalam waktu singkat. Namun, akan memberikan dampak nyata ketika seluruh pihak yang memiliki komitmen dapat bekerja bersama.


"Pemenuhan gizi pada setiap tahap usia merupakan fondasi tumbuh kembang anak. Namun fondasi tersebut hanva dapat terwujud apabila orang tua, khususnya ibu, memiliki akses terhadap edukasi gizi yang akurat dan berbasis ilmu pengetahuan," ujar Direktur Eksekutif APPNIA Poppy Kumala.

Menurut Poppy, tantangan saat ini bukan hanya akses terhadap pangan bergizi. Namun, juga maraknya informasi mengenai gizi anak yang belum tent u dapat dipertanggungjawabkan. 

"Kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, pemerintah, hingga industri, harus bersinergi agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak keluarga," kata Poppy.

Puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026 mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan". Hal ini dikemas dalam Festival Budaya Anak yang menempatkan anak sebagai pelaku utama.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menyampaikan aspirasi. Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah pentingnya pemenuhan gizi bagi setiap ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak Indonesia.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, rangkaian peringatan Hari Anak Nasional diharapkan dapat terus mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung setiap anak Indonesia untuk tumbuh sehat, terlindungi, dan mengembangkan potensinya secara optimal.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH