FAMILY

Apa yang Terjadi Bila Anak Kekurangan Hormon Tiroid?

Kumara Anggita
Kamis 15 Oktober 2020 / 15:29
Jakarta: Produksi hormon tiroid itu harus seimbang. Tidak boleh berlebihan, tidak boleh kekurangan. Bila kekurangan, dampaknya bisa menganggu pertumbuhan anak.

Menurut dr. Narumi Hayakawa dokter sekaligus dosen Universitas Petra Surabaya kelenjar tiroid adalah sebuah kelenjar yang berbentuk seperti kupu-kupu dan berada di bagian leher. Fungsinya untuk memproduksi hormon tiroid yaitu T3 dan T4.

Hormon tiroid berguna untuk membantu tumbuh kembang anak, meregulasi energi tubuh, metabolisme, dan organ-organ lain agar bekerja secara teratur.
 

Letak kelenjar tiroid


Para orang tua juga perlu mengetahui letak dari kelenjar tiroid. Menurut dr. Narumi, kelenjar tiroid itu berada di leher.

“Jika moms mau periksa, coba raba bagian tengah leher memakai dua tangan. Kalau menemukan benjolan, Moms coba menelan ludah. Jika benjolan itu bergerak saat moms menelan ludah, di situlah kelenjar tiroid berada,” ungkap dr. Narumi dalam Aplikasi Rompi di Aplikasi Orami Parenting.

“Kelenjar ini distimulasi oleh Thyroid Stimulating Hormone (TSH), kelenjar ini berfungsi menghasilkan hormon tiroid yang sangat berperan untuk tubuh, terutama dalam tumbuh kembang anak,” sambungnya.

Apa yang terjadi bila anak kekurangan hormon tiroid?


Jika bayi dalam kandungan kekurangan hormonn tiroid, maka bayi tersebut kemungkinan besar akan lahir dengan kondisi hipotiroid kongenital. Kondisi ini membuat bayi memiliki kelainan neurologis atau saraf, stunting, bahkan kelainan atau cacat fisik.
 

Tanda anak kekurangan hormon tiroid


“Pada teorinya, anak yang lahir dengan hipotiroid kongenital memiliki 'muka hipotiroid'. Batang hidungnya lebar, hidungnya pesek, lidahnya besar, sehingga mulut sukar menutup,” ujar dr. Narumi.

“Selain itu perut bayi sangat buncit dan pusarnya menonjol. Bayi malas minum dan terlihat lesu,” lanjutnya.

Namun, belakangan gejala tersebut tidak lagi menjadi ciri khas. Inilah yang menjadi bahaya karena penyakit jadi sulit terdeteksi.

“Jarang sekali bayi dengan hipotiroid memiliki semua gejala seperti yang tergambar di atas. Seringnya yang didapati hanyalah bayi baru lahir mengalami kuning dalam jangka waktu lama,” terang dr. Narumi.

“Pun begitu, sebagian besar anak juga tidak menunjukan tanda jaundice yang lama, sehingga banyak menyebabkan kondisi ini sulit untuk didiagnosis,” lanjutnya.
 

Hipotiroid kongenital dan kretisnisme


Penanganan yang tepat dan cepat adalah kunci untuk mengatasi permasalahan ini. Menurutnya kegagalan diagnosis pada anak baru lahir dapat membuat anak jatuh pada kondisi untreated congenital hypothyroid atau biasa dikenal dengan istilah kretisnisme.

Anak-anak yang sudah jatuh ke kondisi kretinisme ini tumbuh kembangnya sudah terganggu. Pada anak usia dini yang mengalami kondisi hipotiroid misalnya, akan didapati keterlambatan bicara.

"Atau anak didapati tumbuh pendek atau stunting, IQ rendah dan pada kasus yang berat juga kulitnya menjadi tebal dan bengkak di seluruh tubuh (myxedema),” tutup dr. Narumi.
(FIR)

MOST SEARCH