Film berdurasi 14 menit ini digagas oleh Founding Partner GDP Venture sekaligus CEO MCM, Antonny Liem, yang bertindak sebagai Executive Producer. Ia menghadirkan proyek ini sebagai respons atas kegelisahan terhadap mulai memudarnya nilai tradisi Imlek di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z.
Antonny melihat banyak anak muda memaknai Imlek sebatas perayaan seremonial tanpa memahami filosofi dan akar budaya yang menyertainya. Karena itu, Hari yang Kita Tunggu dirancang untuk menyoroti delapan nilai tradisi Tionghoa Indonesia yang dinilai penting untuk terus dijaga dan diwariskan lintas generasi.
Di balik layar, film ini menghadirkan kolaborasi lintas budaya yang menarik. Kursi sutradara dipercayakan kepada George Timothy Nainggolan, sineas muda berdarah Batak yang justru merasa dekat dengan kultur Tionghoa sejak kecil.
“Dari saya kecil sampai saat ini, saya tumbuh dikelilingi oleh banyak sekali teman-teman Tionghoa, dan seringkali ikut merayakan Imlek dengan mereka. Jadi sewaktu saya diminta nge-direct film ini, saya merasa cukup dekat dengan kebudayaan mereka,” kata George.
Tidak hanya menyutradarai, George juga melakukan riset singkat bersama Antonny Liem untuk memperdalam pemahaman terhadap tradisi Tionghoa. Kolaborasi ini menjadi representasi nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika, bahwa pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama tanpa memandang latar etnis.
“Saya berharap kita semua, terutama gen z yang sudah modern dan mulai meninggalkan tradisi bisa kembali ke rumah, ke keluarga, dan melanjutkan tradisi dan nilai budaya dari mana mereka berasal. Untuk itulah kenapa kami mendirikan rumah produksi Creative Goods Inc, dengan harapan bisa lebih banyak membuat konten impactful, narrative storytelling yang bisa menyentuh banyak orang," tambah George.
Dari sisi pemain, film ini menghadirkan deretan nama lintas generasi seperti Maya Hasan, Elkie Kwee, Lukas Will, Keeren Nathan, Supercool Ben, Evelyn Hutani, Calvin Jeremy, hingga Greta Iren. Kehadiran para talenta ini memperkuat pesan emosional yang ingin disampaikan kepada penonton dari berbagai usia.
Film ini juga menampilkan cameo dari Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan. Partisipasi keduanya menegaskan dukungan pemerintah terhadap upaya pelestarian budaya melalui medium kreatif.
Salah satu bagian paling menyentuh hadir pada segmen penutup bertajuk Harmoni Imlek Nusantara. Pesan tersebut menjadi semakin relevan karena perayaan Imlek tahun ini berdekatan dengan Bulan Suci Ramadhan. Melalui sambutan tersebut, masyarakat diajak untuk terus merawat toleransi dan hidup berdampingan dalam keberagaman.
Hari yang Kita Tunggu kini dapat disaksikan melalui kanal YouTube Imlek Festival. Penayangannya menjadi bagian dari rangkaian Imlek Festival 2026 yang berlangsung pada 22 Februari hingga 3 Maret 2026, sekaligus menjadi ajakan reflektif untuk kembali memaknai tradisi sebagai identitas bersama bangsa Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News